Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK BEKAS UNTUK BAHAN UTAMA PEMBUATAN PAVING BLOCK Burhanuddin, Burhanuddin; Basuki, Basuki; Darmanijati, MRS
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.534 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i1.20

Abstract

Pembangunan  dapat membawa  dampak  positif  bagi masyarakat, tetapi  pembangunan  juga  dapat  membawa  resiko  terjadinya eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) dan terjadinya pencemaran lingkungan  sehingga  struktur  dan  fungsi  dasar  ekosistem  sebagai penunjang kehidupan dapat mengalami kerusakan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui nilai kuat tekan  pada produk paving block berbahan limbah plastik yang memenuhi atau mendekati nilai SNI 03 – 0691 – 1996.Telah dibuat paving block berbahan utama limbah plastik yang berjenis botol mineral, kantong plastik dan tutup botol. Limbah plastik dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu kemudian dilelehkan didalam tungku, setelah semua limbah plastik meleleh kemudian dimasukkan dalam cetakan berukuran 11cm x 6sisi x 6cm. Dalam waktu 17 hari kemudian di uji ke Laboratorium Penelitian Uji Bahan. Data hasil laboratorium akan dianalisis secara deskriptif dan analitik dengan menggunakan uji statistik Regresi Linier. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada umur 17 hari paving block variasi 1 dengan rata-rata kuat tekan 7,92 MPa, variasi 2 = 7,92 MPa, variasi 3 = 9,43 MPa, variasi 4 = 4,66 MPa, variasi 5 = 8,37 MPa, variasi 6 = 9,79 MPa, variasi 7 = 6,68 MPa. Paving block dengan variasi 1BM:1KP:4TB merupakan paving block yang memiliki nilai rata – rata kuat tekan terbaik dalam penelitian ini, termasuk dalam mutu D untuk nilai rata – rata kuat tekannya. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa produk paving block berbahan limbah plastik hanya dapat digunakan dihalaman rumah berdasarkan SNI 03-0691-1996.
PEMANFAATAN LIMBAH POPOK BAYI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK L.H. Pasaribu, Adriel; Basuki, Basuki; Darmanijati, MRS
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i1.39

Abstract

Popok bayi terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Solusi dalam memanfaatkan limbah popok adalah dengan cara memanfaatkan hidrogel dan plastik yang terdapat di popok. Plastik yang terdapat di popok dapat dimanfaatkan menjadi suatu bahan konstruksi ringan antara lain berupa paving block karena untuk meningkatkan kuat tekan. semen dan pasir untuk dicetak menjadi balok beton.Paving block merupakan suatu komposisi bahan bangunaan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air, dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu beton itu. Bata beton dapat bewarna seperti warna aslinya atau diberi zat warna pada komposisinya dan digunakan untuk halaman baik di dalam maupun di luar bangunaan ( SNI 03-0691-1996). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai uji Kuat Tekan dan Penyerapan Air pada penambahan limbah popok terhadap Paving Block.   Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian ini menggunakan Metode Regresi untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi campuran limbah popok yang bagus dalam pembuatan Paving Block. Bahan baku campuran semen, pasir, dan limbah popok. Perbandingan komposisi pasir dan limbah popok adalah : 1PC: 4PS: 0P, 1PC: 4PS: 0.5P, 1PC: 4PS: 1P, 1PC: 4PS: 1.5P, 1PC: 4PS: 2P, 1PC: 4PS: 2.5P, 1PC : 4PS: 3P.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antara variasi terhadap nilai kuat tekan yang dihasilkan. Namun ada pengaruh penambahan limbah popok bayi dalam paving block pada variasi terbaik dan memenuhi kuat tekan yang dikategorikan kedalam paving block mutu B yaitu pada variasi 1PC:4PS:0,5P dengan nilai kuat tekan 183,33 Kg/cm2, 1PC:4PS:1P dengan nilai kuat tekan 225,00 Kg/cm2, dan 1PC:4PS:2P dengan nilai kuat tekan 175,00 Kg/cm2, Pada mutu C pada variasi 1PC:4PS:1,5P dengan nilai kuat tekan 151,67 Kg/cm2, 1PC:4PS:2,5P dengan nilai kuat tekan 145,00 Kg/cm2, dan 1PC:4PS:3P dengan nilai kuat tekan 135,00 Kg/cm2. Pada daya serap air pada masing–masing perbandingan popok bayi pada Paving Block tidak memenuhi standar SNI 03-0691 1996.
Evaluasi Tingkat Kebisingan Di Bandar Udara Yogyakarta International Airport Dimas Indra Kusuma; Triatmi Sri Widyaningsih*; Maria R Srah Darmanijati
Jurnal Teknologi Vol 15 No 1 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v15i1.3953

