Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI ANEMIA MELALUI MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, SERTA KEBERAGAMAN KONSUMSI MAKANAN REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 86 JAKARTA Farhan, Kamilia; Maulida, Nursyifa Rahma; Lestari, Widya Asih
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41172

Abstract

ABSTRACTBackground: Adolescent girls are the most at-risk groups for anemia. The latest data stated that anemia prevalence of reproductive-age women in Indonesia is 30,6%, higher than the global prevalence. Food intake is one of many factors that contribute to this condition. The average food diversity of these young girls is still not reach the recommended nine food groups yet. Therefore, a school-scope education is essential to gain student’s awareness about anemia and food diversity.Objective: This study aims to analyze the impact of educational video about anemia on students’ knowledge, attitudes food diversity at SMP Negeri 86 Jakarta.Methods: This research had quasi-experimental method with one group pre-post design and included 54 junior high girls selected with simple random sampling. The analytical tests used to see the pre-post score difference of knowledge and food diversity were Paired Sample T-Test, and Wilcoxon Signed Rank for attitude score.Results: Educational video affected significant escalation in subject’s knowledge and attitude about anemia, yet none for food diversity. Statistical score for each variables were p-value = 0,000 for knowledge, p-value = 0,000 for attitude, and p-value = 0,177 for food diversity.Conclusion: This research concluded that educational video was effective in gaining students knowledge and attitude about anemia.Keywords : adolescent girls; anemia; behaviour; food diversity; video  ABSTRAKLatar belakang: Remaja putri adalah golongan yang paling mudah terkena anemia. Hal ini ditunjukkan dengan prevalensi anemia WUS di Indonesia berada pada angka 30,6%, lebih tinggi dari angka anemia global. Asupan makanan adalah salah satu yang berkontribusi dalam timbulnya angka ini. Di sisi lain, tingkat keragaman makanan remaja putri juga belum optimal untuk memenuhi kelengkapan berbagai jenis golongan makanan. Maka dari itu, diperlukan edukasi gizi pentingnya pencegahan anemia dengan konsumsi makanan beragam. Media video mendukung edukasi gizi karena bersifat audiovisual sehingga mempermudah penerimaan remaja terhadap informasi yang disampaikan.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh edukasi anemia melalui media video terhadap pengetahuan, sikap, serta keberagaman konsumsi makanan remaja putri di SMP Negeri 86 Jakarta.Metode: Penelitian ini bersifat quasi experimental dengan desain one group pre-test dan post-test serta melibatkan 54 sampel remaja putri yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data pengetahuan dan keragaman makanan menggunakan Paired Sample T-test, sedangkan sikap menggunakan Wilcoxon Signed Rank.Hasil: Media video meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai anemia, namun pada keragaman konsumsi, tidak terdapat perubahan yang signifikan antara sebelum dan sesudah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 untuk pengetahuan dan sikap, serta p-value = 0,177 untuk keragaman makanan.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa media video efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai anemia.Kata Kunci : anemia; keberagaman; makanan; remaja putri; video
The Relationship Between Macro-Nutrient Intake, Food Security, and Nutrition-Related Knowledge with The Incidence of Stunting in Toddlers Nabilah, Khansa; Muhdar, Izna Nurdianty; Lestari, Widya Asih; Sariman, Sarina
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.268

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to prolonged nutritional deficiencies. This issue is a significant global nutritional problem, particularly in poor and developing countries, including Indonesia. This study aims to examine the relationship between macronutrient intake, food security at the household level, and nutrition-related knowledge on the incidence of stunting among toddlers in the working area of Cimarga Health Center. This study employed a cross-sectional design. The sample size consisted of 99 toddlers from 11 villages within the Cimarga Health Center's jurisdiction. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The findings reveal a stunting prevalence of 34.3% among toddlers. There is a significant relationship between household food security (p=0.014) and the incidence of stunting (OR=1.630; 95% CI=1.381-1.923). However, no significant relationships were found between energy intake (p=0.140), carbohydrate intake (p=0.544), protein intake (p=0.607), fat intake (p=0.439), and maternal nutrition knowledge (p=0.411) with the incidence of stunting in toddlers in the Cimarga Health Center area. This study underscores the importance of enhancing household food security as a primary strategy to reduce stunting despite the lack of significant relationships between macro-nutrient intake and maternal nutrition knowledge
Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji, Menarche Dan Asupan Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Dismenore Pada Siswi Di SMK Avicenna Cileungsi Putri, Zahra Alnavyra; Lestari, Widya Asih
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i2.6081

