Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES PELAKSANAAN STRATEGI PENYULUHAN AGAMA ISLAM DI KABUPATEN BARRU Maqbul, Maqbul; Mahmud, Moch. Natsir; Amin, Muliaty; Muhammad, Firdaus
Jurnal Diskursus Islam Vol 7 No 3 (2019): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v7i3.11972

Abstract

Proses pelaksanaan strategi penyuluhan agama Islam di Kabupaten Barru menggunakan penelitian kualitatif. Pendekatan penelitian lebih mengutamakan disiplin ilmu komunikasi dakwah. Sumber data penelitian ini terdiri atas dua, yakni data primer dan skunder. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menata secara sistematis catatan hasil pengamatan data tertulis, fokus analisis data berdasar pada induktif dengan beberapa tahapan analisis. Proses pelaksanaan program strategi penyuluhan agama Islam bermula dari perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan. Perencanaan dilaksanakan untuk menyesuaikan materi penyuluhan yang akan disampaikan berdasarkan situasi dan kondisi sasaran penyuluhan serta tujuan yang hendak dicapai. Perencanaan ini mengacu pada program kerja yang telah disusun oleh Pokjaluh, selanjutnya dilaksanakan observasi dengan cara pengamatan langsung di lokasi penyuluhan. Pengorganisasian, yakni dengan cara membentuk kelompok-kelompok penyuluhan di tingkat kecamatan dan desa, membetuk forum lembaga dakwah, membentuk dan mengaktifkan majelis taklim dan kelompok remaja mesjid, kemudian menyampaikan informasi tentang pelaksanaan penyuluhan. Pengawasan dalam kegiatan penyuluhan mencakup evaluasi pelaksanaan kinerja para penyuluh. Kinerja tersebut antara lain dilihat dari penyusunan laporan setiap penyuluh. Bentuk lain pengawasan adalah pihak Pokjaluh mengadakan rapat evaluasi setiap bulan.
THE CONTRIBUTION OF THE SCHOOL COMMITTEE IN THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL-BASED MANAGEMENT IN MAN 1 TERNATE Noho, Mubin; Mahmud, Moch. Natsir; Siraj, Arifuddin; Damopolii, Muljono
Jurnal Diskursus Islam Vol 9 No 3 (2021): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v9i3.25930

Abstract

The purpose of this study is to describe the reality of the contribution of the school committee in the implementation of school-based management in MAN 1 ternate. This study uses a qualitative research type of case study. The approach used is a pedagogical and managerial approach. The data is the focus of the research, namely improving the quality of education in the implementation of madrasa-based management, while the primary data sources are from the leadership, educators and education staff, committees and parents as well as documents related to efforts to improve the quality of education at MAN 1 Ternate. Secondary data sources in the form of data from various documents relevant to the research. Data collection techniques are observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis uses an inductive-conceptual approach, starting from empirical information and then constructing concepts or propositions. Furthermore, checking the validity of the data using the credibility and transferability test. The results showed the reality of implementing madrasah-based management at MAN 1 Ternate refers to the madrasah organization which can be measured in aspects madrasah committee. Meanwhile, the curriculum dimension in implementing madrasah-based management at MAN 1 Ternate in developing the curriculum is carried out with the madrasah head, all madrasah residents including the committee by adjusting the development and needs of students. Human resource management, the main requirements are aspects of educational qualifications, aspects of democratic, transparent and participatory managerial abilities. The sources of financing for the procurement and purchase of facilities and infrastructure are from DIPA, BOS funds and committee fees.