Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Dampak Sosial Ekonomi Masyarakat Sekitar PT. Agincourt Resources Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan Zulfiqar, Effan; Ritonga, Soritua
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i4.2025.2221-2227

Abstract

Adanya kegiatan pertambangan di suatu daerah tentunya akan membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat ataupun lingkungan. Disisi sosial perusahaan tambang yang ada membawa perubahan dibidang infrastruktur karena dengan adanya tambang, pihak perusahaan tentunya menggunakan dana tanggung jawab sosialnya untuk membangun daerah sekitar. Begitulah yang dirasakan oleh masyarakat sekitar PT.Agincourt Resources Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dampak sosial ekonomi masyarakat sekitar PT.Agincourt Resources Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran PT.Agincourt Resources memberikan dampak positif maupun negatif. Dari sisi sosial, PT.Agincourt Resources berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur seperti jalan, renovasi sekolah, masjid dan sarana publik lainnya, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Namun, dampak negatifnya mencakup perubahan struktur sosial, ketimpangan akses terhadap pekerjaan dan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Dari aspek ekonomi, PT.Agincourt Resources membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar wilayah tambang. Meski demikian, sebagian masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai petani ataupun berkebun mengalami kesulitan mengakses lahan akibat ekspansi tambang
PELATIHAN PENGEMBANGAN USAHA SABLON PADA SAHABAT ALAM SUMATERA UTARA (SABA SUMUT) Pasaribu, Safran Efendi; Puansah, Irman; Ritonga, Soritua; Hadinata, Indra
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3851-3855

Abstract

Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan dengan melakukan Pelatihan Pengembangan Usaha Sablon Pada Sahabat Alam Sumatera Utara (SABA SUMUT) di Padangsidimpuan Tenggara. Hasil luaran yang akan dicapai adalah publikasi pada jurnal Martabe UM-Tapsel. Dalam pelaksanaan kegiatan dihaharapkan Mitra memahami pengembangan usaha sablon di lingkungan mereka, Mitra mengetahui teknik dan pembuatan sablon. Mitra mengetahui manajemen pengembangan usaha sablon, dan dapat melakukan inovasi terhadap produk-produk sablon yang dihasilkan. Kegiatan ini direncanakan dengan tahapan berupa : pertama menyiapkan peralatan dan berbagai bahan yang  dipergunakan pada tahap pelatihan dan juga memberikan materi yang akan dijelaskan kepada peserta pelatihan. Kedua melakukan pelatihan: dilakukan dengan praktek-praktek mengembangkan usaha sablon dengan langsung, melakukan pembinaan terhadap mitra dengan meneruskan program pelatihan sablon dan pengembangan usaha sablon, pendampingan dengan mengarahkan mitra membentuk sutau kelompok wira usaha dibidang sablon.
SUATU KAJIAN TERHADAP KEBERADAAN BIDAN DESA DAN DUKUN BAYI DI DESA MARISI KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN Ritonga, Soritua
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 2, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v2i2.2018.116-121

Abstract

Masyarakat Desa Marisi masih ada yang menggunakan jasa dukun bayi dalam proses persalinan, mengingat akan bahayanya persalinan dengan dukun bayi karena tidak memiliki keahlian yang terlatih dan terutama untuk masalah obat-obatan dan pemeriksaan kandungan. Akan tetapi masyarakat masih saja ada yang menggunakan jasa dukun bayi. Desa Marisi sendiri memiliki tenaga kesehatan ahli untuk persalinan yaitu bidan, namun keberadaan bidan sendiri masih belum memiliki pengaruh bagi masyarakat agar tidak menggunakan jasa dukun bayi.Keberadaan bidan desa dan dukun bayi dalam proses persalinan di Desa Marisi sama-sama sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jasa Bidan merupakan tenaga persalinan yang terlatih dan didukung oleh ilmu medis, peralatan kesehatan serta obat-obatan. Sehingga memberi rasa aman dan keselamatan yang maksimal bagi masyarakat yang ingin melakukan persalinan.Sedangkan dukun bayi merupakan tenaga persalinan yang keahliannya diperoleh dari turun-temurun, dan menjadi alternatif pilihan masyarakat yang ingin melakukan persalinan karena biaya persalinan yang relatif murah, bisa dibayar dengan barang, dekat dengan pemukiman dan bisa dipanggil ke rumah masyarakat. Faktor-faktor yang membuat masyarakat memilih dukun bayi dalam persalinan yaitu : faktor ekonomi, jarak tempuh bidan yang jauh dari pada dukun, pendidikan masyarakat yang cukup rendah, kebiasaan masyarakat sejak dahulu secara turun menurun.
Pelaksanaan Otonomi Desa dalam Mewujudkan Pemberdayaan Aparatur Pemerintah Desa Tambiski Nauli, Kecamatan Naga Juang Kabupaten Mandailing Natal Puansah, Irman; Ritonga, Soritua
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 1 (2020): Pebruari 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i1.2020.44-54

Abstract

Abstrak Dengan otonomi desa saat ini, sesungguhnya mengarahkan agar desa-desa yang berada di seluruh Indonesia tidak lagi memiliki ketergantungan yang mutlak terhadap Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan juga Pemerintah Kota. Akan tetapai mampu menjalakan aktifitas pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat secara mandiri. Untuk mewujudkan otonomi desa tersebut, sesungguhnya telah dibarengai dengan turunnya dana desa yang dikeluarkan dari APBN dengan besaran tergantung desa yang bersangkutan, yang pengelolaannya dibebaskan kepada pemerintah desa yang bersangkutan dengan aturan yang berlaku. Pelaksanaan otonomi desa sesungguhnya belum dapat dipahami secara baik oleh Kepala Desa, Aparatur Pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa. Dengan kata lain penyelenggara Pemerintahan Desa belum paham akan tugas dan fungsinya masing-masing, struktur organisasinya sesungguhnya telah jelas akan tetapi bagaimana aplikasi dari struktur tersebut tidak jalan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana pelaksanaan otonomi desa dan untuk mengetahui Bagaimana pemberdayaan aparatur Pemerintah desa Kata Kunci : Otonomi Desa, Pemberdayaan Aparatur, Pemerintah Desa