Abstract

Yogyakarta International Airport is a new airport but for aircraft mobility operational activities it is very crowded and crowded. Therefore, noise is often heard from the airport due to the mobilization of aircraft taking off and landing. The noise can interfere with health if it passes the predetermined quality standards. The purpose of the study was to determine the level of noise concentration, to determine the effect of wind speed and temperature on the noise level in the apron area of Yogyakarta International Airport. To find out the noise level and other parameters that can affect noise, the writer uses the independent and dependent variable method. The independent variables are the type of aircraft, the value of temperature/temperature and wind speed. The dependent variable in this study is the noise value generated from take off and landing activities in the airside area of the airport with units of db using a sound level meter. From the results of descriptive statistical analysis, the maximum noise value is 97.7 Db and the average noise value during landing and take off is 93,512 dB and 92.80 Db. This value is still below the quality standard based on the IATA (International Air Transportation Association) document and the Decree of the Minister of Transportation No. 48 of 2002 concerning the operation of public airports. And the parameter value of temperature/temperature is 0.231 and the value of wind speed parameter is 0.089. This value has been tested for normality if the value is above 0.05 then the results are acceptable. This means that it explains that the temperature and wind speed do not affect the noise level at Yogyakarta International Airport. The possibilities that can physically affect the noise level are the pressure and speed of sound.
KONSENTRASI GAS SOx DAN NOx DI UDARA DALAM RUANG PARKIR BASEMENT LIPPO PLAZA MALL YOGYAKARTA Maria R Srah Darmanijati; Kamto Valentine; Oda Axealevy; Warsiyah Warsiyah; Kris Setyanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v22i1.131

Abstract

Yogyakarta merupakan kota yang berkembang dengan amat pesat. Perkembangan ini menyebabkanketerbatasan lahan kosong untuk fasilitas parkir. Pengembang gedung mulai membangun fasilitas parkir di setiaplantai bangunan termasuk lantai bawah tanah (basement) LG Lippo Plaza Mall merupakan salah saturuang parkirbasement Mall di Yogyakarta dengan ruang parkir bawah tanah dengan daya tampung126 mobil. Beberapa gasbuang dari kendaraan motor akan mempengaruhi kualitas udara di dalam area parkir basement, yang di antaranyaadalah natrium dioksida (NOx) dan sulfur dioksida (SOx). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruhlokasi terhadap NOx dan SOx; (2) Mengetahui pengaruh jumlah sirkulasi kendaraan terhadap NOx dan SOx; dan(3) Mengetahui pengaruh waktu terhadap NOx dan SOx yang ada di ruang parkir basement Lippo MallYogyakarta. Pengukuran kadar gas NOx dan SOx dilakukan dengan mengunakan midget impinger. Pengukuransuhu dan kelembaban ruangan mengunakan hygrometer, dan untuk mengukur jumlah kendaraan yang masuk areabasement menggunakan hand counter. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 11 dan 13 Februari 2021, denganwaktu pengambilan yang telah ditentukan. Data penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, yang menjadidasar pembahasan secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah; (1)lokasi pengukuranberpengaruh terhadap kadar gas nitrogen dioksida (NOx) dengan nilai tertinggi pada titik 4 sebesar 453,20 mgr/m3dan sulfur dioksida (SOx) dengan nilai tertinggi pada titik 1 sebesar 31.98 mgr/m3 sedangkan titik ke 2 sebesar455.16 mgr/m3 (2) Jumlah kendaraan tidak berpengaruh terhadap kadar gas nitrogen dioksida (NOx) dan sulfurdioksida (SOx) pada area parkir basement di Lippo Mall Yogyakarta (3) waktu tidak memiliki pengaruh terhadapNOx dan SOx.
Reduksi Kandungan COD dan BOD pada Limbah Cair Batik menggunakan Metode Fitoremidiasi Desi Erlita; MRS Darmanijati; Siam Munandar
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Periode Februari 2022
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.763 KB) | DOI: 10.47709/jpsk.v2i01.1340

