Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANGIOPLASTIC STENOSIS IN SPONTANEOUS BILATERAL CAROTIC ARTERY DISSECTION: A CASE REPORT Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Suroto, Suroto; Mirawati, Diah Kurnia; Budianto, Pepi; Hambarsari, Yetty; Hamidi, Baarid Luqman; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Hutabarat, Ervina Arta Jayanti; Ristinawati, Ira; Tejomukti, Teddy; Tedjo, Raden Andi Ario; Santosa, Novian Anindito; Putra, Stefanus Erdana; Hafizhan, Muhammad
MNJ (Malang Neurology Journal) Vol. 10 No. 1 (2024): January
Publisher : PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Malang) - Indonesian Neurological Association Branch of Malang cooperated with Neurology Residency Program, Faculty of Medicine Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mnj.2024.010.01.20

Abstract

Case: A 28-years-old woman presented with sudden right extremities weakness, right sided facial droop, and not being able to speak. On examination, the patient had upper motor neuron (UMN) hemiplegia and motor aphasia. On blood laboratory, we found D-dimer level of 1068 ng/dl. A non-contrast head CT-scan and CT-angiography showed left cerebral hemisphere infarction, and bilateral carotid artery stenosis. Further investigation with transcranial Doppler demonstrated partial stenosis of internal carotid artery (ICA). On cerebral digital subtraction angiography (DSA), we observed pseudoaneurysm on the right ICA and flame-shaped appearance on the left ICA, both are common radiological finding of ICA dissection. Then we performed stenting angioplasty on bilateral ICA to provide recanalization, and aspirin 80mg q.d. and clopidogrel 75mg q.d. was initiated. Conclusion: Spontaneous dissection of the carotid artery can occur on young adults. DSA is considered as the gold standard for vascular examination, and stenting with angioplasty was performed for recanalization to prevent the progression to severe stroke.
Penyuluhan Dampak Lama Waktu Membatik dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Kampoeng Batik Laweyan Mirawati, Diah Kurnia; Budianto, Pepi; Prabaningtyas, Hanindya Riani; Putra, Stefanus Erdana; Hafizhan, Muhammad; Susilo, Wahyu Agung; Santosa, Novian Anindito
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.45576

Abstract

Pengabdian masyarakat berjudul “Penyuluhan Dampak Lama Waktu Membatik dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di Kampoeng Batik Laweyan” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pengrajin batik akan dampak negatif gerakan tangan yang repetitif atau berulang selama membatik dalam jangka waktu yang lama. Kegiatan ini juga bertujuan mengarahkan para pembatik untuk melakukan modifikasi posisi kerja yang ergonomis dalam proses membatik sehingga dapat mencegah timbulnya kejadian CTS. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahaman dan informasi terkait dampak lama waktu membatik serta pencegahan kejadian CTS pada pembatik. Metode pelaksanaan kegiatan pemberdayaan dan pengabdian masyarakat pada mitra berupa pemetaan demografi pengrajin batik dengan cara mendata jumlah pembatik, jenis kelamin, umur, lama masa kerja sebagai pembatik, frekuensi gerakan repetitif pada pergelangan tangan, riwayat penyakit sebelumnya, pemeriksaan elektromiografi (EMG) gratis pada pembatik, dan analisa hasilnya. Selanjutnya, peneliti melakukan penyuluhan dengan cara menjelaskan hasil pemeriksaan EMG, dampak negatif yang ditimbulkan dari gerakan tangan repetitif dalam membatik, diskusi dan tanya jawab, edukasi posisi kerja yang ergonomis dalam membatik, serta evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa para pembatik memiliki pemahaman yang meningkat dibandingkan sebelum penyuluhan tentang hubungan lama waktu membatik dan dampak buruknya, sehingga meningkatkan kesadaran para pembatik akan kejadian CTS yang dapat timbul akibat posisi kerja yang tidak ergonomis. Kata kunci: Carpal Tunnel Syndrome, pengabdian masyarakat, pengrajin batik, penyuluhan