Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGAJARAN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR SISWA SD NEGERI KELURAHAN PANCURAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN Moniung, Ilke Janemralina
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SD NEGERI PANCURAN LEMBEH SELATAN dengan harapan agar peserta pelatihan dapat memiliki pengetahuan serta ketrampilan berkomunikasi mengucapkan kata juga kalimat dalam bahasa Jepang untuk dapat berkomunikasi bahasa Jepang dasar dengan baik dan benar bersaing di era globalisasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi peserta pelatihan diharapkan dapat berbicara bahasa Jepang dengan penuh percaya diri, benar dan lancar. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pembelajaran yang berlangsung dengan tujuan agar proses pembelajaran lebih efektif untuk meningkatkan semangat belajar dan memperbesar minat belajar. Pengajaran bahasa Jepang diharapkan akan lebih lama tersimpan dalam ingatan sehingga proses kegiatan belajar mengajar berlangsung menyenangkan . Dengan pelatihan ini diharapkan peserta didik dapat menyampaikan berbagai informasi dengan lafal yang benar dan tepat dalam kalimat bahasa Jepang dasar sehingga pembelajaran bisa dilakukan dengan sistematis dan teratur. Belajar sambil menggunakan media gambar, huruf dan nyayian akan mempercepat  penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Jepang juga peserta pelatihan termotivasi untuk belajar bahasa Jepang juga peserta didik dapat menangkap informasi lebih banyak dengan penggunaan media pembelajaran. Peran alat peraga memang sangat penting dalam dunia pendidikan , untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan optimal.______________________________________________________________________Kata kunci: pengajaran, bahasa Jepang, dasar, siswa SD
ANALISIS PENGGUNAAN KALIMAT ~SOU DA & ~YOU DA DALAM BAHASA JEPANG ANGGORONGGANG, LUCKY; MONIUNG, ILKE J.
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBahasa Jepang merupakan salah satu bahasa yang memiliki keanekaragaman dalam tata bahasanya. Salah satu ragam bahasa tersebut adalah kelas kata. Terdapat sepuluh macam kelas kata salah satunya adalah ~souda dan ~youda yang mempunyai persamaan dalam makna. Dewasa peneliti tentang kalimat ~souda & ~youda dalam bahasa Jepang belum banyak dilakukan. Untuk itulah makalah ini bertujuan untuk membahas tentang pengertian dan pembagian pemakaiannya dalam kalimat bahasa Jepang. Metode pengumpulan data, yaitu dengan cara mengumpulkan contoh kalimat yang ada dalam buku teks, kemudian dianalisis, selanjutnya dalam menuliskan laporan penulis menggunakan metode deskriptif.Hasil analisis ~souda pada dasarnya menunjukkan perkiraan yang berasal dari informasi visual. Pola kalimat ini digunakan waktu pembicara memperkirakan suatu gejala berdasarkan pada keadaan yang sedang dilihatnya sekarang. Misalnya pembicara memperkirakan waktu hujan akan turun dengan melihat keadaan yang sedang dilihatnya sekarang. Sedangkan ~youda digunakan pada saat pembicara bermaksud menyatakan suatu perkiraan subjektif berdasarkan informasi yang diterima melalui panca indranya. Misalnya pembicara memperkirakan suatu keadaan dengan mendengarkan sesuatu yang di dengarnya. Akhirnya, sebagai penulis berharap semoga hasil penelitian ini sedikitnya dapat bermanfaat bagi pendidikan bahasa Jepang.  要旨日本語はさまざまな文法を持つ言葉の一つである。日本語の一つの振る舞いは助動詞が多いことである。日本語の品詞分類は10個もあって、中には「~そうだ」および「~ようだ」と言う助動詞がある。現在は「~そうだ」および「~ようだ」と言う助動詞の意味、使い分けおよびにかんする研究は未だ本格的になされていないようだ。そこで本討論は「~そうだ」および「~ようだ」と言う助動詞の意味、使い分けに関することを明らかするために目的とする。データーを集める方法は日本語の教科書や小説などに載せてある例文を取り集めて、分析する。レポートを書く際に記述的な理論に基づいて分析して書くことにする。.研究結果は「~そうだ」と言う助動詞の例文は「あの 人は 元気そうだ」。「元気そうだ」は、元気な様子だ、という意味である。もう少しくわしく言うと、「元気そうだ」は、話し手自身が「あの人」に会ったり話したりして、元気であると思うという意味をあらわしている。このように、自分で見聞きして「そういう様子である」と思うことを様態といいます。「そうだ」の一つめの意味は、様態である。雨が降りそうだ。(様態 … 現在の状況から未来を判断)ところが,  「~ようだ」話し手が目や耳、などの感覚に基づいて主語的な推量を述べるときに使われる。雨が降るようだ。(推定 … 証拠・データから過去~未来を判断 )最後(さいご)はこの研究(けんきゅう)の成果(せいか)が日本語教育現場(にほんごきょういくげんば)に多少(たしょう)なりとも役立(やくた)てばと思(おも)っている。
Korelasi Pemberian Tugas Rumah Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Diploma 3 Bahasa Jepang Universitas Sam Ratulangi Moniung, Ilke Janemralina
Kajian Linguistik Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35796/kaling.4.3.2017.24794