Abstract

Limbah cair banyak dihasilkan pada industri batik pada proses pewarnaan. Penggunaan bahan pewarna sintetis pada proses pewarnaan menyebabkan limbah cair memiliki kandungan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja dari tanaman enceng gondok dalam mereduksi atau menurunkan kandungan COD dan BOD dalam limbah cair industri batik dengan metode fitoremidiasi. sehingga aman dibuang ke lingkungan. Fitoremidiasi menggunakan constructed wetland merupakan metode yang murah dibandingkan dengan metode yang lain. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan constructed wetland dibantu tanaman enceng gondok dengan variable variasi jumlah limbah cair dan variasi waktu fitoremidiasi. Tahapan penelitian diawali dengan proses pembuatan wetland dengan tipe aliran atas permukaan dan pengukuran kadar COD dan BOD awal pada limbah cair batik. Setelah itu dilakukan proses aklimatisasi tanaman enceng gondok dan kemudian proses fitoremidiasi pada hari ke 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7. Pengukuran kandungan COD dan BOD limbah cair batik dilakukan setiap hari. Dari hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa proses fitoremidiasi dengan tanaman enceng gondok bekerja efektif. Kandungan COD dan BOD awal pada limbah cair batik berturut-turut adalah 2.000mg/L dan 1.020mg/L. Kadar yang sangat tinggi dan berbahaya untuk dibuang ke lingkungan. Setelah mendapatkan perlakuan terjadi penurunan kandungan COD dan BOD pada limbah cair batik. Efisiensi penurunan kandungan COD sebesar 62% dan BOD 69%, sehingga metode ini diharapkan dapat diterapkan pada pengrajin atau industri batik.
PEMANFAATAN LIMBAH MASKER SEKALI PAKAI SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN PAVING BLOCK Yonatan Suryo Wibowo; Retno Susetyaningsih; MRS Darmanijati; Irene Arum AS
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa dampak cukup besar bagi lingkungan, diantaranya adalah meningkatnya jumlah limbah masker sekali pakai. Limbah masker sekali pakai memiliki kandungan serat plastik yang membutuhkan waktu cukup lama untuk terurai di lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran limbah masker terhadap berat dan kuat tekan paving block, dan kesesuaian paving block dengan standar SNI 03-06910-1996. Pembuatan paving block diawali dengan pencucian dan penjemuran masker di bawah sinar matahari, lalu masker dicacah menjadi berukuran kecil. Selanjutnya masker dicampur dengan semen dan pasir dengan variasi komposisi A (1M:1S:5P), B (2M:1S:4P), C (3M:1S:3P), dan dicetak dengan ukuran 20cmx10cmx6cm. Setelah dilakukan perawatan selama 28 hari, diuji ke laboratorium. Data hasil pengujian dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan Manova. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata berat dan kuat tekan variasi A, B dan C secara berturut-turut adalah 2.77 kg dan 9.10 MPa; 2.64 kg dan 9.10 MPa; 2.29 kg dan 6.68 MPa. Dari hasil penelitian disimpulkan campuran limbah masker pada paving block berpengaruh signifikan terhadap berat dan kuat tekan. Variasi A dan B termasuk dalam mutu D berdasarkan SNI 03-0691-1996 yang digunakan untuk halaman rumah dan taman.
Characteristics of Activated Carbon Panels in Reducing CO, NO2, HC, Pb, and Noise Darmanijati, Maria Roosa Srah; Pranoto, Pranoto; Ramelan, Ari Handono; Inayati, Inayati
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 4 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.4.9

