Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Pesan Persuasif Kelompok Cyberprotest di Twitter Aisyah, Vinisa Nurul
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v4i1.1906

Abstract

This study analysed persuasive messages by cyberprotest group on Twitter, especially in the case of Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang. Persuasive messages on Twitter were identified based on argument type, interaction type, and messages format. This study used elaboration likelihood model and quantitative content analysis method. The result of the study indicated that Twitter could be used as a persuasive communication space for protest groups. Central and peripheral route were facilitated by the features provided by Twitter.
Strategi Keterbukaan Diri Oleh Pendamping kepada Anak-anak Korban Kekerasan Seksual di Surakarta Azis Arouf; Vinisa Nurul Aisyah
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2020): VOLUME 15 NO 1 OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol15.iss1.art3

Abstract

The purpose of this research is to understanding the strategy of self-disclosure conducted by companion of Yayasan Kakak Surakarta to children’s sexual abuse victim. Self-disclosure by companion to children’s sexual abuse victim be used to resolve case of children’s sexual abuse and rehabilitations process of victim. The type of research is descriptive and qualitative with determine the informant use purpossive sampling. The technique data collection use indepth-interview and observation. Data validity using data triangulation. The results of this research is companion from Kakak Foundation Surakarta has different strategy at each area self-disclosure. Open area, companion use strategy that collaboration with another affairs and sharing tasks between companions from Kakak Foundation based on victim data. Hidden area companion use empathy to rising up the confidence and give pleasent feel for victim to reveal the sexual abuse incident. Blind area companion use strategy give powerfull respons to children’ sexual abuse victim in order to tell the information that in point of fact they don’t know about. Meanwhile in unknown area constitute area that can not be reveal because that is about the victim destiny in the future after the case resolved.
Pemberdayaan Jurnalistik bagi Organisasi Kepemudaan Masjid pada Forsam Klaten Selatan Vinisa Nurul Aisyah
WARTA LPM WARTA LPM, Vol. 23, No. 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v23i1.8999

