Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PENGAWASAN ORANG TUA DAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA B, Hamzah
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 6 No 01 (2020)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar bealakang: Perilaku seksual pranikah merupakan salah satu akibat dari pergaulan bebas. Permasalahan ini cenderung dilakukan oleh kelompok remaja tengah (15-18 tahun). Sekitar 63 persen remaja usia sekolah SMP, SMA dan mahasiswa di Indonesia mengaku sudah pernah melakukan hubungan seks pranikah, data itu merupakan hasil survei yang mengambil sampel di 33 provinsi di Indonesia pada tahun 2008. Data survei terakhir Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2012 menyebutkan sebanyak 5.912 wanita di umur 15?19 tahun secara nasional pernah melakukan hubungan seksual. Beberapa perilaku pacaran permisif yang dilakukan oleh remaja antara lain berpegangan tangan saat pacaran (92%), berciuman (82%), rabaan petting (63%). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengawasan orang tua dan media informasi dengan perilaku seksual pranikah pada remaja di SMAN 1 Kotamobagu. Metode: Penelitian ini menggunakan design cross sectional analitik dengan jumlah sampel 299 remaja sekolah umur 14-18 tahun. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada responden dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh responden yang memiliki perilaku seksual pranikah berisiko sebanyak 31,1%, dan yang tidak berisiko sebanyak 68,9% responden. Responden yang mempunyai pengawasan orang tua kurang sebanyak 41,1%, dan yang baik sebanyak 58,9% responden, sedangkan responden yang memperoleh media informasi negatif sebanyak 45,8%, dan yang positif sebanyak 54,2% responden. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa, ada hubungan pengasawan orang tua (p=0,006) dan media informasi (p=0,001) dengan perilaku seksual pranikah pada remaja.  Simpulan: Ada hubungan pengawasan orang tua dan media informasi dengan perilaku seksual pada remaja SMAN 1 Kotamobagu. Disarankan kepada pihak terkait untuk berperan aktif didalam pemberian pendidikan seksual sejak dini agar siswa terhindar dari perilaku seksual pranikah berisiko.
ANALISIS HHUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN DI DESA MUNTOI TIMUR KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW B, Hamzah
Infokes Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Info Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.811 KB)

Abstract

Diare sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian utama di dunia, diare telah menyebabkan kematian 1,8 juta per tahun dengan kematian terbesar pada anak umur kurang dari lima tahun. Kasus diare di Indonesia sangat potensial terjadi Kejadian Luar Biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan personal higyene dengan kejadian diare pada anak usia 4-5 tahun di Desa Muntoi Timur. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional studi dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden dengan teknik penarikan sampel menggunakan Acidental Sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik diperoleh kebeiasaan mencuci tangan (p=0,022<0,05)dan kebersihan kuku (p=0,010<0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan kebiasaan mencuci tangan dan kebersihan kuku dengan kejadian diare pada anak usia 4-5 tahun di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun 2019. Untuk itu diharapkan kepada orang tua agar berperan aktif melatih anak untuk terbiasa mencuci tangan dan menjaga kebersihan kuku. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kejadian diare pada anak usia 4-5 tahun dengan variabel yang lain misalnya kebiasaan penggunan jamban, dan kebiasaan jajan.
Analisis Hubungan Penggunaan Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita B, Hamzah
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1107

Abstract

Background: Diarrhea is still a health problem in the world, there are about 2 million cases of diarrhea worldwide every year, and 1,9 million children under five die from diarrhea every year. Diarrheal disease in Indonesia is an endemic disease and has the potential for extraordinary events. Diarrhea is the 3 highest infectious disease in North Sulawesi in 2016 with a total of 23.881 cases. Objectives: His study aims to analyze the relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020. Research methods: This type of research is observational analytic with cross sectional design with a total sample of 43 respondents. The sampling technique used is accidental sampling. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed univariately and bivariately using the chi square test. Results: The results showed that 44,6% of respondents who had children under five suffered from diarrhea, 40,8% of respondents who used clean water did not meet the requirements, 41,5% of respondents who used latrines did not meet health requirements. The statistical test results showed that there was a relationship between the use of stick water and the incidence of diarrhea in children under five (p=0,023<0,05) and there was a relationship between latrine use and the incidence of diarrhea among children under five (p=0,000<0,05) in Gogagoman Village, Kotamobagu. Conclusion: here is a relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020. Keyword: Diarrhea, use of clean water, use of latrines, children under five years
Pendidikan Kesehatan Berbasis Media Sosial Untuk Meningkatkan Perilaku Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Remaja B, Hamzah; Hamzah, St. Rahmawati
Gema Wiralodra Vol 12 No 2 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i2.182

