Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Father’s Role and Support in Fulfilling Nutrition of Children with Cancer: A Review Zulaikha, Fatma; Imamah, Nur Fithriyanti; Sureskiarti, Enok
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3758

Abstract

Cancer is a serious illness that experienced by children. In Indonesia, less than 30% of children cancers can be treated, due mostly to the parents' lack of awareness about care for child cancer patients, that includes therapy, medication, and nutritional therapy specifically for treatment of cancer. Father has responsibility in caring family’s health, including caring children with nutritional problem due to of illness. Objective: In this study, we reviewed literatures related to the father’s role and or father’s support in fulfilling children’s nutrition need during cancer treatment. Method: In this study, out of 1540 studies from the PubMed, Wiley, Science Direct, and Google Scholars, 7 articles included in the study analysis. The articles explored about fathers’ role and involvement in nutrition management with the children cancer patients (<18 yrs old) were included. Review, study reports, and articles related to the nutrition management in adult cancer patients have been excluded. Results: Majority articles showed a helpful connection between support and fathers' roles in children's nutrition to promote recovery and therapy development for pediatric cancer patients. Two themes emerged from the study; (1) Father’s Role in Recognizing the Nutrition Problems related to the Cancer (2) Father’s Support in Fulfilling Nutrition. Conclusion: Fathers' support for their children's cancer might improve their quality of life. The rigid relationship between children and fathers may also enhance children's appetite, increasing the chances of curing cancer in children.
The Relationship between Knowledge and Nutritional Status with the Incidence of Pneumonia in Toddlers at the Medika Utama Manggar Hospital, Balikpapan Rahma, Rahmatika; Zulaikha, Fatma
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): January Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i1.6370

Abstract

Pneumonia is an infectious disease that often affects toddlers due to low immunity, one of which is caused by poor nutrition, so their nutritional status is lacking. The lack of knowledge of mothers, aKnowledgemonia and the lack of proper dietary intake for toddlers can cause this. This study aims to determine the relationship between knowledge and nutritional status and pneumonia incidence in toddlers at the Medika Utama Manggar Balikpapan Hospital. The research design was quantitative, using a correlation research type with a cross-sectional approach. The population of mothers and toddlers treated at the Medika Utama Manggar Balikpapan Hospital who were treated from October to December 2023 was 152 toddlers. The sampling technique was Purposive Sampling with the Slovin formula, which obtained 116 respondents. The data was analyzed using the Spearman Rank. The results obtained were a relationship between knowledKnowledgee incidence of pneumonia (p-value = 0.004) with a correlation of 0.266 (low relationship) and a positive relationship direction. In the nutritional status variable, there is a relationship between nutritional status and the incidence of pneumonia (p-value = 0.000) with a correlation of 0.354 (low relationship) and a positive relationship direction. It can be concluded that the incidence of pneumonia in toddlers can be caused by the lack of knowledge on how to treat pneumonia and the low nutritional status of toddlers. The recommended suggestion is that mothers increase their knowledge to fulfill children's nutrition needs according to their growth and development.
Analisis Praktik Klinik Keperawatan Penggunaan Minyak Zaitun Secara Topikal Terhadap Perianal Hygiene pada Bayi Prematur untuk Mencegah Ruam Popok Di Ruang NICU RSUD Taman Husada Bontang Tahun 2022 Khofifah, Afira; Zulaikha, Fatma
Ners Muda Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v6i1.10175

Abstract

Pada bayi prematur kondisi klinisnya berdeda dengan bayi matur pada umumnya kondisi kulit bayi prematur tampak lebih tipis dan transparant, lemak subkutan pada bayi prematur lebih sedikit, pada area genitalia bayi prematur belum sempurna labia minora belum tertutupi oleh labia mayor pada bayi perempuan dan pigmentasi dan rugae pada sacrotum kurang, testis belum turun ke dalam scrotum pada bayi laki-laki. Untuk melakukan analisa terhadap kasus kelolaan dengan penggunaan minyak zaitun secara topikal terhadap perianal hygiene pada bayi prematur untuk pencegahan ruam popok. Selama intervensi 3 hari berturut-turut yang telah diberikan intervensi inovasi pengunaan minyak zaitun untuk mencegah ruam popok didapatkan terjadi perubahan derajat ruam popok yang dialami By.Ny.F. Pada hari pertama derajat ruam popok yang dialami By.Ny.F ada pada derajat 1 yaitu derajat ringan. Kemudian pada hari kedua derajat ruam popok yang dialami By.Ny.F dalam derajat 1 namun ada perubahan warna pada kulit di area bokong yang awalnya kemerahan menjadi memudar. Pada hari ketiga derajat ruam popok yang dialami By.Ny.F berada pada derajat 0 yang berarti terjadi penurunan derajat ruam pada kulit By.Ny.F yang awalnya terdapat kemerahan menjadi tidak terdapat kemerahan. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada derajat ruam popok dengan penggunaan minyak zaitun secara topikal pada perianal hygiene untuk mencegah ruam popok pada bayi.
Analisis Praktik Keperawatan Dengan Intervensi Stimulasi Oral Terhadap Peningkatan Berat Badan BBLR Tiara; Fithriyanti Imamah, Nur; Zulaikha, Fatma; Wayan Wiwin Asthiningsih, Ni
I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih Vol 7 No 1 (2026): I Care Jurnal Keperawatan STIKes Panti Rapih
Publisher : STIKes Panti Rapih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46668/jurkes.v7i1.396

Abstract

Latar Belakang: Bayi BBLR memiliki sistem fisiologis yang belum matang, termasuk fungsi oral-motor, sehingga berisiko tinggi mengalami masalah menyusui tidak efektif. Kondisi ini dapat menyebabkan asupan nutrisi yang tidak adekuat, keterlambatan peningkatan berat badan, serta memperpanjang lama perawatan. Permasalahan tersebut memerlukan intervensi keperawatan yang bersifat non-farmakologis, aman, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemampuan menyusu dan pertumbuhan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif di ruang NICU serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek adalah bayi BBLR yang dirawat di ruang NICU RSUD Inche Abdoel Moeis dengan diagnosis menyusui tidak efektif. Intervensi berupa stimulasi oral diberikan secara terstruktur sesuai standar operasional prosedur rumah sakit selama periode perawatan. Evaluasi dilakukan berdasarkan perubahan berat badan serta respons refleks oral-motor bayi. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pemberian stimulasi oral secara rutin memberikan dampak positif terhadap kondisi bayi. Terjadi peningkatan berat badan meskipun belum sepenuhnya mencapai target optimal sesuai usia gestasi. Selain itu, ditemukan perbaikan refleks hisap dan refleks rooting sebagai luaran tambahan yang diamati secara objektif selama proses evaluasi keperawatan. Respons ini menunjukkan adanya adaptasi fisiologis bayi terhadap intervensi stimulasi oral yang diberikan. Simpulan: Penerapan stimulasi oral pada bayi BBLR dengan masalah menyusui tidak efektif menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung peningkatan berat badan dan kematangan refleks menyusu. Stimulasi oral dapat direkomendasikan sebagai bagian dari intervensi keperawatan di ruang NICU untuk membantu proses menyusu dan menunjang pertumbuhan bayi secara optimal. Perawat diharapkan dapat mendampingi dan menerapkan intervensi ini secara konsisten sebagai bagian dari asuhan keperawatan neonatal. Kata kunci: Bayi Berat Lahir Rendah, Stimulasi Oral, Peningkatan Berat Badan