Zen Amrullah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Diskursus Pelaku Dosa Besar Dalam Hadiht Zen Amrullah; Muhammad Hifdil Islam
HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/humanistika.v8i2.817

Abstract

Pelaku dosa besar dalam diskursus teologi tampak masih menjadi perdebatan di antara para teolog. salah satu teolog rasional yang memberikan statmen terkait pelaku dosa besar adalah Mu’tazilah. Kelompok teologi Mu’tazilah berpendapat bahwa pelaku dosa besar tidak dianggap sebagai Mu’min atau sebagai Kafir (Al-Manzilah baina Al-Manzilatain). Pernyataan Mu’tazilah ini berlawanan dengan hadith Nabi tentang pelaku dosa besar. Dalam hadith tersebut, nabi Muhammad sangat jelas memposisikan pelaku dosa besar. Namun demikia, hadith tentang pelaku dosa besar belum tersentuh untuk dikaji oleh para peneliti. Sementara di sisi lain, hadith ini seringkali digunakan dasar normatif bagi para teolog, penceramah, dan mufti untuk memghakimi para pelaku dosa besar tanpa mengetahui kualitas dan kuantitas hadith tersebut. Oleh sebab itu, rumusan masalah penelitian ini adalah 1).bagaimana kualitas dan kuantitas hadith pelaku dosa besar. 2) bagaimana kualitas matan hadith pelaku dosa besar. Semntara tujuan penelitian ini adalah 1). mengetahui dan menentukan kualitas dan kuantitas hadith pelaku dosa besar. 2). mengkonfrontasi matan hadith pelaku dosa besar dengan ayat Al-Qur’an dan hadith serupa. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan ciri deskriptif-interpretative. Karena penelitian ini merupakan penelitian library research Sumber data penelitian ini terdapat primer (kitab hadis al-Musnad karya Ahmad bin Hanbal), sementara data Sekunder adalah kitab-kitab Tobaqot dan Rijal Al-Hadith, sekaligus hadith tersebut akan dibandingkan dengan Hadith riwayat lain. Untuk analisa penelitian ini yaitu analisa Takhrij, analisa konten dan Hermenuetika. Hasil penelurusan terhadap hadith pelaku dosa besar ini melalui kritik sanad dinyatakan bahwa hadith tersebut digolongkan pada hadith Shohih sanadnya muttas}il, rawi-rawinya d}a@bit}, tidak shadh, juga tidak ada ‘illah. Sementara pada kajian atas matan hadith masih terdapat polemik pemahaman atas redaksi hadith tersebut, yaitu; 1). kelompok yang mengatakan bahwa pelaku dosa besar termasuk kafir. 2). Kelompok yang menagtakan bahwa pelaku dosa besar dikatagorikan fasiq.
VALUES ORIENTATION CHANGING IN SOCIAL BEHAVIOR OF THE ADHERENTS TAREKAT NAQSYABANDIYAH MUDZAHARIYAH Zen Amrullah; Hoddin, Muhammad Sholeh; Belvage, Rio Heykhal
Harmoni Vol. 22 No. 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v22i2.702

Abstract

Research on social change in a tarekat has been conducted by many researchers. However, the results of the research are still descriptive narrative. Therefore, this study focuses on changes in the value orientation of the behavior of Naqsyabandiyah Mudzhariyah adherents, a congregation that is widely adhered to by Madurese people, especially residents of Gersempal Omben Sampang village. As part of religious teachings, tarekat not only functions as a doctrine and dzikr ritual, but also as a social control that can shape people’s behavior. This research aims to obtain data about the Naqsyabandiyah Mudzhariyah tarekat which is influenced by the doctrine of the tarekat ‘s teachings. This research method is qualitative. Data collection techniques in this study used interviews, documentation, and observation. While for data analysis, researchers dialogued the data with the theory of Sufism and social behavior. The results of this study obtained aspects of religiosity of tarekat adherents grouped into four groups, namely the ideological dimension, the ritual dimension, the experience dimension, and the religious knowledge dimension. In addition, this study also produced findings of four social behaviors reflected in the behavior of Gersempal villagers as adherents of the Naqsyabandiyah Mudzhariyah order. 1). Ascetic orientation reflected in work ethic behavior. 2) Al-Ta’awun value orientation which is manifested in helping behavior. 3) Futuwwah value orientation, which is reflected in giving behavior, and 4). Transcendental communication which is reflected in silaturrahmi behavior. These four behaviors are the result of the accumulation of the Tarekat doctrine.
Penyuluhan Moderasi Beragama Berbasis Komunitas sebagai Transformasi Sosial di Kawasan Candi Sumberawan Singosari Malang Mutamakin; Mohammad Yusuf Agung Subekti; Zen Amrullah; Qomarudin, A.
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Ngabekti: Edisi Juni 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/egkk5z82

Abstract

Abstract This community-based religious moderation program was conducted around Sumberawan Stupa Temple in Singosari, Malang, as a response to potential conflicts and intolerance in a multireligious area. The program addresses religious diversity (Islam, Hinduism, Buddhism, Catholic, and local beliefs) and ritual activities at the temple that risk social friction. The primary goal was to enhance public understanding of religious moderation principles, tolerance, and radicalism prevention through participatory methods. Activities included interactive lectures, group discussions, inspirational videos, and conflict resolution simulations. Pre- and post-program questionnaires revealed a 35% increase in participants' understanding (average score rose from 52 to 87). Interviews and observations highlighted heightened awareness of the importance of interfaith dialogue. Aligned with Sustainable Development Goal (SDG) 16 on peace and justice, the program proved effective in fostering social harmony, though long-term mentorship is required to sustain its impact. Keywords: Religious moderation, Participatory methods, Conflict prevention, Interfaith dialogue, Sumberawan Temple. Abstrak Program moderasi beragama berbasis komunitas ini dilaksanakan di sekitar Candi Stupa Sumberawan Singosari, Malang, sebagai respon terhadap potensi konflik dan intoleransi di wilayah multireligius. Program ini mengatasi keragaman agama (Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan aliran kepercayaan lokal) serta aktivitas ritual di candi yang berisiko menimbulkan gesekan sosial. Tujuan utama adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prinsip moderasi beragama, toleransi, dan pencegahan radikalisme melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, penayangan video inspiratif, dan simulasi resolusi konflik. Hasil kuesioner pra- dan pasca-program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 35% (rerata skor naik dari 52 menjadi 87). Wawancara dan observasi mengungkap peningkatan kesadaran akan pentingnya dialog antaragama. Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Sustainable Development Goals (SDGs) ke-16 tentang perdamaian dan keadilan, program ini efektif membangun kerukunan sosial, meskipun pendampingan jangka panjang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dampak. Kata Kunci: Moderasi beragama, Metode partisipatif, Pencegahan konflik, Dialog antaragama, Candi Sumberawan.