Abstract

Homework method is one of the method in gaining understanding. It is a way in increasing the learning result mastery, the phase is important because the lecturer will get a helpful feedback from the students regarding the learning process. A quick task given with a good learning outcome can increase the ability of student in wider, higher and complex learning experience.A regular task given will give a good attitude and positive way of learning, and eventually will motivate the students to have independent study habit of learning and studying. Therefore, task giving activity still trigger the learning ability of the students. The receiving attitude of students in responding of the task is needed to be focused. The diligent students will adjust to that environment easily while others will not.            The reverse attitude are shown by the lazy students, task given activities will be a burden to them. They reject directly and act without attention. In other words, the diligent students will do the tasks and the lazy student will not do the tasks or even they do the tasks unseriously.  Efforts are needed in improving the Japanese students study achievements one of the efforts is giving the student homework regularly and  expecting it can stimulate the students eagerness to study at homework that will increase the study achievement. This research is aimed to find the significance correlation between homework given and study achievement of students who study Japanese.Data were collected by test, quesionare, interview, observation and dokumentation. Keyword: Homework, study, achievement
Morfologi Bahasa Melayu Manado Ilke Moniung, Vany Kamu
Kajian Linguistik Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35796/kaling.9.2.2021.38945

Abstract

Indonesia as a country possess many local wisdoms as well as many variatyes of local languages. It has been the unvaluable richness which needs attention and prevention.  The prevention is very valuable in the field of language maintenance in order to prevent the language vasihment in the form of written and oral. This article emphasized on the understanding of society toward the development of Manadonese Malay in the revitalization process. Morphological process of Manadonese Malay can be done by classifying the local language by using Nida’s theory.
PENGGUNAAN KATA SIFATけいようし[ I ] DAN KATA SIFAT けいようし[NA] DALAM KALIMAT BAHASA JEPANGPENGGUNAAN KATA SIFATけいようし[ I ] DAN KATA SIFAT けいようし[NA] DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (THE USE OF ADJECTIVES けいようし[I] AND ADJECTIVES けいようし[NA] IN JAPANESE SENTENCES) Ilke Janemralina Moniung
Kadera Bahasa Vol 8, No 2 (2016): Jurnal Kadera Bahasa
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3018.228 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v8i2.28

