Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PATTERNS OF TRANSCRANIAL DOPPLER FLOW VELOCITIES AND CAROTID INTIMA MEDIA THICKNESS (CIMT) IN JAVANESE ISCHEMIC STROKE Danuaji, Rivan; Subandi, Subandi; Apriyanto, Arif; Dewi, Endang Kusuma; Suroto, Suroto; Mirawati, Diah Kurnia; Budianto, Pepi; Hambarsari, Yetty; Hamidi, Baarid Lukman; Prabaningtyas, Hanindya Riani; Sulistyani, Sulistyani
Biomedika Vol 12, No 1 (2020): Biomedika Februari 2020
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v12i1.9921

Abstract

ABSTRACTIntracranial atherosclerosis is the most common cause of stroke in Asia including Indonesia. Transcranial Doppler (TCD) is a noninvasive tool which able to detect intracranial atherosclerosis. The purpose of this study was to determine the pattern of TCD waves in Javanese ischemic stroke patients and Carotid Intima Media Thickness (CIMT), and its correlation to demographic data. This is a cross-sectional study was conducted at Hospital X Surakarta. All Javanese ischemic stroke treated in stroke unit were examine for flow velocity using TCD and CIMT using ultrasound. Chi square was used to analyzes the relationship between age, gender, stroke type and the thickness of CIMT.  A total of 43 ischemic stroke patients were examined for TCD, consisting of 30 (69.77%) men and 13 (30,23%) women. The results showed that 31 (72.09%) had intracranial abnormalities in the form of stenosis or occlusion on MCA (23.26%), ACA (4.65%), PCA (4.65%), vertebral arteries (6.98 %) and other locations (32.56%). Thickening of CIMT was obtained as much as 22 (51,16%) of the patients. Age was a factor associated with CIMT thickening with (P: 0.041), while gender and type of stroke did not (P>0,05)). To sum up Intracranial flow velocity abnormalities often occur in Javanese ischemic stroke patients, while CIMT thickening is not associated with ischemic stroke pathologyKeywords: TCD, Stroke Ischemic, Flow Velocity, CIMT, JavaneseABSTRAKAterosklerosis intrakranial adalah penyebab paling umum dari stroke di Asia termasuk Indonesia. Transcranial Doppler (TCD) adalah alat noninvasif yang mampu mendeteksi aterosklerosis intrakranial. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola gelombang TCD pada pasien stroke iskemik suku Jawa dan Carotid Intima Media Thickness (CIMT), dan korelasinya dengan data demografi. Penelitian cross-sectional ini dilakukan di Rumah Sakit X Surakarta. Semua stroke iskemik suku Jawa yang dirawat di unit stroke diperiksa untuk kecepatan aliran menggunakan TCD dan CIMT menggunakan ultrasound. Chi square digunakan untuk menganalisis hubungan antara usia, jenis kelamin, jenis stroke dan ketebalan CIMT. Sebanyak 43 pasien stroke iskemik diperiksa untuk TCD, terdiri dari 30 (69,77%) pria dan 13 (30,23%) wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 31 (72,09%) memiliki kelainan intrakranial dalam bentuk stenosis atau oklusi pada MCA (23,26%), ACA (4,65%), PCA (4,65%), arteri vertebral (6,98%) dan lokasi lain (32,56%). Penebalan CIMT diperoleh sebanyak 22 (51,16%) dari pasien. Usia adalah faktor yang terkait dengan penebalan CIMT dengan (p= 0,041), sedangkan jenis kelamin dan jenis stroke tidak (p> 0,05), sehingga ditarik kesimpulan bahwa kelainan kecepatan aliran intrakranial sering terjadi pada pasien stroke iskemik Jawa, sedangkan penebalan CIMT tidak berhubungan dengan patologi stroke iskemik.Kata Kunci: TCD, Stroke Iskemik, Flow Velocity, CIMT, Suku Jawa
Relationship between APO-A, APO-B, and C-reactive Protein with Depression in Epileptic Patients Mirawati, Diah Kurnia; Widhianingsih, Nella Lusti; Rakhma, Titian; Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Budianto, Pepi; Prabaningtyas, Hanindya Riani; Putra, Stefanus Erdana
Indonesian Journal of Medicine Vol. 5 No. 4 (2020)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.393 KB) | DOI: 10.26911/theijmed.2020.5.4.348

