Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 0-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OPHIR PASAMAN BARAT TAHUN 2024 Yanti, Rahmita; Harleni, Harleni; Dila, Feni Abma
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 3 (2025): Vol. 7 No. 3 Edisi 2 April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i3.3052

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a baby born with a weight of less than 2500 grams. Based on WHO 2018 data, the prevalence of BBLR is 15.5% of all births in the world, of which 96.5% occurs in developing countries. The prevalence of LBW at the Ophir Health Center in 2021 was 3.1%, increased in 2022 to 4.1%, and 4.6% in 2023. The purpose of this study is to determine the Factors Associated with the Incidence of LBW in Mothers Who Have Babies Aged 0-12 Months in the Working Area of the Ophir West Pasaman Health Center in 2024. This type of research is cross sectional, the research was conducted in February-August with a population of 425 people and a sample of 58 people. Primary and secondary data collection by researchers with editing, coding, entry, processing, cleaning processing techniques and using univariate and bivariate analysis with chi square test. The results of this study showed that most mothers who had children aged 0-12 months in the working area of the West Pasaman Ophir Health Center gave birth with low birth weight. It was found that most mothers consumed carbohydrates, proteins, fats, which were lacking and nutritional status was poor with a p value of 0.000. Most mothers consume iron and are less knowledgeable with a p value of 0.001, which means that there is a meaningful relationship between carbohydrate, protein, fat, iron, nutritional status, and maternal knowledge consumption and the incidence of LBW. It is hoped that the community, especially pregnant mothers, will pay more attention to their pregnancy conditions and meet the needs of macronutrient and micronutrient intake and pay more attention to nutritional status so that the mother and fetus are healthy and the nutritional needs of the mother and fetus are met.Keywords: BBLR, Corbohydrates, Proteins, Fats, Iron, Nutritional status, Knowledge.
Studi Kasus Pada Pasien Diabetes Melitus Nova, Maria; Yanti, Rahmita
REAL in Nursing Journal Vol 3, No 3 (2020): REAL in Nursing Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/rnj.v3i3.1060

Abstract

Background: According to the International of Diabetic Federation there has been an increase in cases. The incidence of diabetes mellitus according to Riskesdas (2013) data increased from 1.1% in 2007 to 2.1% in 2013 from a total population of 250 million people. This research aims to carry out the process of standard nutritional care in care management clinical nutrition in diabetes millitus patients. Methods: This type of research is descriptive observational and uses purposive sampling method. Results: Patients were diagnosed with diabetes mellitus, the nutritional status of obese patients and the patient's diet was high in energy and fat. Conclusion: Based on the results of monitoring and evaluation on patients and the nutritional status of obese patients, intake before and after the intervention energy deficit is heavy, moderate protein deficit, good fat and carbohydrate deficit is heavy.Keywords: Nutritional Status, Patients, Diabetes Mellitus
Media Video dalam Peningkatan Perilaku Pemberian Makanan Bayi Dan Anak Ahriyasna, Risya; Masri, Erina; Yanti, Rahmita
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/25j64w37

Abstract

Pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) sangat penting dalam masa 1000 hari pertama kehidupan. Keberhasilan pemberian makan bayi dan anak berkaitan dengan pengetahuan, sikap dan praktik ibu baduta sehingga perlu pemberian edukasi untuk meningkatkannya. Media edukasi sangat mempengaruhi efektifita dalam penerimaan informasi, dimana media audio visual biasanya lebih menarik jika dibandingkan dengan media audia ataupun visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai perbedaan pengaruh edukasi gizi dengan media video dan leaflet terhadap pengethauan, sikap dan praktik pemberian makanan bayi dan anak di desa Gunung Labu Kabupaten Kerinci. Penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pretest-posttest two group design. Jumlah sampel sebanyak 60 orang, 30 orang intervensi dengan media video dan 30 intervensi media leaflet dengan kriteria. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis data untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon dan untuk melihat perbedaan kedua media menggunkan uji Mann and Whitney. Hasil penelitian menunjukan intervensi mengunakan media video rerata pengetahuan sebelum 5,3 dan sesudah 8, rerata sikap sebelum 30,1 dan sesudah 40,1, rerata praktik sebelum 2,17 dan sesudah 4,43. Intervensi dengan media leaflet rerata pengetahuan sebelum 4,9 dan sesudah 5, rerata sikap sebelum 29 dan sesudah 40,37, rerata praktik sebelum 1,8 dan sesudah 4,07. Media video memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap dibanding media leaflet (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan media video dan leafket terhadap parktik ibu baduta (p=0,915). Kesimpulannya adalah media video memiliki pengaruh lebih baik dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu baduta dibanding dengan media leaflet.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Umur 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang Tahun 2025 Yanti, Rahmita; Ilham, Dezi; Rini, Alya Masdhal; Mulyadi, Hendri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3361

Abstract

Stunting di Indonesia merupakan permasalahan yang telah menjadi perhatian nasional.Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017. Angkanya mencapai 36,4 persen. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada anak umur 2-5 di Wilayah Kerja Puskesmas Seberang Padang Kota Padang Tahun  2025, dengan variabel pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, pemberian ASI Eksklusif, asupan energi, dan asupan protein. Hasil penelitian Adanya hubungan antara pengetahuan Ibu dengan stunting, dengan p-value 0,00 (p-value <0,05), Adanya  hubungan antara sanitasi lingkungan dengan stunting, dengan p-value 0,00 (p-value < 0,05), Adanya  hubungan antara pemberian ASI Eksklusif dengan stunting, dengan p-value 0,04  (p-value < 0,05), Adanya  hubungan antara asupan energi dengan stunting, dengan p-value 0,00 (p-value < 0,05), Adanya  hubungan antara asupan protein dengan stunting, dengan p-value 0,02 (p-value < 0,05). Kesimpulannya adalah bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu, sanitasi lingkungan, pemberian ASI eksklusif, asupan energi, dan asupan protein, dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang tahun 2025.
Determinasi Status Gizi: Analisis Pola Makan, Kebiasaan Jajan, Jumlah Uang Saku, dan Aktivitas Fisik Wahyuni, Aiga; Yanti, Rahmita; Harleni, Harleni
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/svq7xk36

Abstract

Status gizi remaja merupakan faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Pada tahun 2024, WHO melaporkan 340 juta remaja mengalami gizi lebih. Menurut SKI, di Indonesia prevalensi gizi lebih pada remaja sebanyak 16,2%. Hal serupa ditemukan di Provinsi Jambi dan Kota Sungai Penuh dengan prevalensi gizi lebih sebanyak 9,4%. Hasil survei awal di Boarding School Arafah Kota Sungai Penuh menunjukkan mayoritas remaja dengan status gizi tidak normal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada remaja usia 13–15 tahun di Boarding School Arafah. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 April 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik berbasis cross sectional. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VII dan VIII berjumlah 117 orang. Sampel sebanyak 54 orang ditentukan dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan SQ-FFQ untuk pengukuran pola makan, FFQ untuk kebiasaan jajan, kuesioner jumlah uang saku, dan PAQ-A untuk aktivitas fisik. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0,003), kebiasaan jajan (p=0,002), dan aktivitas fisik (p=0,001) dengan status gizi. Sebaliknya, jumlah uang saku tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi (p=0,080). Dapat disimpulkan bahwa status gizi remaja di Boarding School Arafah dipengaruhi oleh pola makan, kebiasaan jajan, dan aktivitas fisik, sedangkan jumlah uang saku tidak memberikan pengaruh terhadap status gizi.