Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TINDAKAN PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION (PCI) DAN INTRAVASCULAR ULTRASOUND (IVUS) DENGAN TEKNIK DOUBLE PUNCTURE PADA KASUS CORONARY ARTERY DISEASE (CAD) Subagyo, Subagyo; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman; Susanta, Putu Adi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i11.12357

Abstract

Abstrak: Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Intravascular Ultrasound (IVUS) dengan Teknik Double Puncture pada Kasus Coronary Artery Disease (CAD). Pada umumnya tindakan PCI yang ada di RS Santo Borromeus menggunakan satu akses saja yaitu arteri radialis atau arteri femoralis saja. Pada kasus CAD, RCA Chronic Total Occlusion (CTO) pada pasien ini, karena visualisasi distalnya RCA tidak terlihat, dengan alasan pertimbangan itu maka dokter memutuskan menggunakan teknik double puncture yaitu dari arteri radial dan femoral disertai dengan modalitas Intravascular  Ultrasound (IVUS) agar proses pemeriksaan berjalan lebih maksimal dan hasil akhir dari tindakan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat dan menambah bagaimana tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Intravascular Ultrasound (IVUS) dengan Teknik Double Puncture pada kasus Coronary Artery Disease (CAD). Menambah pengetahuan bagi radiografer apa peranannya di ruang tindakan kateterisasi jantung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah 1 orang radiografer dan 1 orang dokter spesialis jantung intervensi. Lokasi penelitian di Ruang Kateterisasi Jantung RS Santo Borromeus Bandung. Dari hasil penelitian tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Intravascular Ultrasound (IVUS) dengan Teknik Double Puncture pada kasus Coronary Artery Disease (CAD) di Ruang Kateterisasi Jantung RS Santo Borromeus Bandung sudah sesuai dengan teori, journal dan literatur serta Pedoman Laboratorium Katererisasi Jantung dan Pembuluh Darah. Proyeksi yang digunakan untuk tindakan PCI pada kasus ini yaitu untuk Kanulasi pembuluh darah RCA adalah LAO 40°, setelah masuk di osteal baru diambil penggambilan gambar dengan proyeksi LAO 40° Cranial 10-15°, Frontal Cranial 30°, lalu tambahan RAO 30°.  Beberapa tugas dan peranan radiografer dalam tindakan PCI adalah  pada dasarnya tidak  ada perbedaan yang signifikan antara tugas yang dilakukan Radiografer dalam SKKNI dan di lapangan.
EVALUASI DOSIS RADIASI PADA PEMERIKSAAN RADIOLOGI INTERVENSI DIGITAL SUBTRACTION ANGIOGRAPHY CEREBRAL DI RSPAD GATOT SOEBROTO Sianturi, Amser Sunarto; Lana Prasetya, I Made; Susanta, Putu Adi; Kusman, Kusman
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i3.12562

Abstract

Abstrak: Evaluasi Dosis Radiasi Pada Pemeriksaan Radiologi Intervensi Digital Subtraction Angiography Cerebral Di RSPAD Gatot Soebroto. Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik fluoroskopi yang digunakan secara luas dalam radiologi intervensi untuk memvisualisasikan pembuluh darah. DSA tidak termasuk dalam kategori terapi, tetapi dapat digunakan untuk membantu dalam prosedur terapeutik seperti trombolisis neurointervensi yang dipandu oleh DSA. Pemeriksaan DSA cerebral dipantau dengan menggunakan pesawat fluoroskopi yang mana tidak luput  dari variasi paparan dosis radiasi. Diagnostic reference level (DRL) adalah salah satu acuan yang digunakan penelitian saat ini. Penelitian ini menggunakan data lokal karna hanya data dari satu instansi sehingga dilakukan perhitungan persentil ke-50. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif  dengan desain penelitian data retrospektif. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi nilai DRL lokal RSPAD Gatot Soebroto dengan membandingan nilai DRL dari keputusan BAPETEN . Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 320  orang pada pemeriksaan DSA cerebral yang diambil dari data populasi bulan Januari-Maret 2023. Berdasarkan hasil dari nilai perhitungan menggunakan aplikasi SPSS dengan jumlah sampel sebanyak 320 data pasien yaitu nilai percentiles ke-50 dan ke-75 DAP yaitu 4.8472 mGy.cm2 dan 6.2697mGy.cm2, nilai percentiles ke-50 dan ke-75 Air Kerma yaitu 13.3 mGy dan 17.2 mGy, dan nilai percentiles ke-50 dan ke-75  Fluorotime 162 s dan 240 s. Perbandingan nilai lokal DRL hasil perhitungan di RSPAD Gatot Soebroto dibandingkan dengan nilai profil dosis yang ada pada surat keputusan BAPETEN No.SK.3426/K/XI/2022 masih menunjukan nilai dosis dibawah aturan yang ada pada profil dosis BAPETEN 
EVALUASI IMPLEMENTASI PROTEKSI RADIASI DI RUANG RADIOLOGI INTERVENSI INSTALASI RIR RSUP PROF. DR. I.G.N.G NGOERAH Wulan Dari, Dian; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2023): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i3.2942