Abstract

AbstrakPendahuluan; Dismenore ialah keluhan yang terjadi karena hormon progesteron dalam darah tidak seimbang sehingga menimbulkan rasa sakit secara berulang pada perempuan. Saat usia remaja ini banyak yang mengalami dismenore, terdapat faktor-faktor penyebab terjadinya dismenore yaitu gaya hidup yang tidak sehat seperti sering mengonsumsi makanan cepat saji dan kurangnya asupan zat gizi mikro seperti kalsium, zat besi dan magnesium. Tujuan; Untuk menganalisis hubungan antara konsumsi makanan cepat saji, menarche dan asupan zat gizi mikro terhadap kejadian dismenore dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKF Avicenna Cileungsi Bahan dan Metode; Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study . Penelitian ini dilaksanakan di SMKF Avicenna Cileungsi. Sampel penelitian ini adalah siswi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 82 sampel. Hasil; Penelitian diperoleh sebanyak 63.4% responden mengalami dismenore, 52.4% responden memiliki frekuensi konsumsi makanan cepat saji sering, 53.7% responden dengan menarche ≥12 tahun, 70.7% responden memiliki asupan kalsium kurang, 62.2% responden memiliki asupan zink cukup, 56.1% responden memiliki asupan zat besi cukup, 80,5% responden memiliki asupan vitamin E kurang, 69,5% responden memiliki asupan magnesium cukup. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi cepat saji, menarche , asupan kalsium, asupan zat besi dan asupan magnesium dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKF Avicenna Cileungsi (p value 0.05). Kesimpulan; Adanya hubungan antara konsumsi cepat saji, menarche, asupan kalsium, asupan zat besi dan asupan magnesium dengan kejadian dismenore pada siswi di SMKF Avicenna Cileungsi.Kata Kunci : Asupan Zat Gizi Mikro, Dismenore, Konsumsi Cepat Saji, Menarche .
Densitas Energi Konsumsi dan Densitas Asupan Protein Berhubungan dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah Safitri, Debby Endayani; Fitri, Zenia Elsa; Lestari, Widya Asih
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 2, No 2 (2021): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.2.2.95-102

Abstract

Latar belakang: Masalah gizi pada anak usia 10-12 tahun satu diantaranya adalah gizi lebih. Perubahan pola konsumsi pangan seperti tingginya konsumsi makanan berdensitas energi tinggi dan rendahnya konsumsi sayur buah diduga menjadi faktor pemicu tingginya prevalensi gizi lebih pada anak. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan densitas energi konsumsi dan densitas asupan protein dan serat dengan status gizi. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, sampel berjumlah 46 anak berusia 10-12 tahun. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, pengukuran antropometri dan observasi. Analisis statistik yang digunakan adalah korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4,3% anak dengan status gizi kurus, 69,6% normal dan 26,1% gemuk. Sebagian besar anak memiliki densitas asupan energi dan protein yang cukup namun densitas asupan serat sebagian besar anak dalam kategori rendah. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara densitas energi konsumsi, densitas asupan protein dengan status gizi anak.
The Relationship Between Macro-Nutrient Intake, Food Security, and Nutrition-Related Knowledge with The Incidence of Stunting in Toddlers Nabilah, Khansa; Muhdar, Izna Nurdianty; Lestari, Widya Asih; Sariman, Sarina
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v3i2.268

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth in toddlers due to prolonged nutritional deficiencies. This issue is a significant global nutritional problem, particularly in poor and developing countries, including Indonesia. This study aims to examine the relationship between macronutrient intake, food security at the household level, and nutrition-related knowledge on the incidence of stunting among toddlers in the working area of Cimarga Health Center. This study employed a cross-sectional design. The sample size consisted of 99 toddlers from 11 villages within the Cimarga Health Center's jurisdiction. Analysis was conducted using the Chi-Square test. The findings reveal a stunting prevalence of 34.3% among toddlers. There is a significant relationship between household food security (p=0.014) and the incidence of stunting (OR=1.630; 95% CI=1.381-1.923). However, no significant relationships were found between energy intake (p=0.140), carbohydrate intake (p=0.544), protein intake (p=0.607), fat intake (p=0.439), and maternal nutrition knowledge (p=0.411) with the incidence of stunting in toddlers in the Cimarga Health Center area. This study underscores the importance of enhancing household food security as a primary strategy to reduce stunting despite the lack of significant relationships between macro-nutrient intake and maternal nutrition knowledge
The Relationship between Macro Nutrient Intake and the Adequacy and Nutritional Status of Santri at Pondok Tahfidz Wadil Quran, South Tangerang Khusun, Helda; Febriyanti, Hanifa; Setyowati, Yuli Dwi; Lestari, Widya Asih
Journal of Global Nutrition Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v5i1.104

Abstract

Nutritional problems among Islamic boarding school students need more attention, because the quality of food served at the boarding school is not widely known and tends to have a monotonous menu. On the other hand, Islamic boarding school students are known to often have the habit of consuming snack foods. The purpose of this study was to determine the relationship between the intake of macronutrients in foods provided by the boarding schools and snacks bought by the stidents with the adequacy and nutritional status of students at the Tahfidz Wadil Qur'an Islamic Boarding School in South Tangerang. This study was a cross-Sectional study with collecting data from all students fulfilling the inclusion criteria (n=67). Data analysis used the Spearman Rank correlation test. Research. The study showed that around 14-28% of macronutrient requirements was fulfilled from snacks bought by the students, instead of food provided by the boarding school.There is a relationship between the intake of macronutrients (energy, protein, fat, and carbohydrates) in main foods and nutritional adequacy. There is a relationship between the intake of macronutrients (energy, protein, fat, and carbohydrates) in snack foods and nutritional adequacy. There is no relationship between the intake of macronutrients (energy, protein, fat, and carbohydrates) in main foods and status. There is no relationship between the intake of macronutrients (energy, protein, and carbohydrates) in snack foods and nutritional status. Research suggestion: For Islamic boarding schools Conducting routine monitoring of the nutritional status of students, and paying more attention to the variety of foods that will be given to students.