Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP Pada Materi Kubus dan Balok Berdasarkan Gender Marpaung, Rizka Kezya; Tauran, Sonya Fanny
Tematik : Jurnal Konten Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2025): TEMATIK: Jurnal Konten Pendidikan Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Fakultas Tadris Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/tematik.v3i1.2056

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi matematis siswa SMP mada materi kubus dan balok berdasarkan gender. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu di SMP Advent Cimindi Kota Bandung kelas VII yang berjumlah 38 siswa, yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan tes kemampuan representasi matematis kepada siswa, yaitu representasi gambar, representasi verbal, dan representasi symbol. Siswa diberikan soal sebanyak 5 uraian yang sesuai dengan indicator kemampuan representasi matematis pada materi kubus dan balok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan jumlah siswa pada kategori KRM tinggi  18,42% ,  kategori KRM sedang 71,05%, dan kategori KRM rendah 18,42%. Rata-rata KRM siswa perempuan 80,55% , dan rata-rata KRM siswa laki-laki 58,23%.  Pada kategori tinggi terdapat rata-rata KRM siswa perempuan 97,53% ,dan siswa laki-laki 100%. Pada kategori sedang rata-rata KRM siswa perempuan 74,93% dan siswa laki-laki  60,05%; sedangkan pada kategori rendah rata-rata KRM siswa perempuan 51,58% dan laki-laki 35,80%. Siswa perempuan dan siswa laki-laki pada kategori KRM tinggi memiliki nilai rata-rata KRM gambar adalah tinggi, sedangkan siswa perempuan dan siswa laki-laki yang pada kategori KRM sedang dan KRM rendah memiliki nilai rata-rata KRM gambar yang rendah. Siswa perempuan dan siswa laki-laki pada kategori KRM tinggi memiliki nilai rata-rata KRM verbal adalah tinggi. Siswa perempuan dan siswa laki-laki yang pada kategori KRM sedang cenderung memiliki nilai rata-rata KRM verbal yang sedang. Sedangkan siswa perempuan dan siswa laki-laki yang pada kategori KRM rendah memiliki nilai rata-rata KRM verbal yang rendah. Siswa perempuan dan siswa laki-laki pada kategori KRM tinggi memiliki nilai rata-rata KRM simbol adalah tinggi. Siswa perempuan pada kategori KRM tinggi dan siswa laki-laki pada kategori KRM sedang. Siswa perempuan dan siswa laki-laki yang pada kategori KRM rendah memiliki nilai rata-rata KRM simbol yang rendah. KRM siswa perempuan lebih tinggi dari KRM laki-laki secara signifikan.
Pengembangan literasi dan numerasi guru sekolah dasar melalui program I-MES Jawa Barat bidang pengembangan guru SD di Kabupaten Pangandaran Eliva Sukma Cipta; Amam, Asep; Samnur Saputra; Dian Kurniawan; M. Nuur’aini Sholihat; Sonya Fanny Tauran; Nur Azizah
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.29405

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan keterampilan dasar yang masih menjadi tantangan bagi sebagian guru dan siswa di sekolah dasar, khususnya di daerah 3T yang memiliki keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan. Kondisi ini menghambat kualitas pembelajaran dan berdampak pada rendahnya minat baca serta kesulitan siswa dalam memahami konsep numerasi dasar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan literasi dan numerasi ke dalam kegiatan pembelajaran melalui program I-MES Jawa Barat Bidang Pengembangan Guru SD di Kabupaten Pangandaran. Kegiatan dilaksanakan di SDN 4 Mekarsari dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan pengawas sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan singkat berbasis presentasi interaktif mengenai strategi literasi dan numerasi, serta program donasi buku untuk memperkuat gerakan literasi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh inspirasi baru dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif, siswa mendapatkan tambahan sumber bacaan, serta terbangun sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Kesimpulannya, program pengabdian ini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, motivasi belajar siswa, serta memperlihatkan potensi pengembangan model pelatihan guru berbasis kebutuhan nyata di lapangan.