Abstract

Informasi bukan milik media massa dan wartawan saja. Sejak berkembangnya internet, informasi bukan menjadi hal yang sulit didapatkan. Peran masyarakat sebagai khalayak aktif dalam penyebaran informasi melalui dunia maya ini perlu diimbangi dengan kemampuan penulisan website. Salah satu organisasi kepemudaaan, Forum Silaturahmi Antarmasjid (FORSAM) Klaten Selatan merespon baik kebutuhan informasi dalam era digital dengan membuat wadah resmi yaitu website FORSAMklaten.com. Website memiliki peran penting dalam organisasi melalui. Pertama, sisi internal, yaitu sebagai wadah anggota untuk menyalurkan potensi di budang tulis menulis. Kedua, sisi eksternal, website menjadi media resmi yang menyampaikan informasi, jadwal kegiatan dan agenda FORSAM beserta jaringannya. Kehadiran website ini kemudian perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan penulisan website anggota sehingga dilaksanakan pelatihan penulisan website ini. Metode pelatihan dilakukan dengan tiga cara yaitu ceramah, praktik penulisan kemudian evaluasi dan pendampingan penulisan. Sesi ceramah menekankan penjelasan awal tentang prinsip-prinsip jurnalistik secara umum sementara praktik penulisan dan evaluasi lebih menekankan pada partisipasi peserta workshop. Kegiatan ini juga beberapa rekomendasi untuk keerlanjutan pengelolaan website yaitu pembuatan struktur untuk pengurus website, rubrikasi yang lebih spesifik, pembuatan jadwal piket dan penambahan fitur website terkait dengan link jaringan FORSAM Klaten Selatan. Melalui pelatihan ini diharapkan adanya peningkatan kompetensi anggota FORSAM Klaten Selatan di bidang tulis menulis sehingga mampu mengelola website mereka secara optimal.
Communication Apprehension pada Mahasiswa Fakultas Hukum dalam Menghadapi Peradilan Semu Listya Widayanti; Vinisa Nurul Aisyah
PETANDA: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 2, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.93 KB) | DOI: 10.32509/jhm.v2i1.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya communication apprehension di kalangan mahasiswa Fakultas Hukum pada peradilan semu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teori yang digunakan adalah Comunication Apprehension. Metodenya adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2016 yang mengambil Mata Kuliah Penanganan Perkara Konstitusi. Mahasiswa dipilih menggunakan teknik snowball.. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian menujukkan, jenis communication apprehension yang muncul adalah trait apprehension, context, audience, situational. Communication apprehension terjadi karena dua factor, yaitu faktor internal yang mencakup kurangnya kepercayaan diri mahasiswa, dan faktor eksternal yang meliputi mahasiswa merasa sedang dievaluasi, tekanan dan waktu.
MEMAHAMI BINGKAI MEDIA ONLINE DALAM NARASI HUKUMAN MATI KASUS KORUPSI BANSOS Varian Caezar Himawan Mulya; Vinisa Nurul Aisyah
Komuniti: Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Volume 14, No. 2, September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v14i2.17830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi hukuman mati disajikan di media massa online. Narasi hukuman mati dalam penelitian ini merujuk pada isu yang berkembang saat kasus korupsi bantuan sosial terungkap KPK tahun 2020. Narasi hukuman mati yang dibingkai media online dianalisis dengan menggunakan analisis framing konsep milik Robert N Entman. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian diambil dari pemberitaan media Kompas.com dan Tempo.co antara bulan Desember 2020 hingga Maret 2021. Hasil dan pembahasan penelitian melalui analisis empat unsur framing menunjukkan bahwa, pertama, Kompas.com dan Tempo.co menunjukan dukungannya dengan adanya keselarasan narasi hukuman mati untuk para koruptor bansos. Kedua, media tersebut tidak memberikan ruang untuk pihak Juliari Batubara untuk membela haknya. Walaupun terdapat kesamaan yaitu mendukung narasi hukuman mati tersebut, terdapat perbedaan dalam pengambilan data yang dilakukan oleh Kompas.com dan Tempo.co yaitu dari elemen dan latar belakang narasumber.
Analisis Pengelolaan Kesan Mahasiswi Bercadar di Instagram Dimas Bagus Aditya Pamungkas; Vinisa Nurul Aisyah
Borobudur Communication Review Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bcrev.4982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan kesan mahasiswi bercadar di Instagram. Cadar merupakan salah satu cara berpakaian seseorang yang masih memiliki stigma dalam masyarakat sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan. Pengelolaan kesan dalam penelitian ini menggunakan Teori Dramaturgi yang dikemukakan oleh Erving Goffman. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara sebagai metode pengambilan data serta analisis induktif sebagai teknik analisis data. Data divalidasi menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Instagram sebagai front stage menggambarkan kesan informan sebagai pribadi religius, organisatoris, dan suka berpergian. Sementara backstage informan ditemukan adanya penolakan dari lingkungan keluarga namun informan tidak pernah memperlihatkan respon pengalamanya mengenai penolakan tersebut.
Framing Kasus Ujaran Kebencian di Televisi Faishal Luthfi Wanda Bukhroni; Vinisa N. Aisyah
Jurnal Komunikasi Global Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.242 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v9i1.15990