Abstract

Laporan dari World Health Organization menyebutkan bahwa sekitar 70% dari populasi dunia akan meninggal akibat penyakit tidak menular seperti diabetes, stroke, penyakit jantung, dan kanker. Pada tahun 2030 diprediksi ada 52 juta kematian pertahun karena penyakit tidak menular. Remaja menjadi sasaran yang strategis untuk melakukan edukasi terkait dengan pencegahan penyakit tidak menular. Tujuan penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media sosial terhadap peningkatan perilaku pencegahan penyakit tidak menular pada remaja. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non randomized pre-test post-test control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja usia 10-19 tahun yang berada di wilayah kelurahan Mogolaing dan Motoboi Kecil. Sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden meliputi 30 pada kelompok intervensi dan 30 pada kelompok kontrol, kemudian sampel ditarik dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji paired sample t test, uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil menunjukkan perbedaan rerata skor (mean) pengetahuan responden saat pre-test dan post-test sebesar 10,14 dengan nilai p=0,022, perbedaan rerata skor (mean) sikap responden saat pre-test dan post-test sebesar 16,74 dengan nilai p=0,000 dan perbedaan rerata skor (mean) tindakan responden saat pre-test dan post-test sebesar 14,04 dengan nilai p=0,002. Hal ini menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media sosial terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap pencegahan penyakit tidak menular pada remaja.
Pengaruh Pelatihan Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Perilaku dan Keterampilan Ibu Dalam Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Hamzah, St. Rahmawati; B, Hamzah
Gema Wiralodra Vol 12 No 2 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i2.183

Abstract

Angka kematian bayi baru lahir secara global menurun dari 5 juta pada tahun 1990 menjadi 2,4 juta pada tahun 2019, meskipun angka kematian bayi menurun namun anak-anak tetap menghadapi risiko kematian terbesar dalam 28 hari pertama kehidupan. Di Sulawesi Utara angka kematian bayi tahun 2019 terdapat 215 kasus dan kematian neonatal 168 kasus. Perlu adanya perlakukan yang dilakukan ibu untuk tetap menjaga kesehatan bayi melalui pijat bayi yang bisa dilakukan secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pijat bayi terhadap peningkatan perilaku dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman menggunakan jenis quasi eksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 30 ibu yang memiliki bayi umur 3-11 bulan yang ditarik dengan teknik purposive sampling. Data untuk variabel pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuesioner melalui wawancara dan untuk variabel keterampilan menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan uji wilcoxon dan paired t test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pelatihan pijat bayi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan ibu dalam melakukan pijat secara mandiri, diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) dengan perbedaan rerata skor (mean) pengetahuan responden saat pre-test dan post-test sebesar 2,8, perbedaan rerata skor (mean) sikap responden saat pre-test dan post-test sebesar 7,2 dan perbedaan rerata skor (mean) keterampilan responden saat pre-test dan post-test sebesar 4,23.
EDUKASI PENDAMPINGAN DETEKSI DINI RISIKO STUNTING PADA IBU BALITA DI POSYANDU SIA Hamzah, Strahmawati; B, Hamzah; Lamonge, Jely
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 1 No. 2 (2024): July (2024)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v1i2.255