Abstract

Japanese adjective(けいようし) is different with Indonesian adjective. Japanese adjective(けいようし)categorized into two kinds, adjective (けいようし) -i and -na ending. The Japanese -i ending should follow adjectives with the last letters at -ii, -ai, -oi and -ui. Therefore, these adjectives(けいようし) are knownas -i for example: oishii おいしい –delicious, chiisai ちいさい –small, omoshiroi おもしろい – interesting, warui わるい –ugly. Japanese adjective(けいようし) meaning keiyoushi serves to show the state, characteristic or feeling which has -i ending. The method used in this research was descriptive. It is a precise method to achieve a maximal achievement of the research -i . Based on the analysis, a conclusion can be drawn regard to the usage of sentence pattern of keiyoushi -i ending adjective, they are: 1. The usage of -i ending adjective is to explain a condition state of a thing. 2. The less understanding in -i ending adjective usage pattern and the various kinds of new adjective, unknown meaning or unlearn clearly and detail. Those adjective are misunderstood as well as less practice in Japanese sentence examples. It is hoped to read more Japanese sentence that used -i ending adjective, increase self motivation by learn precisely and correctly, searching related reference that connect to the -i ending adjective.
EFFORTS TO PRESERVE BANTIK LANGUAGE IN MANADO CITY Moniung, ilke Janemralina; Tatiana S. Claudia; Dina Ch. M. Rottie
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 8 No 2 (2024): SANTHET: (JURNAL SEJARAH, PENDIDIKAN DAN HUMANIORA) 
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v8i2.4675

Abstract

Indonesia has 718 regional languages. Bantik is one of the regional languages used by people in North Sulawesi. However, the results of expert research show that the Bantik language is in an endangered status. The threat of extinction of a language is a serious problem that needs attention from various parties, including the government, education practitioners, researchers and the user community itself. The rapid development of the era of globalization and modernization threatens the existence of minority languages, including the Bantik language. Then how are the efforts to maintain it to prevent or even solve this problem? The purpose of this study is to identify and explore how the existence of the Bantik language is through the efforts of the user community itself. The data for this study were collected using survey techniques with research instruments in the form of questionnaires, interviews, and direct observation. Data were analyzed qualitatively. The research location at this stage includes 4 sub-districts in the Malalayang area. The results of the study show that the Bantik people in the Malalayang area are concentrated in one community living side by side and still maintaining their culture. But in terms of the use of Bantik language in everyday life, only among the elderly, while among young people and children no longer use Bantik language. The results of observations on the use of Bantik language in groups that are still active show that the use of Bantik language is mixed with Manado Malay. Judging from the structure of society, 85% are Christian, and many religious activities are carried out every day. This can be used as a facility to foster motivation to use Bantik language through these activities. If these potentials are utilized properly, it will be one solution to revive the use of Bantik language.
Pengenalan Budaya Tradisional Jepang Kaligrafi (Shodou) Kepada Mahasiswa Politeknik Jurusan Pariwisata Manado Kojong, Maxi; Moniung, Ilke Janemralina; Claudia, Tatiana Stary
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.576

Abstract

Jepang tidak hanya dikenal melalui budaya populernya, tetapi juga lewat berbagai tradisi yang sarat nilai sejarah dan filosofi. Salah satu warisan budaya tersebut adalah kaligrafi Jepang (Shodou), yakni seni menulis menggunakan kuas, tinta, dan kertas hanshi yang menekankan keindahan bentuk huruf. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk memperkenalkan Shodou kepada mahasiswa Politeknik Pariwisata Manado sehingga mereka dapat merasakan pengalaman langsung dalam mempelajari budaya tradisional Jepang sekaligus meningkatkan kemampuan mengenali, mengingat, dan menuliskan huruf kanji melalui latihan yang sistematis dan berulang. Dampak kegiatan ini terlihat dari meningkatnya pemahaman mahasiswa mengenai budaya Jepang serta bertambahnya antusiasme mereka dalam mempelajari kanji melalui pendekatan seni. Selain memperluas wawasan budaya, Shodou juga memberikan manfaat edukatif seperti penguatan fokus, ketelitian, kreativitas, serta kemampuan mengontrol gerakan tangan. Dengan menggunakan metode deskriptif, artikel ini membahas tahapan pelaksanaan kegiatan, tanggapan peserta, serta pengaruhnya terhadap pemahaman budaya Jepang dan keterampilan dasar menulis kanji. Secara keseluruhan, PKM ini menghadirkan bentuk pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di bidang pariwisata..