Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Instagram dengan Power Point Tentang Sayur dan Buah pada Siswa Ningtyas, Luthfiana Nurkusuma; Nurdiani, Mia; Muhdar, Izna Nurdianty
Jurnal Dunia Gizi Vol 4, No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Study Program of Nutrition, Public Health Faculty, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v4i2.5212

Abstract

Pendahuluan; Remaja Indonesia menempati peringkat teratas terhadap kurangnya mengonsumsi buah dan sayur. Dampak yang ditimbulkan akibat kurang mengkonsumsi sayur dan buah adalah penyakit degenaratif. Rendahnya pengetahuan gizi salah satu penyebab dari kurangnya konsumsi buah dan sayur. Akibatnya masyarakat tidak dapat menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara meningkatkan pengetahun gizi yaitu edukasi gizi dengan media instagram. Tujuan; untuk mengetahui perbedaan skor rata-rata sebelum dan sesudah diberikannya intervensi pengetahuan gizi tentang sayur dan buah pada siswa-siswi SMA Malnu Pusat Menes Banten melalui instagram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi-Experimental Design. Sampel penelitian adalah siswa sebanyak 66 dengan menggunakan teknik purposive sampling dan di bagi menjadi kelompok intrvensi instagram dan kelompok intervensi power point.  Jumlah sampel masing-masing kelompok 33 siswa.  Analisis data diperoleh dari hasil kuesioner pre dan post-test yang diolah menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Hasil; uji Wilcoxon menunjukan perbedaan pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang sayur dan buah pada kedua kelompok dengan nilai p=0.00 ( 0.05). Hasil uji Mann-Whitney menunjukan adanya perbedaan skor rata-rata antar dua kelompok nilai p = 0,00 (p0,05). Kesimpulan: Edukasi gizi terkait sayur dan buah menggunakan media instagram lebih berpengaruh meningkatkan pengetahuan. Media instagram dapat dijadikan sebagai media promosi kesehatan yang menyeluruh untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan terutama terkait gizi.
The Relationship Between Macro-Nutrient Intake, Food Security, and Nutrition-Related Knowledge with The Incidence of Stunting in Toddlers Nabilah, Khansa; Muhdar, Izna Nurdianty; Lestari, Widya Asih; Sariman, Sarina
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.268

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to prolonged nutritional deficiencies. This issue is a significant global nutritional problem, particularly in poor and developing countries, including Indonesia. This study aims to examine the relationship between macronutrient intake, food security at the household level, and nutrition-related knowledge on the incidence of stunting among toddlers in the working area of Cimarga Health Center. This study employed a cross-sectional design. The sample size consisted of 99 toddlers from 11 villages within the Cimarga Health Center's jurisdiction. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The findings reveal a stunting prevalence of 34.3% among toddlers. There is a significant relationship between household food security (p=0.014) and the incidence of stunting (OR=1.630; 95% CI=1.381-1.923). However, no significant relationships were found between energy intake (p=0.140), carbohydrate intake (p=0.544), protein intake (p=0.607), fat intake (p=0.439), and maternal nutrition knowledge (p=0.411) with the incidence of stunting in toddlers in the Cimarga Health Center area. This study underscores the importance of enhancing household food security as a primary strategy to reduce stunting despite the lack of significant relationships between macro-nutrient intake and maternal nutrition knowledge
The Relationship Between Macro-Nutrient Intake, Food Security, and Nutrition-Related Knowledge with The Incidence of Stunting in Toddlers Nabilah, Khansa; Muhdar, Izna Nurdianty; Lestari, Widya Asih; Sariman, Sarina
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.268

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to prolonged nutritional deficiencies. This issue is a significant global nutritional problem, particularly in poor and developing countries, including Indonesia. This study aims to examine the relationship between macronutrient intake, food security at the household level, and nutrition-related knowledge on the incidence of stunting among toddlers in the working area of Cimarga Health Center. This study employed a cross-sectional design. The sample size consisted of 99 toddlers from 11 villages within the Cimarga Health Center's jurisdiction. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The findings reveal a stunting prevalence of 34.3% among toddlers. There is a significant relationship between household food security (p=0.014) and the incidence of stunting (OR=1.630; 95% CI=1.381-1.923). However, no significant relationships were found between energy intake (p=0.140), carbohydrate intake (p=0.544), protein intake (p=0.607), fat intake (p=0.439), and maternal nutrition knowledge (p=0.411) with the incidence of stunting in toddlers in the Cimarga Health Center area. This study underscores the importance of enhancing household food security as a primary strategy to reduce stunting despite the lack of significant relationships between macro-nutrient intake and maternal nutrition knowledge
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tekanan Darah Tinggi Pada Usia 25 – 60 Tahun Al Ashari, Muhammad Rasyid; Muhdar, Izna Nurdianty
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 7, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v7i1.1279

Abstract

Tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan tekanan darah yang melebihi batas normal, yaitu sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg, dijuluki sebagai pembunuh diam – diam (silent killer) karena tidak memberikan gejala yang khas, tetapi bisa meningkatkan terjadinya stroke, penyakit jantung, ginjal kronik, kebutaan dan mengancam jiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisi hubungan aktivitas fisik, status gizi, asupan zat gizi makro dan natrium dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan Kampungin studi cross-sectional dan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data aktivitas fisik diperoleh dari wawancara IPAQ-SF, status gizi dari pengukuran antropometri, asupan zat gizi makro dan natrium melalui wawancara SQ-FFQ dengan sampel penelitian yaitu 66 orang usia 25 – 60 Tahun Di Kampung Tenjojaya. Proporsi yang mengalami kejadian tekanan darah tinggi sebesar 66.7%. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat (p value = 1,000) dan asupan natrium (p value = 0,600) dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya. Terdapat pula hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik (p value = 0,025), obesitas (p value = 0,030), asupan energi (p value = 0,042), asupan protein (p value = 0,028), dan asupan lemak (p value = 0,047) dengan tekanan darah tinggi pada usia 25 – 60 tahun di Kampung Tenjojaya.