Abstract

Kasus stunting di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi masalah kesehatan masyarakat. Riskesdas tahun 2018 stunting pada balita sebanyak 30,8%. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 stunting di Indonesia sebanyak 21,6%. Prevalensi stunting di Sulawesi Utara sebanyak 20,5% dan di Kotamobagu sebanyak 21,9%. Laporan dari Dinkes Kotamobagu Desa Sia menjadi salah satu lokus stunting dengan prevalensi sebesar 18,8%. Kendala yang ditemukan dilapangan dalam deteksi dini risiko stunting di posyandu adalah kurangnya jumlah kader posyandu yang aktif sehingga layanan edukasi hasil pemantauan pertumbuhan tidak tersampaikan dengan baik serta ibu malas membawa anaknya melakukan pemantauan pertumbuhan di posyandu. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi pelaksana, studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan dengan melakukan edukasi kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu dalam melakukan deteksi dini risiko stunting. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada peserta penyuluhan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman ibu balita. Kegiatan edukasi pendampingan deteksi dini risiko stunting di Posyandu Sia terlaksana dengan baik. Terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang deteksi dini risiko stunting dan meningkatnya kesadaran ibu untuk melakukan pemantauan pertumbuhan balita di posyandu sebagai upaya dalam deteksi dini risiko stunting.
Edukasi Pencegahan Diare Pada Balita Di Desa Bungko Kota Kotamobagu: Edukasi Pencegahan Diare Pada Balita Di Desa Bungko Kota Kotamobagu Hamzah, Strahmawati; B, Hamzah; Gobel, Anisa; Gaib, Istiara
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 2 No. 1 (2025): January (2025)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v2i1.301

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pencernaan yang menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Menurut WHO dan UNICEF, terjadi sekitar 2 milyar kasus diare dan 1,9 juta anak balita meninggal karena diare di seluruh dunia setiap tahun. Dari semua kematian tersebut, 78% terjadi di negara berkembang. Pada tahun 2023 jumlah kasus diare di Sulawesi Utara sebanyak 19.435 dengan jumlah penemuan kasus diare di Kota Kotamobagu sebanyak 1.482. Studi pendahuluan yang dilakukan di Desa Bungko dari 20 terdapat 62% ibu belum mengetahui cara melakukan pananggulangan pertama ketika ada anak mengalami diare. Kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan melakukan koordinasi pelaksana, studi pendahuluan dan perizinan. Tahap pelaksanaan dengan melakukan edukasi kepada peserta tentang diare dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanggulangan diare. Tahap evaluasi dilakukan dengan memberikan umpan balik kepada peserta untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman ibu. Kegiatan edukasi pencegahan diare di Desa Bungko terlaksana dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang pencegahan diare dan meningkatnya pemahaman ibu untuk melakukan penanggulangan diare yang tepat.
Analisis Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu B, Hamzah; Akbar, Hairil
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2020): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v6i1.854

Abstract

Latar belakang:Skabies merupakan penyakit kulit yang masih sering dijumpai di Indonesia dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat. Angka prevalensi skabies diseluruh dunia dilaporkan sekitar 300 juta kasus per tahun dimana di Indonesia skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering.Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan mandi dan kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu tahun 2018.Metode Penelitian:Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 43 responden. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Acidental Sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada responden dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.Hasil:Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara kebiasaan mandi dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu (p=0,007<0,05) dan ada hubungan antara kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu (p=0,009<0,05).Kesimpulan:Ada hubungan antara kebiasaan mandi dan kebiasaan ganti pakaian dengan kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Juntinyuat Kabupaten Indramayu tahun 2018.
Analisis Hubungan Penggunaan Air Bersih dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare Pada Balita B, Hamzah; Sudirman
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 1 (2021): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v7i1.1172

Abstract

Background: Diarrhea is still a health problem in the world, there are about 2 million cases of diarrhea worldwide every year, and 1,9 million children under five die from diarrhea every year. Diarrheal disease in Indonesia is an endemic disease and has the potential for extraordinary events. Diarrhea is the 3 highest infectious disease in North Sulawesi in 2016 with a total of 23.881 cases. Objectives: His study aims to analyze the relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020. Research methods: This type of research is observational analytic with cross sectional design with a total sample of 43 respondents. The sampling technique used is accidental sampling. Data were collected by direct interviews with respondents and analyzed univariately and bivariately using the chi square test. Results: The results showed that 44,6% of respondents who had children under five suffered from diarrhea, 40,8% of respondents who used clean water did not meet the requirements, 41,5% of respondents who used latrines did not meet health requirements. The statistical test results showed that there was a relationship between the use of stick water and the incidence of diarrhea in children under five (p=0,023<0,05) and there was a relationship between latrine use and the incidence of diarrhea among children under five (p=0,000<0,05) in Gogagoman Village, Kotamobagu. Conclusion: here is a relationship between the use of clean water and the use of latrines with the incidence of diarrhea in children under five in Gogagoman Village, Kotamobagu in 2020.