Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

RELASI GEREJA KATOLIK DAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI JOHN FRAME Siau, Bernadus Ferian Nover; Making, Valentino Candra Ului; Sudhiarsa, Raymundus I Made
Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan) Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral St. Petrus Keuskupan Atambua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61717/sl.v6i2.138

Abstract

Karya ilmiah ini membahas relasi antara Gereja Katolik dan budaya dalam perspektif teologi John Frame, khususnya melalui konsep Lordship of Christ dan etika triperspektival (normatif, situasional, eksistensial). Dalam konteks ini, Gereja dipanggil untuk menilai, mengkritisi, serta mengarahkan perkembangan budaya agar sejalan dengan kehendak Allah. Pendekatan triperspektival menawarkan kerangka analisis teologis yang menyeimbangkan antara kebenaran firman Tuhan, pemahaman terhadap situasi budaya, dan respons iman pribadi umat. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dalam konteks Gereja Katolik, pandangan Frame sejalan dengan ajaran Magisterium yang menekankan keterlibatan inkarnasional Gereja di tengah dunia. Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan beberapa buku dan jurnal dan membaca kritis atas sumber tersebut. Penulis menemukan sintesis antara teologi Frame dan ajaran Katolik memberikan dasar bagi model keterlibatan budaya yang transformatif, relevan, dan tetap setia pada kebenaran Injil di tengah perubahan zaman. Karya ilmiah ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua pendekatan teologis tersebut memperkaya strategi pastoral Gereja dalam merespons dinamika budaya modern. Oleh karena itu, disarankan agar Gereja terus mengembangkan dialog teologis lintas tradisi serta memperluas pendidikan digital pastoral bagi para pelayan dan umat.
Dari Ekoteologi ke Ekospiritualitas Rekonstruksi Kesadaran Ekologis Masyarakat Adat Benawas di Rimba Kobar Kwirinus, Dismas; Sudhiarsa, Raymundus I Made; Wijanarko, Robertus; Dou Lodo, Mikael
Kamaya: Jurnal Ilmu Agama Vol 9 No 2 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/kamaya.v9i2.5360

Abstract

This research examines the conceptual transformation from ecotheology to ecospirituality in reconstructing the ecological consciousness of the Benawas Indigenous community in Rimba Kobar. The study aims to identify how theological values rooted in human–nature relations evolve into more holistic, contextual, and experientially grounded spiritual practices. Employing a qualitative approach with an ethnographic method, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and narrative analysis of cultural practices and indigenous rituals. The findings reveal that the Benawas community perceives nature not merely as a creation to be theologically preserved, but as a sacred entity intrinsically embedded in their spiritual lifeworld. This transformation is marked by a shift from a normative-doctrinal framework toward an immanent, relational, and sustainability-oriented spiritual experience. The emerging ecospirituality reinforces an ecological ethic grounded in local wisdom, contributing to environmental preservation and resilience. This study underscores the importance of integrating theological and spiritual dimensions in addressing contemporary ecological crises, while offering an alternative perspective rooted in indigenous knowledge systems for advancing the discourse on religious ecology.