Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Rest Area Tipe – A di Jalan Tol Ngawi – Kertosono dengan Pendekatan Green Building Said, Mukhammad Nur; Natalia, Dita Ayu Rani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Ngawi terletak di wilayah barat Propinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Propinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Kabupaten Ngawi adalah 1.298,58 km2, di mana sekitar 40 persen atau sekitar 506,6 km2 berupa lahan sawah. Sesuai perkembangan infrastruktur jalan Tol dari Jakarta menuju Surabaya kabupaten Ngawi merupakan akses jalur jalan Tol Trans Jawa, Jalan Tol Ngawi Kartosono sendiri memiliki panjang 87,02 km yang menghubungkan Jawa Tengah dengan Jawa Timur, di jalan Tol Ngawi-Kartosono senidi terdapat dua Rest Area tipe A dan tipe B, melihat perkembangan jaman makin berkembang dan pertumbuhan infrastruktur maka dibutuhkan sebuah Rest Area tipe A yang berada di Jalan Tol Ngawi-Kartosono yang berada di derah kecamatan Mantingann. Perancangan Rest Area tipe A di kabupaten Ngawi menggunakan pendekatan Green Building, Pada umumnya Rest Area bersuhu sangat panas, kurangnya ruang terbuka hijau, kurangnya pencahayaan serta bukaan yang alami maka dari itu di butuhkanlah penerapan konsep Green Building tersebut guna untuk mengatasi permasalah yang terdapat di Rest Area tersebut dikarenakan site terletak di daerah penghijauan maka pemilihan Green Building tersebut sebagai tujuan umum guna menjaga ekosistem sekitar.
Pendekatan Neo-Vernakular pada Redesign Taman Budaya Kalimantan Barat Pratiwi, Widya; Natalia, Dita Ayu Rani
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2020: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Budaya Kalimantan Barat merupakan wadah bagi pelaku seni dan budaya. Merupakan pusat aktivitas budaya terbesar di provinsi Kalimantan Barat. Taman Budaya ini tidak pernah di perbaiki sedikit pun hingga sekarang. Mengingat Kalimantan Barat memiliki suku Melayu dan suku Dayak yang sangat dominan, setiap tahunnya Kalimantan Barat memiliki event kebudayaan dan minat sanggar yang semakin meningkat. Pada kenyataannya gedung Taman Budaya Kalimantan Barat ini mengalami penurunan fungsi karena kapasitas pengguna semakin meningkat dan banyak bagian-bagian struktur utama memiliki kerusakan yang fatal, seperti rangka atap yang rapuh dikarenakan menggunakan kayu dan dinding yang bolong/retak dikarenakan tidak menggunakan batu bata, sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan sebagaimana mestinya dalam jangka panjang. Pendekatan Neo-Vernakular mengambil dari analisa Rumah Tradisional Suku Melayu Kalimantan Barat. Dengan tujuan untuk menanam unsur-unsur tradisional yang tidak dapat dilupakan begitu saja. Mengambil filosofi dan kebiasaan yang terdapat dari Rumah Tradisional Suku Melayu Kalimantan Barat. Hasil dari perancangan ini adalah membuat gedung yang layak untuk seniman di Kalimantan Barat khusus nya Kota Pontianak.