Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perspektif Tradisional Islam Dalam Good Corporate Governance (GCG) Rizka Yuliati; Rahmalia, Anita; Djasuli, Mohammad
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, Vol XII No. 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/iab.v12i1.1178

Abstract

ABSTRACTThe purpose of writing this article on effective corporate governance from a traditional Islamic perspective is to provide an overview or explanation.Library research methods, sometimes known as library research, were used to write this article. Through literature, research, and academic articles that discuss governance and understand the application of Islamic GCG concepts in people's lives. The Qur'an provides guidance on how to run government in order to achieve good governance, successful business, and steps taken to evaluate traditional corporate governance/GCG and superior corporate governance from an Islamic perspective. The studied problem must then be classified, presented, and concluded after being defined. Sharia (GCG) and conventional business governance provide nearly identical results. The existence of a Sharia Supervisory Board (DPS) that implements or carries out sharia principles and implements GCG in sharia banking operations, however, makes a difference.Islamic banking regulations are responsible for the formation of the DSN-(National MUI Sharia Council of the Indonesian Ulema Council). Keywords:Good corporate governance, Islamic perspective ABSTRAK Tujuan penulisan artikel ini tentang tata kelola perusahaan yang efektif dari perspektif Islam tradisional adalah untuk memberikan gambaran atau penjelasan.Metode penelitian perpustakaan, kadang-kadang dikenal sebagai penelitian perpustakaan, digunakan untuk menulis artikel ini.Melalui literatur, penelitian, dan artikel akademik yang membahas tata kelola serta memahami penerapan konsep GCG Islami dalam kehidupan masyarakat. Al-Qur'an memberikan petunjuk bagaimana menjalankan pemerintahan dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik, bisnis yang berhasil, dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengevaluasi tata kelola perusahaan tradisional/GCG dan tata kelola perusahaan yang unggul dari perspektif Islam. Masalah yang dipelajari kemudian harus diklasifikasikan, disajikan, dan disimpulkan setelah didefinisikan. Syariah (GCG) dan tata kelola bisnis konvensional memberikan hasil yang hampir identik.Keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang menerapkan atau menjalankan prinsip syariah dan menerapkan GCG dalam operasional perbankan syariah, bagaimanapun, membuat perbedaan.Regulasi perbankan syariah bertanggung jawab atas pembentukan DSN-(Dewan Syariah MUI Nasional Majelis Ulama Indonesia).
Implementasi Audit Internal Syariah Untuk Mencapaian Good Univercity Governance (GUG) Yang Baik Fatimah, Dewi; Vena Annisa, Tasya; Djasuli, Mohammad
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 12 No 1 (2023): Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, Vol XII No. 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/iab.v12i1.1247

Abstract

Good University Governance is the governance of educational institutions carried out or carried out by stakeholders who play an active role in educational institutions that have benefits in it, namely increasing the welfare of stakeholders, achieving the best accreditation and being able to be competitive in the current global era. Educational institutions, especially higher education institutions that really need to implement Good University Governance so that these higher institutions produce a positive impact, can make progress and development of the governance of the institution. In achieving Good University GovernanceThis can be done well if the higher institution carries out internal control, namely having an Internal Control Unit (SPI) at universities in Indonesia by using an internal audit unit. The purpose of this research is to be able to determine the application of internal audit based on Islamic or sharia in achieving Good Governance Univercity good . This research uses descriptive qualitative method, namely analyzing data from various sources. The data used is secondary data, namely taking literature obtained from books, archives, reports, journals, and others, both published and unpublished. In addition, it is obtained from the Qur'an and Hadith as well as to find out in Islam based. The application of a very good internal auditor, which is able to use an Islamic perspective or based on honesty, fairness, and trust in the governance of high institutions.
LITERATUR REVIEW : MEKANISME HUBUNGAN ANTARA ENVIRONMENTAL, SOCIAL AND GOVERNANCE (ESG) DISCLOSURE DAN NILAI PERUSAHAAN DI NEGARA BERKEMBANG Fitriyah, Fitriyah; Putri, Putri; Karim, Naila; Djasuli, Mohammad
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6642

Abstract

Pengungkapan ESG (Environmental, Social, and Governance) kini diakui sebagai faktor penentu dalam investasi, sejalan dengan evolusi kapitalisme yang kini turut mempertimbangkan pemangku kepentingan. Di negara maju, manfaat ESG terbilang jelas. Namun, hubungan ini menjadi jauh lebih kompleks di negara berkembang. Di wilayah ini, tantangan seperti tata kelola yang belum optimal, kuatnya desakan pemegang saham untuk laba instan, dan regulasi yang masih dalam tahap pengembangan secara kolektif berkontribusi pada terciptanya keterkaitan yang tidak konsisten dan tidak pasti antara pengungkapan ESG dan nilai yang dimiliki oleh perusahaan. (Arayssi et al. , 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis cara ESG mempengaruhi nilai perusahaan, serta menekankan jalur mediasi dan moderasi yang relevan di negara yang sedang berkembang. Hasil pengkajian literatur menunjukkan bahwa hubungan antara ESG dan nilai perusahaan terutama dimediasi oleh penurunan biaya modal (Nguyen et al. , 2021; El Ghoul et al. , 2021) serta peningkatan citra perusahaan, sementara faktor kualitas tata kelola (Ali et al. , 2022) dan kepemilikan institusional berperan sebagai moderasi. Namun, seberapa efektif pengungkapan ESG sangat tergantung pada transparansi, keandalan laporan, dan pengintegrasian aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis. Penerapan teori Legitimasi, Sinyal, dan Resource-Based View (RBV) memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana ESG berfungsi sebagai alat strategis dan sumber daya yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan di pasar berkembang seperti Indonesia.