Abstract

Background: Epilepsy is one of the oldest neurological disease requiring long-term treat­ment. Long-term use of certain anti-epileptic drugs (AED) will strongly induce cytochrome-P450 (CYP) enzyme resulting increase of homo­cysteine associated with risk of cerebrovascular disease and depression. The purpose of this study was to determine relationship between serum level of ApoA, ApoB, and C-Reactive Protein (CRP) with depression in epileptic patients receiving AED therapy.Subjects and Method: Respondents of this cross-sectional study were epileptic outpatients in neurology clinic Dr. Moewardi Hospital, Surakarta receiving AED therapy and met inclusion and exclusion criteria. Depression condition was evaluated by Hamilton Depress­ion Rating Scale (HDRS). Serum level of ApoA, ApoB, and CRP of each respondent were mea­sured from vein blood. Data were analyzed by a multiple linear regression.Results: There were 51 epileptic patients with proportional ratio between men and women (1.2:1) with age range from 18 to 59 years old. The average length of AED 92.67 months (Mean= 92.67; SD= 91.58). Average of HDRS score was 8.49. Meanwhile, average of ApoA level was 86.14 mg/dL, average of ApoB level was 47.57 mg/dL, and average of CRP level was 0.18 mg/dL. Serum level of ApoA, ApoB, and CRP increased depression (HDRS score) in epileptic patients.Conclusion: There was a statistically signi­fi­cant relationship between serum level of ApoA, ApoB, and CRP with depressive condi­tion of epileptic patients receiving long-term AED treatment.Keywords: ApoA, ApoB, C-Reactive Protein, depression, epilepsyCorrespondence: Diah Kurnia Mirawati. Neurology Department of Dr. Moewardi Regional General Hospital/ Medical Faculty of Universitas Sebelas Maret, Indonesia. Email: diahkm@staff.uns.ac.id.Indonesian Journal of Medicine (2020), 05(04): 282-290https://doi.org/10.26911/theijmed.2020.05.04.03. 
Penyuluhan Dampak Lama Waktu Membatik dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Kampoeng Batik Laweyan Mirawati, Diah Kurnia; Budianto, Pepi; Prabaningtyas, Hanindya Riani; Putra, Stefanus Erdana; Hafizhan, Muhammad; Susilo, Wahyu Agung; Santosa, Novian Anindito
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.45576

Abstract

Pengabdian masyarakat berjudul “Penyuluhan Dampak Lama Waktu Membatik dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Kampoeng Batik Laweyan” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pengrajin batik akan dampak negatif gerakan tangan yang repetitif atau berulang selama membatik dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini juga bertujuan mengarahkan para pembatik untuk melakukan modifikasi posisi kerja yang ergonomis dalam proses membatik sehingga dapat mencegah timbulnya kejadian CTS. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahaman dan informasi terkait dampak lama waktu membatik serta pencegahan kejadian CTS pada pembatik. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat pada mitra berupa pemetaan demografi pengrajin batik dengan cara mendata jumlah pembatik, jenis kelamin, umur, lama masa kerja sebagai pembatik, frekuensi gerakan repetitif pada pergelangan tangan, riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan elektromiografi (EMG) gratis pada pembatik, dan analisa hasilnya. Selanjutnya, peneliti melakukan penyuluhan dengan cara menjelaskan hasil pemeriksaan EMG, dampak negatif yang ditimbulkan dari gerakan tangan repetitif dalam membatik, diskusi dan tanya jawab, edukasi posisi kerja yang ergonomis dalam membatik, serta evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para pembatik memiliki pemahaman yang meningkat dibandingkan sebelum penyuluhan tentang hubungan lama waktu membatik dan dampak buruknya, sehingga meningkatkan kesadaran para pembatik akan kejadian CTS yang dapat timbul akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Kata kunci: Carpal Tunnel Syndrome, pengabdian masyarakat, pengrajin batik, penyuluhan