Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kolaborasi Pentahelix dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Nugraha, Sofyan; Natika, Luki; Aulia, Silvi; Rosidi, Didi; Pathony, Tony
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 1, Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i1.2359

Abstract

Abstrak Desa Wisata Pasanggrahan sudah berjalan selama kurang lebih 5 tahun, namun masih terjadi kurangnya kurangnya komunikasi Pokdarwis dengan Pemerintah Desa yang kemudian menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi pentahelix yang dilakukan oleh Pemerintah, Akademisi, Komunitas, Pebisnis, Media dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan model collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:550) yang terdiri dari dimensi kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix dalam pengembangan desa wisata di Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang belum optimal. Hal ini terlihat dari dimensi yang ketiga adalah desain kelembagaan yang mengacu pada indikator partisipasi, forum terbatas, dan transparansi. Selanjutnya pada dimensi keempat proses kolaborasi yang mengacu pada indikator dialog atap muka, membangun kepercayaan, dan berbagi pemahaman. Olch karena itu, hasil dari penelitian ini dapat di jadikan referensi dan rekomendasi untuk mendukung kelancaran Kolaborasi Pentahelix Dalam Pengembangan Desa Wisata Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang. Kata kunci: Kolaborasi Pentahelix, Desa Wisata     Abstract Pasanggrahan Tourism Village has been running for approximately 5 years, but there is still a lack of communication between Pokdarwis and the Village Government which then becomes the background of this research. This research aims to describe the pentahelix collaboration carried out by the Government, Academics, Community, Businessmen, Media in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Sub-district, Subang Regency. This research uses the collaborative governance model according to Ansell and Gash (2007: 550) which consists of the dimensions of initial conditions, institutional design, facilitative leadership, and collaboration processes. This research uses a qualitative method. Data collection was done by observation, interview, and documentation. The data used in this research are primary data and secondary data. The results of this study indicate that pentahelix collaboration in the development of tourist villages in Pasanggrahan Village, Kasomalang Subdistrict, Subang Regency has not been optimal. This can be seen from the third dimension, institutional design, which refers to indicators of participation, limited forums, and transparency. Furthermore, in the fourth dimension, the collaboration process refers to indicators of face-to-face dialog, building trust, and sharing understanding. Therefore, the results of this study can be used as references and recommendations to support the smooth running of Pentahelix Collaboration in the Development of Pasanggrahan Tourism Village, Kasomalang District, Subang Regency. Keywords: Pentahelix Collaboration, Tourism Village
Transformasi E-Government: Mengevaluasi Dampak Digitalisasi terhadap Pelayanan Publik Taufiqurokhman, Taufiqurokhman; Pathony, Tony; Damanik, Fritz Hotman Syahmahita; Nurhakim, Arif; Judijanto, Loso
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.2390

Abstract

Transformasi E-Government menjadi topik utama dalam konteks pelayanan publik, seiring dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak digitalisasi terhadap pelayanan publik melalui transformasi E-Government. Evaluasi ini mencakup analisis perubahan signifikan dalam cara pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Dalam konteks ini, latar belakang penelitian mengidentifikasi kebutuhan untuk menyelaraskan pelayanan publik dengan perkembangan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan responsivitas. Research gap terletak pada pemahaman mendalam terkait dampak nyata dari transformasi E-Government terhadap kualitas pelayanan publik. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami sejauh mana digitalisasi mampu mengubah cara pemerintah berinteraksi dengan masyarakat. Melalui tinjauan terhadap penelitian terdahulu, artikel ini mengeksplorasi berbagai model dan strategi implementasi E-Government serta mengidentifikasi keberhasilan dan kendala yang terkait. Dalam menganalisis dampak transformasi E-Government, artikel ini menyoroti aspek-aspek seperti peningkatan efisiensi administratif, partisipasi masyarakat, dan inovasi layanan publik. Di samping itu, pembahasan novelti melibatkan pemahaman lebih lanjut mengenai cara teknologi digital dapat diintegrasikan secara holistik dalam konteks pelayanan publik. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah memberikan pandangan yang komprehensif tentang transformasi E-Government dan kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan menggambarkan dampak positif dan tantangan yang mungkin dihadapi, artikel ini berupaya menyajikan gambaran yang holistik dan mendalam terkait peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pemerintah dalam melayani masyarakat.
Implementasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kabupaten Subang Nuraida, Nuraida; Sobari, Ahmad; Pathony, Tony; Somantri, Qonita Azmiana
The World of Public Administration Journal Volume 7 Issue 2, Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/wpaj.v7i2.2541

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kabupaten Subang. Program YESS merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk mendorong regenerasi petani muda dan pengembangan kewirausahaan di sektor pertanian. Namun, dalam pelaksanaannya program ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis implementasi program menggunakan model implementasi kebijakan Jones (1996) yang meliputi tiga dimensi utama, yaitu organisasi, pemahaman, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program YESS di Kabupaten Subang belum optimal. Pada dimensi organisasi, ditemukan permasalahan pada struktur organisasi dan keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tingginya tingkat pengunduran diri fasilitator. Pada dimensi pemahaman, program telah disosialisasikan dengan cukup baik kepada pelaksana dan peserta. Namun, pada dimensi penerapan, tingkat partisipasi peserta masih rendah dan capaian target penerima manfaat belum sesuai dengan perencanaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan organisasi, peningkatan komitmen fasilitator, serta strategi penerapan program yang lebih adaptif agar tujuan regenerasi petani muda dapat tercapai secara optimal. Katakunci:  implementasi kebijakan, program YESS, petani muda, kewirausahaan pertanian, Kabupaten Subang.   Abstract This study aims to analyze the implementation of the Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Program in Subang Regency. The YESS Program is a strategic government initiative designed to encourage the regeneration of young farmers and promote entrepreneurship in the agricultural sector. However, its implementation has not yet achieved optimal results. This study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis is based on Jones’ (1996) policy implementation model, which consists of three dimensions: organization, interpretation, and application. The findings indicate that the implementation of the YESS Program in Subang Regency remains suboptimal. Organizational challenges include inadequate organizational structure and limited human resources, particularly the high resignation rate among facilitators. In terms of interpretation, the program has been sufficiently communicated to both implementers and participants. However, in the application dimension, participant involvement remains low and the achievement of beneficiary targets falls short of expectations. Therefore, strengthening organizational capacity, improving facilitator commitment, and enhancing program application strategies are essential to achieve effective young farmer regeneration. Keywords:  policy implementation, YESS program, young farmers, agricultural entrepreneurship, Subang Regency.