Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : RELIGIA

FUNGSI SIMAAN AL-QUR’AN BAGI SANTRI PONDOK PESANTREN SUNAN PANDANARAN, SLEMAN, YOGYAKARTA Mohamad Yahya
Religia Vol 20 No 2: Oktober 2017
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v20i2.1020

Abstract

Fokus artikel ini adalah fungsi simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa Pondok Pesantren Sunan Pandanaran (PPSPA), Sleman, Yogyakarta. Paradigma yang digunakan untuk menganalisis subjek penelitian adalah fungsionalisme Bronislaw Malinowski. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi-partisipatoris, wawancara, dan dokumentasi data literer. Dalam artikel ini saya menyimpulkan bahwa simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA tidak hanya sekedar memilki fungsi religi. Lebih jauh, simaan al-Qur’an bagi santri-mahasiswa PPSPA merupakan sistem kebudayaan yang memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks. Kompleksitas unsur-unsur tersebut sejalan dengan ragam fungsinya, baik sosial, kebudayaan, ekonomi, politik-kuasa, promosi, dan pendidikan. Antarunsur dan antarfungsi tersebut tidak dapat dipisahkan dan saling terikat satu sama lain. Sehingga, aktivitas simaan al-Qur’an sebagai sebuah sistem kebudayaan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan psiko-biologis para santri-mahasiswa dalam menjalani kehidupannya. Kata Kunci: PPSPA, simaan al-Qur’an, kebudayaan, dan fungsionalisme.
Peneguhan Identitas dan Ideologi Majelis Mujahidin Melalui Terjemah Al-Qur’an Mohamad Yahya
Religia Vol 21 No 2: Oktober 2018
Publisher : IAIN Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/religia.v21i2.1510

Abstract

This study focuses on Koreksi Tarjamah Harfiyah al-Qur’an Kemenag RI (QTK) by Muhammad Thalib, Amir (Leader) Majelis Mujahidin. Significance of this focus is due only Thalib who is bold and sincere against the authority of Al-Qur’an dan Terjemahnya by The Ministry of Religious Affairs of the RI. This study uses social identity theory and critical discourse analysis. The conclusion of this study says that Thalib’s interpretation or translation, Koreksi QTK and QTT, represent the social identity of Thalib and MM, as his context. Koreksi QTK (and QTT) is not merely a normative religious ritual; it is also the result of Thalib's dialectic in MM context with the socio-political context of Indonesia. Koreksi QTK (and QTT) is a self-affirming social media of Thalib and MM that attempt to illustrate illusively with a more peaceful, harmonious, anti-extremist-jihadist face. Both of these books are also a tool of the ideological campaign and political orientation of MM. The effort of delegitimizing QTK and the inauguration of QTT authority became a vital medium in the effort to sow the ideology and political orientation of MM in Nusantara context.