Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Good Corporate Governance, Profitabilitas, Carbon Emission Disclosure, Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Lestari Adhi Widyowati; Sri Setia Ningsih; Boy Dorahman
Jurnal Proaksi Vol. 11 No. 3 (2024): Juli - September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jpk.v11i3.6023

Abstract

Nilai perusahaan dapat dicapai melalui faktor keuangan dan non keuangan, karena investor tertarik pada perusahaan dengan laba dan masa depan yang baik. Perusahaan harus sadar bahwa pentingnya beroperasi secara berkelanjutan dengan menyeimbangkan antara Good Corporate Governance (GCG), profitabilitas dan Carbon Emission Disclosure (CED) untuk meningkatkan nilai perusahaan.  Penelitian ini untuk menganalisis peran CED dan profitabilitas pada pengaruh GCG terhadap nilai perusahaan. Metode penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu 178 perusahaan manufaktur di BEI tahun 2018-2022. Data diambil secara purposive sampling dan menghasilkan 210 sample. Untuk menganalisa data penelitian ini menggunakan perangkat lunak smartPLS versi 3.0. Uji validitas dan reliabilitas menggunakan model pengukuran, sedangkan uji kausalitas menggunakan model structural. Hasil penelitian adalah sebagai berikut bahwa GCG, CED dan profitabilitas berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan. CED berpengaruh langsung terhadap profitabilitas. Profitabilitas dan CED tidak dapat memediasi pengaruh GCG pada nilai perusahaan. Penelitian ini memberikan bukti empiris bagaimana GCG, profitabilitas, CED mempengaruhi nilai perusahaan serta CED mempengaruhi profitabilitas. Selanjutnya penelitian ini juga menyiratkan bahwa untuk meningkatkan nilai perusahaan tidak hanya berasal dari faktor finansial saja tetapi juga dari nonfinansial yang menjadi kebaruan dalam penelitian ini.
Agilitas Perbankan dalam Analisis TCCM: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Rani, Inta Hartaningtyas; Lestari Adhi Widyowati; Jara Hardiyanti Jalih
Solusi Vol. 24 No. 1 (2026): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i1.13533

Abstract

Institusi perbankan dikenal memiliki regulasi yang ketat dan memprioritaskan keamanan tercermin pada sifat birokratis serta reputasi yang kurang memiliki agilitas. Meskipun demikian, industri keuangan berada pada posisi kedua dalam industri yang berhasil melaksanakan transformasi agilitas. Hal ini menuntut sintesis komprehensif mengenai konteks penelitian spesifik dan pemetaan literatur saat ini. Studi ini menggunakan SPAR-4-SLR (Scientific Procedures and Rationales for Systematic Literature Review) untuk meninjau dan menyintesis secara sistematis 35 studi pada basis data Web of Science dan Scopus. Sintesis ini berfokus pada agilitas pada sektor dengan regulasi ketat, seperti per-bankan dan institusi pemerintah, mengacu pada kerangka kerja TCCM (Theory, Context, Characteristics, Methodology). Hasil penelitian ini merangkum dan mensintesa penelitian terdahulu di bidang ini serta memberikan landasan yang kokoh bagi studi selanjutnya. Secara keseluruhan, dengan masih terbatasnya studi agilitas dari perspektif perbankan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menawarkan alur baru bagi pengem-bangan literatur dan praktik perbankan  
The Purbaya Effect: Event Study of Leadership Signalling Rani, Inta Hartaningtyas; Widyowati, Lestari Adhi; Jalih, Jara Hardiyanti
Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen Vol 7 No 2 (2026): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jakman.v7i2.5895

Abstract

Purpose: This study examines how the appointment of a new Minister of Finance affects stock price movements in the Indonesian capital market, with a focus on banking and manufacturing, which are directly affected sectors. Methodology/approach: This study uses an event-study design to investigate the existence of the “Purbaya Effect” by analyzing daily movements of the Jakarta Composite Index (JCI) and sectoral indices. Abnormal returns and cumulative abnormal returns are calculated using a 30-day window centered on the appointment date (September 8, 2025). Cross-sector sensitivity is assessed by comparing the short-term price responses of banking stocks, which are closely linked to fiscal-monetary transmission, and manufacturing stocks, which are more sensitive to demand expectations, the cost of capital, and risk sentiment. Results/Findings: The results confirm a significant “Purbaya Effect” at the aggregate market level following the ministerial appointment. Sectoral analysis indicates asymmetric responses: manufacturing stocks exhibit statistically significant price adjustments (sig 0.00<0.05), whereas the banking sector shows no comparable significant response (sig 0.183>0.05). Conclusions: Every cabinet change signals the quality of economic information to the capital market, which can be responded to negatively or positively Limitations: The study is confined to a 60-day event window, covers only two major sectors, and does not explicitly control for other macroeconomic or political events that may overlap with the announcement period. Contributions: The confirmation of the ‘Purbaya Effect” demonstrates that fiscal communication should be considered a signalling instrument with a real impact on price formation and capital allocation in the market.