Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DAN DAMPAK BANJIR DI KOTA BUKITTINGGI Zuheldi Zuheldi; Nursyaifi Yulius; Zuherna Mizwar
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 3 (2021): Vol 3 No 3 Edisi 2 April 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.172 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i3.785

Abstract

Beberapa tahun terakhir kota Bukittinggi seringkali mengalami banjir akibat perubahan iklim dan pertumbuhan penduduk yang tinggi, iklim tropis dan bentuk lahan yang tidak stabil dan pembangunan infrastruktur yang kurang berwawasan lingkungan. Oleh sebab itu harus ada langkah dan upaya berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan banjir Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis serta menentukan langkah dan upaya pengelolaan banjir yang dapat dilakukan terhadap faktor-faktor penyebab dan dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir di kota Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptive kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan bantuan kuisioner dengan 45 butir pertanyaan yang disebar ke 123 orang responden, penentuan jumlah responden menggunakan metode purposive sampling. Pengolahan data menggunakan bantuan software SPSS 16. Hasil uji validitas memperlihatkan bahwa semua variabel valid terlihat dari dari nilai r hasil untuk tiap item (variabel) bernilai positif dan nilai r hitung > nilai r tabel yaitu 0,1757 untuk taraf signifikan 5%. Hasil uji reliabilitas memperlihatkan bahwa semua variabel reliabel terlihat dari nilai alpha cronbach’slebih besar dibandingkan dengan nilai minimal cronbach alfa 0,6 sehingga data cukup realibel atau handal. Hasil uji KMO dan Bartlett’s juga telah memenuhi syarat dengan nilai lebih besar dari 0,5 dengan nilai signifikasi 0,000.Hasil pengujian anti image dihasilkan 25 variabel yang digunakan.Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 7 Faktor-Faktor penyebab dan dampak banjir yaitu Faktor Alam, Faktor Manusia, Dampak ekonomi, Dampak Sosial, Dampak Lingkungan. Faktor yang paling dominan adalah Faktor Alam, Faktor Manusia dan Dampak ekonomi, untuk meminimalisir dampak tersebut maka harus ada dilakukan dengan mitigasi struktural dan non struktural.
Analysis of energy losses reduction potential on the distribution line of campus building through electric power quality improvement Andi Pawawoi; Zuheldi Zuheldi; Fajril Akbar; Refdinal Nazir
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 17, No 2: February 2020
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v17.i2.pp868-876

Abstract

In public and commercial buildings, the reduction of electricity consumption activities can be conducted through 3 paths, including improving the quality level of electric power, increasing the efficiency of electrical equipment, and reducing the waste of electric energy use. In this paper, the energy losses reduction potential on the distribution line of Engineering Faculty, Andalas University buildings through electric power quality improvement are analyzed. Power Quality (PQ) variables that considered in this analysis include power factor, unbalance current load and harmonics distortion. Analysis of correlation between PQ variables is required to determine the power loss on the distribution line of buildings. Using data of PQ variables recorded by Fluke Power Analyzer 435 series II, the energy losses of the distribution line without/with PQ improvement for each building is calculated. Analysis results have shown that the reduction potential is proportional to the value of PQ variables. Administrative faculty building with poor power quality has the potential to reduce its energy losses on the distribution line by 52.62% through power quality improvement. Civil engineering building group with quite good power quality only has the potential to reduce energy losses by 32.81%. Overall, the buildings in this faculty have the potential to reduce energy losses on distribution lines by 34.42% through its power quality improvement.
Analisis Pengaruh Perlakuan Panas terhadap Kekerasan Cast Iron Camshaft dan Baja Paduan Push Rod Hafiza, Jana; Aditya Indra Kusuma, Muhammad; Zuheldi, Zuheldi; Kurniawan, Deddy
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v9i2.3012

Abstract

Camshaft dan push rod merupakan komponen penting dalam kendaraan bermotor. Camshaft yang terbuat dari besi cor kelabu (cast iron) berfungsi sebagai penggerak katup hisap untuk memasukkan bahan bakar dari karburator melalui saluran hisap yang seterusnya memasuki ruang bakar. Push rod yang terbuat dari baja paduan karbon tinggi berfungsi untuk meneruskan gerakan serta menerima tekanan dari valve lifter menuju rocker arm. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perbedaan perubahan sifat fisik material Camshaft dan push rod setelah diberi perlakuan panas. Masing-masing ada 4 sampel yang dipersiapkan, dengan 1 sampel tanpa berikan perlakuan dan 3 sampel lainnya diberi perlakuan panas dengan suhu 8000C dan holding time selama 20 menit lalu dilanjutkan dengan pendinginan dengan tiga jenis media pendinginan yang berbeda yaitu air, oli, dan air garam. Semua sampel kemudian dilakukan uji kekerasan menggunakan Rockwell Hardness Tester FR-3e (HRC). Untuk Camshaft diuji pada 3 titik di setiap sampel uji dengan beban (load) 150 kgf, dan push rod pengujian dilakukan pada satu titik di setiap sampel. Kekerasan sampel tanpa perlakukan dan tiga sampel yang diberikan perlakuan panas diperiksa kemudian dibandingkan. Berdasarkan hasil analisis uji kekerasan diketahui terjadinya penurunan kekerasan pada Camshaft setelah diberikan perlakuan panas. Sampel tanpa diberikan perlakuan panas memiliki HRC rata-rata 52,60 HR, sampel pendinginan dengan air biasa memiliki HRC rata-rata 42,57 HR, pendinginan sampel dengan oli 46,77 HR, dan HRC rata-rata pendinginan sampel dengan air garam adalah 37,17 HR. Dari data terlihat adanya penurunan kekerasan paling tinggi dengan media pendinginan air garam. Hasil uji kekerasan pada push rod memperlihatkan adanya kenaikan nilai kekerasan dengan media pendinginan air biasa dan air garam, namun terjadinya penurunan kekerasan di media pendinginan oli. Tanpa diberikan perlakuan, push rod memiliki nilai kekerasan 33,9 HR, pada pendinginan air biasa kekerasan naik menjadi 35,0 HR, media air garam naik menjadi 40,9 HR, dan menurun pada pendinginan oli menjadi 30,1 HR.