Abstract

Ahmad Dhani telibat dalam kasus ujaran kebencian dan akhirnya divonis bersalah atas cuitannya di Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana TvOne membingkai berita kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ahmad Dhani. Model framing yang digunakan dalam penelitian ini adalah model framing milik Robert N. Entman yang berfokus pada pemilihan isu dan penonjolan aspek dari suatu berita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan  menggunakan tiga berita TvOne pada periode November 2017 sampai Februari 2019 sebagai unit analisisnya, yang dianalisa dengan melihat teks, durasi dan scene. Berdasarkan element framing Entman yaitu Define Problem, Diagnose Cause, Moral Judgement, dan Treatment Recommendation, hasil penelitian menunjukkan tiga hal dalam pemberitaan tersebut, yaitu ketidakberimbangan narasumber, pengulangan narasi Ahmad Dhani tidak bersalah, dan kontroversi UU ITE di Indonesia.Ahmad Dhani was involved in the case of hate speech and was ultimately convicted of his post on Twitter. This study aims to find out how TvOne framed the case of hate speech committed by Ahmad Dhani. The framing model used in this study is Robert N. Entman's framing model, focusing on the selection of issues and highlighting aspects of a story. This study used a qualitative method using three TvOne clips from November 2017 until February 2019 as the unit of analysis, analyzed by looking at the text, duration and scene. Based on Entman's framing elements such as Define Problem, Diagnosis Cause, Moral Judgment, and Treatment Recommendation, the results of the study identified three frames in the news, including the imbalance of the sources, the narrative of Ahmad Dhani's innocence, and the controversy over the ITE Law in Indonesia. 
Perjuangan Jurnalis Lokal dalam Memberitakan Covid-19 Vinisa Nurul Aisyah
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 8 No. 1 (2023): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v8i1.10093

Abstract

Information is a primary need in dealing with COVID-19. In this case, local media is one of the closest sources of information and controls problems in local communities, especially during the pandemic. For this reason, this study aims to analyze how local journalists as communicators in mass communication produce messages to overcome the infodemic during the COVID-19 pandemic. This study used Schoemaker and Reese's hierarchy of influence model to dissect the process of producing messages for local journalists. This study employed qualitative methods through in-depth interviews and interactive analysis. The findings in this study revealed that in producing news during a pandemic, journalists experienced various obstacles. These obstacles were spread across three levels: first, the personal level, which is related to journalists' perception and lack of understanding of COVID-19. The second is the routine practice level, including the lack of a verification process and the stuttering technology use. Third, the organization level is related to guaranteeing the welfare and safety of journalists, which is not optimal. This study recommends a solution for integrating technology in the news production process and guaranteeing journalists' welfare, which is still a classic problem in Indonesia.   
Self Presentation of Idol K-Pop Roleplay Account in Twitter Farizqi Feryadhi Prasetyo; Vinisa Nurul Aisyah
MEDIASI : Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Vol 4, No 3 (2023): September
Publisher : Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/mediasi.v4i3.831

Abstract

This study aims to find out how self-presentations are made by users of K-Pop Idol roleplay accounts on Twitter. Roleplay is the activity of someone who assumes himself as another person or in a certain role. This research was conducted concerning the dramaturgical theory of Erving Goffman. This research is a type of descriptive qualitative research. In this study, data were obtained through observation and interviews which were then analyzed using interactive data analysis techniques. The results obtained in this study indicate that the resource person's roleplay account is the front stage which contains settings, appearance, and manner. Meanwhile, the back stage of the informant is the original life of the resource person which then becomes a place of preparation to form self-concept or impressions in the world of roleplay. Self-presentation can be seen from the appearance of the speakers on the front stage. While the preparation in the back stage includes the concept of identity, reference and motivation. Apart from that, in the back stage, the informant tends to hide the fact that he is a roleplayer
Assistance in identifying the potential of the Kembang Kuning tourist village, Cepogo District, Boyolali Rina Sari Kusuma; Ratri Kusumaningtyas; Nieldya Nofandrilla; Budi Santoso; Vinisa Nurul Aisyah; Yanti Haryanti; Yudha Wirawanda
Community Empowerment Vol 8 No 10 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.9782

Abstract

Tourism is one of the pillars of the local economy in Indonesian society, and as such, this sector should receive special attention to maintain and develop it. The COVID-19 pandemic has caused significant economic disruption, leading to a prolonged crisis. Kembang Kuning Village in Boyolali is an example of a tourism industry that possesses natural and cultural resources, which could serve as capital to establish a tourist village but has been hindered by the pandemic. This mentoring activity aims to revitalize tourist villages by identifying their potential. The service method includes traning and education of SWOT analysis. The results of the service demonstrate that there are strategies that Kembang Kuning Village can implement to not only restore local residents' income from the tourism sector but also enhance the quality of the existing tourist villages.