Abstract

Risiko radiasi pada radiologi intervensi relatif lebih besar dibandingkan dengan radiologi diagnostik. Dengan potensi risiko radiasi yang besar pada radiologi intervensi, maka diperlukan sistem proteksi radiasi yang tepat bagi pekerja dan pasien di fasilitas radiologi intervensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk evaluasi proteksi radiasi di ruang radiologi intervensi instalasi RIR RSUP Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah ditinjau dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 dan Peraturan Bapeten Nomor 4 Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan proteksi radiasi di ruang radiologi intervensi pada instalasi RIR RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah belum sepenuhnya sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 dan Peraturan Bapeten Nomor 4 tahun 2020.
Tindakan Right Heart Catheterization (RHC) pada Indikasi Penyakit Atrial Septal Defect (ASD) Serta Peran Radiografer dalam Penanganannya Utami1, I Gusti Ayu Rahayu Wi; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman
KOLONI Vol. 2 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v2i4.532

Abstract

Right heart catheterization is an invasive hemodynamic procedure that can be used to directly measure right heart pressure and calculate cardiac output. RHC is also considered to be the gold standard in the measurement of pulmonary artery pressure, in diagnosing increased heart filling pressure. Blood sampling in the intracardiac space measuring saturation among others: SVC (superior vena cava), MPA (main pulmonary artery), High and Low IVC (inferior vena cava), High and Low SVC (superior vena cava), High-Mid-Low RA (right atrium), Mid and Outflow RV (right ventricle), Right and Left PA (pulmonary artery), LV (left ventricle), and Distal Aorta. And additional samples are LA (left atrium) and PV (pulmonary vein). The measured saturation will be calculated using the formula by considering the value of flow ratio, PAR, mix vein, PVR, PARi, PVRi, Qs, Qp. The competency elements in SKKNI are very important to be applied so that radiographers can meet the standards of knowledge, skills and attitudes required by radiographers in carrying out their roles, functions and authorities when carrying out activities in the intervention room. This study is a literature review in which literature exploration is carried out in various databases using keywords such as "Right Heart Catheterization, Atrial Septal Defect, radiographer role, hemodynamic. Aiming to explore the literature on Right Heart Catheterizat
Survei kejadian komplikasi pada pasien dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar Muh Anas, Muh Anas; Lana Prasetya, I made; Sukadana, I Kedek; Kusman, Kusman; Diartama, AA. Aris
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 12 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v1i12.505