Abstract

Increasing population growth has resulted in increased vehicle ownership and the need for parking facilities, including in basements. This study aimed to explore the efficacy of palm shell activated carbon panels in reducing CO, NO2, HC, Pb, and noise. The experiment was conducted in a 4 m x 3 m x 2.1 m room using three treatments: without installed activated carbon panels; with 1 cm x 20 cm x 20 cm activated carbon panels; and with 2 cm x 20 cm x 20 cm activated carbon panels. During the measurement, three motorcycles were turned on and kept in idle mode. The concentrations of CO, NO2, HC, ambient Pb, and noise were measured. The results showed that the activated carbon panels were able to reduce CO, NO2, Pb, HC, and noise. The highest performance was obtained for 2-cm thickness of activated carbon panels, with CO, NO2, HC, Pb, and noise decreasing to 824 µg/m3, 8.4 µg/m3, 4.4 µg/m3, 0.2 µg/m3, and 87.44 dB, respectively. Following the adsorption process, the carbon content and pore size of the activated carbon panels had changed from 68.32% to 90.95% and 0.17-3.652 µm to 0.34-5.56 µm respectively for testing with 2-cm thickness panels.
Pb Exposure to Hair and Nails in The Workers in Basement Parking Lot of Lippo Plaza Mall Yogyakarta Maria Roosa Srah Darmanijati; Ari Ramelan; Pranoto; Inayati
Environmental Insight Journal Vol 2 No 1 (2026): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i1.392

Abstract

This study was performe in LG basement lippo Plaza Mall Yogyakarta. The aim to provide Pb exposure Pb from transport activity. Analysis of hair and nails is known to provide useful information about environmental and toxic exposures. The research was conducted in May 2021. Nails and hair are good bioindicators to detect contaminants.We studied 30 human hair and nails samples in workers who work inside Basement Park. Hair and finger nail samples were collected from all respondent. Personal characteristics included: age, long work, background and health conditions of the respondent. The fingernail clippings were obtained using a stainless steel nail clipper and hair cut by hair scissors. The sample keep in self-adhesive plastic bag for later analysis by Analytical Methods for Atomic absorption Spectroscopy ( AAS). The values of lead concentrations in nail and hair of the subjects were presented as arithmetic mean (ppm) with standard error (±SE) and tabulated to show concentration profile over each parameter. The One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test were used to describe distribution test and and the Mann-Whitney U test was used to corelate the concentrations between lead concnetrations from long perithe two groups. The level of significance was set at Pb 0.05. All calculations were performed using statistical packages SPSS (version 21). Respondents with a working period of less than 4 years detected an average Pb of 3.9671 ppm with a Standard Error (SE) of 1.5, an average of 5-8 years of service period of 4.0312 with an SE of 1.58 and an average working period of more than 9 years. The average Pb content was 13.0805 with an SE of 7.07. From these results, it shows that the longer the employee's working period, the higher the level of Pb in his nails or hair. The results of the regression test showed that there was no effect of work and the results of measuring Pb levels in nails/hair because the sig value was 0.496 > p = 0.05 with R square: 0.017. The average levels of Pb in the nails and hair of workers working around the basement were security 0.849 ppm, engineers 4.87 ppm, cleaning service 7.17 ppm and parking guards 7.74 ppm . It is recommended to continue to rotate employee turnover times with shorter time for parking staff and use masks for cleaning services.
Pemanfaatan Sampah Plastik Sebagai Bahan Pembuat Roster Daud Adi Riyono; Maria Roosa Srah Darmanijati; Irene Arum AS
Environmental Insight Journal Vol 2 No 2 (2026): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v2i2.482

Abstract

Plastic waste has become a growing environmental concern due to its resistance to natural degradation. Plastics possess several advantageous properties, including water resistance, corrosion resistance, low weight, and high flexibility. Polyethylene Terephthalate (PET) and Low-Density Polyethylene (LDPE) are commonly found in waste. This research aims to process these plastics into roster (ventilation blocks) as an alternative material for non-structural construction. The plastic was melted and then molded using a 5 cm  5 cm  5 cm mold to create test samples for compressive strength and water absorption testing. Products of the rosters were tested for light and wind penetration. The study showed that the average compressive strength of the PET roster was 4.10 N/mm², LDPE roster did not exhibit a distinct collapse point but demonstrated a superior capacity to withstand loads. The water absorption values for the PET and LDPE rosters were 0.15% and 0.67%, respectively. Both types satisfied the water absorption requirements of the Indonesian National Standard. Furthermore, light and wind penetration testing revealed no significant differences between the PET and LDPE blocks. Based on these findings, ventilation blocks fabricated from plastic waste are considered highly feasible and possess strong potential as an alternative, eco-friendly non-structural construction material.