Granita, Granita
Pendidikan Matematika, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terhadap Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar di Era Digital Riswan Riswan; Risnawati Risnawati; Granita Granita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kedisiplinan siswa di era digital menjadi tantangan utama dalam pendidikan sekolah dasar, karena gangguan dari gawai dan media sosial sering mengurangi fokus belajar dan konsistensi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat terhadap pembentukan karakter disiplin siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa yang diberikan intervensi penerapan 7 kebiasaan selama empat minggu. Data karakter disiplin dikumpulkan melalui angket skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor posttest dibandingkan pretest, dengan rata-rata meningkat dari 62,3 menjadi 78,5. Analisis distribusi individu menunjukkan bahwa 83,3% siswa mengalami peningkatan signifikan, 10% meningkat moderat, dan 6,7% relatif stabil. Hal ini menegaskan bahwa penerapan kebiasaan secara konsisten membentuk disiplin akademik, sosial, spiritual, dan fisik secara menyeluruh. Kesimpulannya, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat efektif meningkatkan karakter disiplin siswa sekolah dasar, sekaligus membantu mereka mengatur waktu, mengendalikan diri, dan menghadapi gangguan era digital. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan program pembiasaan karakter di sekolah dasar.
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Otomatisasi Instrumen Evaluasi Pembelajaran Melalui Pelatihan Google Apps Script (GAS) dan Integrasinya dengan Google Form Sari, Arnida; Azmi, Memen Permata; Granita, Granita; Muhandaz, Ramon
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 3 No 3: BATIK Desember 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v3i3.2356

Abstract

The challenges of learning evaluation in the digital era demand efficiency and personalization. Google Forms (GF), although popular, has limited functionality when it comes to advanced automation, such as certificate creation, access restrictions, and complex notifications. This training aims to improve teachers' competency in utilizing Google Apps Script (GAS) to automate and develop GF-based learning evaluation instruments. The method used is Participatory Action Learning (PAL), which includes pre-tests, material delivery (lectures, demonstrations), independent practice, and post-tests. The results of the community service show significant improvements in teachers' understanding and skills in writing simple scripts, integrating GAS with GF and Google Sheets, and successfully creating automation solutions such as a system for sending quiz feedback and issuing digital certificates in real time. This increased competency has a direct impact on work efficiency and the quality of evaluation services to students.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMODELAN MATEMATIKA BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA Armelia Suryaputri; Granita Granita
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11364

Abstract

The current low level of students' mathematical modeling skills underscores the importance of implementing innovative learning models that can stimulate academic interest. This study focuses on whether the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model can improve mathematical modeling skills when viewed based on the mathematical disposition of seventh-grade students at a State Islamic Junior High School (MTs) in Kampar. The research method applied was an experiment with a factorial design. Sampling used a cluster random sampling technique, which designated class VII.4 as the experimental group with the PBL model and class VII.2 as the control group with direct learning. Data collection was carried out through modeling ability test instruments, mathematical disposition questionnaires, and classroom activity observation sheets, which were then analyzed using a two-way ANOVA test. The findings of the data analysis showed significant differences in mathematical modeling skills between students who participated in the PBL model compared to direct learning, as well as between groups of students with high, medium, and low mathematical disposition categories. In addition, there was no interaction effect between the implementation of the PBL model and the level of disposition on students' mathematical modeling skills. The main conclusion confirms that the PBL learning model is proven to be effective in improving mathematical modeling abilities in terms of students' mathematical dispositions. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemodelan matematika siswa saat ini melatarbelakangi pentingnya penerapan model pembelajaran inovatif yang mampu memicu ketertarikan akademis. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui apakah implementasi model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan pemodelan matematika jika ditinjau berdasarkan disposisi matematis siswa kelas VII di salah satu MTs Negeri di Kampar. Metode riset yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain faktorial. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, yang menetapkan kelas VII.4 sebagai kelompok eksperimen dengan model PBL dan kelas VII.2 sebagai kelompok kontrol dengan pembelajaran langsung. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes kemampuan pemodelan, angket disposisi matematis, serta lembar observasi aktivitas kelas, yang kemudian dianalisis menggunakan uji anova dua arah. Temuan analisis data menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kemampuan pemodelan matematika antara siswa yang mengikuti model PBL dibandingkan dengan pembelajaran langsung, serta antara kelompok siswa berkategori disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Selain itu, ditemukan tidak terdapat efek interaksi antara penerapan model PBL dan tingkat disposisi terhadap kemampuan pemodelan matematika siswa. Kesimpulan utama menegaskan bahwa model pembelajaran PBL terbukti efektif meningkatkan kemampuan pemodelan matematika ditinjau dari disposisi matematis siswa.