Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

Media Video dalam Peningkatan Perilaku Pemberian Makanan Bayi Dan Anak Ahriyasna, Risya; Masri, Erina; Yanti, Rahmita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/25j64w37

Abstract

Pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) sangat penting dalam masa 1000 hari pertama kehidupan. Keberhasilan pemberian makan bayi dan anak berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan praktik ibu baduta sehingga perlu pemberian edukasi untuk meningkatkannya. Media edukasi sangat mempengaruhi efektifita dalam penerimaan informasi, dimana media audio visual biasanya lebih menarik jika dibandingkan dengan media audia ataupun visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbedaan pengaruh edukasi gizi dengan media video dan leaflet terhadap pengethauan, sikap dan praktik pemberian makanan bayi dan anak di desa Gunung Labu Kabupaten Kerinci. Penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest two group design. Jumlah sampel sebanyak 60 orang, 30 orang intervensi dengan media video dan 30 intervensi media leaflet dengan kriteria. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon dan untuk melihat perbedaan kedua media menggunkan uji Mann and Whitney. Hasil penelitian menunjukan intervensi mengunakan media video rerata pengetahuan sebelum 5,3 dan sesudah 8, rerata sikap sebelum 30,1 dan sesudah 40,1, rerata praktik sebelum 2,17 dan sesudah 4,43. Intervensi dengan media leaflet rerata pengetahuan sebelum 4,9 dan sesudah 5, rerata sikap sebelum 29 dan sesudah 40,37, rerata praktik sebelum 1,8 dan sesudah 4,07. Media video memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap dibanding media leaflet (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan media video dan leafket terhadap parktik ibu baduta (p=0,915). Kesimpulannya adalah media video memiliki pengaruh lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu baduta dibanding dengan media leaflet.
Determinasi Status Gizi: Analisis Pola Makan, Kebiasaan Jajan, Jumlah Uang Saku, dan Aktivitas Fisik Wahyuni, Aiga; Yanti, Rahmita; Harleni, Harleni
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/svq7xk36

Abstract

Status gizi remaja merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahun 2024, WHO melaporkan 340 juta remaja mengalami gizi lebih. Menurut SKI, di Indonesia prevalensi gizi lebih pada remaja sebanyak 16,2%. Hal serupa ditemukan di Provinsi Jambi dan Kota Sungai Penuh dengan prevalensi gizi lebih sebanyak 9,4%. Hasil survei awal di Boarding School Arafah Kota Sungai Penuh menunjukkan mayoritas remaja dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja usia 13–15 tahun di Boarding School Arafah. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 April 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik berbasis cross sectional. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VII dan VIII berjumlah 117 orang. Sampel sebanyak 54 orang ditentukan dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan SQ-FFQ untuk pengukuran pola makan, FFQ untuk kebiasaan jajan, kuesioner jumlah uang saku, dan PAQ-A untuk aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0,003), kebiasaan jajan (p=0,002), dan aktivitas fisik (p=0,001) dengan status gizi. Sebaliknya, jumlah uang saku tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi (p=0,080). Dapat disimpulkan bahwa status gizi remaja di Boarding School Arafah dipengaruhi oleh pola makan, kebiasaan jajan, dan aktivitas fisik, sedangkan jumlah uang saku tidak memberikan pengaruh terhadap status gizi.