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit nomor satu didunia yang menyebabkan kematian. PCI merupakan tindakan invasif dengan cara melebarkan penyempitan arteri koroner dengan menggunakan balon dan stent yang diarahkan melalui kateter. Tindakan PCI telah dilakukan di Rumah Sakit Pelamonia sejak tahun 2019. Meskipun prosedur ini memberikan manfaat bagi pasien tetapi juga berkontribusi untuk terjadinya komplikasi yang cukup lebar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif retrospektif. Subjek penelitian menggunakan total sampling dari Januari 2020- April 2022 yaitu sebanyak 33 pasien. Teknik tindakan PCI yang dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar telah sesuai dengan literatur yang ada dimulai dari persiapan pasien, persiapan alat, posisi objek, kemudian dilanjutkan prosedur tindakan. Dari total sampel 33 pasien yang dilakukan tindakan PCI, dimana terdapat 16 orang (48,5%) yang mengalami komplikasi dan yang tidak mengalami komplikasi sebanyak 17 orang (51,5 %). dimana komplikasi pada saat tindakan yaitu hematoma sebanyak 7 orang (21.2 %), pendarahan sebanyak 13 orang (39.4 %), dan komplikasi saat selesai tindakan yaitu alergi sebanyak 2 orang (6.1 %) dan contrast-induced nephropathy (CIN) sebanyak 3 orang (9.1 %). Pasien tindakan PCI di dominasi jenis kelamin laki-laki sebanyak 30 orang dengan persentase 90 % Sedangkan untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 3 orang dengan persentase 10 %. Teknik tindakan PCI yang dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II Pelamonia Makassar telah sesuai dengan literatur yang ada. Komplikasi yang terjadi dari tindakan PCI di ruang kateterisasi jantung Rumah Sakit TNI AD Tk. II Pelamonia Makassar yaitu terdapat 4 jenis komplikasi yakni hematoma, pendarahan, alergi dan Contrast Induced Nephropathy (CIN).
Evaluasi dosis radiasi pasien pada pemerikasaan Coronary Angiography (CAG) dan pemerikasaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar Tahun 2021 Febriana, Alvira; Wulandari, Putu Irma; Sukadana, I Kadek; Kusman, Kusman
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 8 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i8.534

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit yang disebabkan oleh plak yang menumpuk di arteri koroner yang memasok oksigen ke otot-otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi dodsis radiasi pasien pada pemeriksaan Coronary Angiography dan Percutaneous Coronary Intervention di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey untuk mengevaluasi nilai DAP dan Fluoro Time menggunakan jenis data retrospektif pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) dan pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) selama periode tahun 2021 di Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Hasil yang didapatkan dari perhitungan menggunakan SPSS Percentile 75 pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) sebanyak 18 pasien dengan rata-rata dosis DAP sebesar 26.48 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 362.50 Second dan Percentile 75 dosis DAP sebesar 28.83 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 496.25 Second. Kemudian pada pemeriksaan Coronary Angiography (CAG) + Percutaneous Coronary Intervention (PCI) sebanyak 11 pasien dengan rata-rata dosis DAP sebesar 45.96 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 777.18 Second dan Percentile 75 dosis DAP sebesar 58.22 Gy.cm2 dan Fluoro Time sebesar 1065.00 Second.
Peran Radiografer Pada Tindakan Intervensi Coronary Angiography (CAG) Di Rumah Sakit Tk.Ii Pelamonia Makassar Ditinjau Dari Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Alfian, Zanila Syarifa; Wulandari, Putu Irma; Kusman, Kusman
Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/nautical.v2i1.538

Abstract

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan. Sebagai upaya mematuhi pedoman dan standar yang telah ditetapkan maka dilakukan penelitian ini untuk mengkaji kesesuaian kompetensi radiografer pada tindakan intervensi Coronary Angiography (CAG). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap peran radiografer. Didapatkan dari 25 kompetensi radiografer pada SKKNI terdapat 22 kompetensi yang sesuai dan 3 kompetensi yang tidak sesuai, kompetensi yang tidak sesuai yaitu radiografer tidak mempersiapkan pesawat sinar-x angiografi intervensi, tidak mempersiapkan troly emergensi beserta perangkatnya (obat-obatan dan lain-lain) serta tidak melakukan edukasi terhadap pasien. Kompetensi radiografer di dalam SKKNI meliputi prosedur sebelum pemeriksaan, persiapan peralatan dan perlengkapan, persiapan pasien, prosedur penatalaksanaan pemeriksaan dan prosedur setelah pemeriksaan.