Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Envirous

ANALISIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) PROSES PERTAMBANGAN PERUSAHAAN SEMEN Kinanty, Retno; Farahdiba, Aulia Ulfah; Ali, Munawar
Envirous Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i2.127

Abstract

Kebutuhan semen di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mengalamipeningkatan hingga 63%. Salah satu bahan baku pembuatan semen didapatkan darikegiatan pertambangan yaitu batu kapur (Limestone) dan tanah liat (Clay). Metodeyang digunakan pada penelitian ini yaitu Life Cycle Assesment. Life cycleassessment digunakan untuk melakukan penilaian dampak lingkungan denganmenggunakan pendekatan cradle to gate. Data setiap proses pengolahan dianalisisdengan software SimaPro. Kontribusi dampak terbesar adalah Fine particulatematter formation dan global warming (Human Healt). Untuk alternatif programperbaikan yang disarankan yaitu adanya pengendalian udara atau melakukanpengendalian polutan dengan melakukan penghijauan dan pengembangan ruangterbuka hijau disekitar kawasan industri semen Kabupaten Tuban.
PERSEBARAN AIR LINDI TPA BENOWO TERHADAP KUALITAS AIR TAMBAK Nurjanna, Annisa; Ali, Munawar
Envirous Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v2i1.77

Abstract

Tempat Penimbunan Akhir (TPA) Benowo kota Surabaya menerapkan metode Open Dumping sehingga berpotensi menghasilkan lindi yang dapat mencemari lingkungan sekitarnya. Sistem penampungan air lindi yang ada di TPA Benowo juga turut berperan dalam kemungkinan bocornya air lindi yang masuk kedalam air tanah dan mencemari kualitas air tambak budidaya air tawar yang berada disekitar TPA Benowo. Metode yang digunakan adalah metode Purposive Sampling, yaitu dengan pengambilan beberapa sampel yang tersebar disekitar pusat timbunan sampah TPA Benowo, kemudian diuji nilai konsentrasi COD, yang kemudian hasil dari pengukuran COD tersebut, diplot pada peta untuk dianalisa pola persebarannya. Hasil penelitian menunjukan adanya indikasi air tambak yang terdapat disekitar TPA Benowo telah terkontaminasi lindi yang ditunjukan dengan kandungan konsentrasi COD didalam 14 sampel uji hanya 3 yang sesuai dengan baku mutu PP RI No.82 Tahun 2001.
PENGARUH PEMBERIAN SLUDGE INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT TERHADAP PERKEMBANGAN TANAMAN PUCUK MERAH (SYZYGIUM OLEANA) Nababan, Dorti Jouba; Ali, Munawar
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.28

Abstract

Kandungan hara yang tinggi pada sludge industri penyamakan kulit menjadikan dasar untuk mengeksploitasi sludge tersebut sebagai campuran media tanam pada pucuk merah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman pucuk merah terhadap pemberian sludge IPAL industri penyamakan kulit dan mengetahui konsentrasi yang dapat digunakan sebagai campuran media tanam pada tanaman pucuk merah. Variasi komposisi sludge:tanah, yaitu 5%:95%, 10%:90%, 15%:85%, 20%:80%, 0%:100%. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 3 minggu dengan frekuensi pengamatan 3 hari sekali terhadap tinggi dan diameter batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syzygium oleana dapat bertahan hidup dari awal sampai akhir penelitian dengan pemberian konsentrasi sludge yang sesuai karena kandungan unsur hara yang tinggi sehingga mempengaruhi kesuburan tanaman baik dalam pertumbuhan tinggi dan perkembangan diameter tanaman yang meningkat dibandingkan dengan tanaman kontrol. Konsentrasi sludge yang dapat digunakan sebagai campuran media tanam pada tanaman pucuk merah berada pada konsentrasi di bawah 50%.
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PETERNAKAN SAPI DENGAN INTERVENSI OXIDATION POND UNTUK MENYELESAIKAN PERMASALAHAN BAU DAN RISIKO KONTAMINASI BADAN AIR Thohiroh, Mubayyinatuth; Ali, Munawar; Hendrasarie, Novirina; Rosariawari, Firra
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.44

Abstract

Air bekas operasional peternakan sapi yang tidak dikelola dengan baik dan langsung dibuang ke lingkungan dapat menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko kontaminasi badan air di sekitarnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengelolaan yang efektif dan efisien untuk menyelesaikannya. Metode penelitian meliputi perancangan sistem pengelolaan dan eksperimen pengolahan skala laboratorium. Sistem pengelolaan limbah cair peternakan sapi terdiri dari 3 tahap, yakni pra-perlakuan, perlakuan primer, dan perlakuan sekunder. Oxidation pond berperan sebagai unit pengolahannya. Air limbah diolah di dalam oxidation pond dengan variasi debit oksigen yang diinjeksikan 6 L/menit, 8 L/menit, dan 11 L/menit dengan waktu tinggal selama waktu hitung (berturut-turut 0,256 hari, 0,1356 hari, 0,1096 hari), 3 hari, 7 hari, dan 14 hari). Air limbah setelah pengolahan tidak berbau. Kadar BOD akhir terbaik 98 mg/L, sedangkan kadar Ammonia Total akhir terbaik 0,00032 mg/L. Pengelolaan dengan oxidation pond sebagai unit pengolahannya efektif mengatasi permasalahan bau dan menurunkan kadar BOD dan Ammonia.
VARIASI TRAY AERATOR DENGAN PENAMBAHAN MEDIA KAOLIN DAN KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN (Fe) DAN (Mn) TERLARUT DI AIR SUMUR Karuniawan, Hamsah; Ali, Munawar
Envirous Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v1i2.49

Abstract

Air sumur sebagai alternatif air bersih sering didapati mengandung besi (Fe) dan (Mn). Kandungan Fe dan Mn tersebut menyebabkan warna kuning-kecoklatan dan meninggalkan noda kuning pada kain. Air sumur ini dapat dilakukan pengolahan dengan beberapa cara salah satunya dengan aerasi. Aerasi merupakan proses penambahan udara ke dalam air melalui kontak antara air dengan udara. Aerator memiliki beberapa jenis salah satunya adalah Tray aerator. Tray aerator adalah aerasi dengan susunan nampan secara vertikal. Air akan melewati tingkatan nampan yang berlubang dan akan ditampung di bawah. Untuk menambah efisiensi penurunan kadar Fe dan Mn dapat dilakukan dengan penambahan media Kaolin dan karbon aktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penambahan media adsorben dalam Variasi Tray aerator berpengaruh terhadap persen removal kadar Fe dan Mn dalam air sumur. Dengan persen removal Fe tertingi 86,09% dengan hasil 0,64 mg/l menggunnakan media kaolin 500 gr dengan waktu 90 menit dan persen removal Mn tertinggi 88,70% dengan hasil 0,26 mg/l dengan waktu 90 menit.