Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Resiliensi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja di Panti Asuhan Yuliasari, Hesty; Nirmalasari, Novita
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 1 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY MARCH
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i1.208

Abstract

Kesejahteraan seseorang khususnya remaja dapat dipengaruhi oleh suatu kondisi yang berasal dari lingkungan. Adanya kesejahteraan remaja dapat terukur dari kesejahteraan psikologis yang dimilikinya. remaja mampu mencapai tingkat kesejahteraan psikologis yang tinggi serta mampu mewujudkan. Remaja yang mampu menghadapi permasalahan yang terjadi di dalam hidupnya dapat dikategorikan sebagai remaja yang memiliki resiliensi baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelatihan resiliensi untuk meningkatkan kesejahteraan psikologi pada remaja di panti asuhan. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimental dengan one group pretest-postest design. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kesejahteraan psikologis remaja panti asuhan setelah diberikan pelatihan resiliensi dengan nilai t=1,321, sig 0,001 (p0,01). Ada peningkatan skor kesejahteraan psikologis setelah diberikan pelatihan resliensi, yang menunjukkn bahwa remaja panti asuhan semakin mampu menerima diri sendiri, memiliki tujuan hidup, memiliki hubungan positif dengan orang lain, mencapai pertumbuhan pribadi, kemandirian dan mampu menguasai lingkungan dengan kapasitas dirinya, sehingga lebih mudah untuk menerima kondisinya saat ini untuk menjalani kehidupannya di masa depan.
PENINGKATAN ACADEMIC RESILIENCE MELALUI KONSELING KELOMPOK BERBASIS SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELLING (SFBC) PADA SISWA SMA Pusvitasari, Putri; Yuliasari, Hesty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i3.1189-1197

Abstract

Resiliensi merupakan bagian penting yang menentukan keberhasilan diri individu karena resiliensi menunjukan seberapa tangguh individu untuk bangkit dan mampu bertahan dalam situasi apapun. Resiliensi akademik berhubungan dengan pola adaptif individu untuk segera bangkit dari keterpurukan ketika mengalami kegagalan atau penurunan prestasi akademik. Siswa yang resilien harus mampu bertahan dan bangkit ditengah kondisi yang sulit dikarenakan adanya protective factors yaitu minat, motivasi harapan siswa untuk tetap mempertahankan kinerja akademik. Salah satu permasalahan yang terjadi pada siswa SMA adalah munculnya kondisi ketidaksiapan siswa dalam menghadapi ujian kelulusan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membantu siswa dalam meningkatkan resiliensi akademik melalui konseling kelompok berbasis Solution Focused Brief Counselling (SFBC). Pengabdian ini dilaksanakan pada 3 Juni 2022. Sedangkan tempat pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Ngaglik dengan jumlah peserta sebanyak 8 siswa. Hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah konseling kelompok berbasis Solution Focused Brief Counselling (SFBC) ini mampu meningkatkan resiliensi akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Ngaglik. Selain itu, melalui konseling kelompok ini para siswa mampu memunculkan solusi-solusi yang dapat membantu mereka dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan akademik di sekolah.
PELATIHAN LITERASI KESEHATAN MENTAL UNTUK KADER KESEHATAN JIWA SEBAGAI UPAYA PREVENTIF KASUS Yuliasari, Hesty; Pusvitasari, Putri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 4 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i4.1299-1306

Abstract

Pengembangan kader kesehatan jiwa merupakan bentuk penyegaran kader ataupun pelatihan lanjutannya. Tahapan kegiatan ini  terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pelaksanaan berupa pelatihan menggunakan metode ceramah dan diskusi dalam penyampaian materinya yang terbagi dalam lima sesi yaitu Pretes, Materi tentang Literasi Kesehatan Mental, Isu-isu dan kasus kesehatan jiwa di Masyarakat, Penanganan Kesehatan Jiwa, dan Postest. Pelatihan ini akan berlangsung selama 180 menit.  Efektifitas Pelatihan literasi kesehatan mental yang akan diberikan pada kader kesehatan jiwa dapat terlihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan terhadap permasalahan kesehatan jiwa melalui skor hasil evaluasi. Semakin tinggi skor setelah diberikan pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan ini secara efektif dapat menjadi sarana preventif terhadap permasalahan kesehatan jiwa. Hasil uji analisis pretes dan posttest menunjukkan ada perbedaan pemahaman terhadap literasi Kesehatan mental sebelum dan setelah diberikannya pelatihan (F 1.690, p = 0.0128).  Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan literasi Kesehatan mental merupakan upaya preventif untuk meningkatkan pemahaman kader dalam penanganan kasus gangguan jiwa. Secara kualitatif, keefektifan pelatihan terlihat dari antusiasme dan keaktifan pesera untuk menjawab dan mengikuti pelatihan.
Analisis Psikometris: Uji Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur Kecemasan terhadap Kekerasan Seksual pada Mahasiswa Triyantoro, Davit Bagus; Salsabila Aven, Ghina; Yuliasari, Hesty; Erwan Syah, Muhammad
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 16 No 2 (2025):
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/xffw2v77

Abstract

Almost everyone can potentially become a victim of sexual violence and experience varying levels of anxiety when faced with it. This study aims to develop a tool to measure anxiety about sexual violence in college students. The sample size was 286 students, using a purposive sampling technique. Data were obtained from the Sexual Violence Anxiety Scale, developed based on Nevid's theory and comprising 24 items, covering three aspects: physical, behavioral, and cognitive. The data analysis methodology used to test construct validity was Confirmatory Factor Analysis (CFA), processed using the Jamovi data analysis application. The test items were proven to be unidimensional (valid), and the scale's reliability was coefficient  Cronbach's Alpha of 0.975, indicating consistency in measuring anxiety about sexual violence in the students sampled in this study
Brief Cognitive Behavioral Therapy untuk Menurunkan Kecemasan Sosial Pada Warga Binaan Menjelang Bebas Dhela Apriliya R.S, Dhela Apriliya R.S; Yuliasari, Hesty
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v3i4.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Brief Cognitive Behavioral Therapy (B-CBT) dalam menurunkan kecemasan sosial pada 15 warga binaan laki-laki dewasa menjelang bebas di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan skala adaptasi La Greca & Lopez (1998). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan penurunan skor kecemasan sosial (M_pre = 84.13; M_post = 80.27; t = 1.122; p = 0.282) namun tidak signifikan secara statistik. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan restrukturisasi kognitif dan kepercayaan diri sosial.
Psychological Well-Being of Maritime Communities: An Analysis Based on Social Support, Self-Esteem, and Resilience Yuliasari, Hesty; Nirmalasari, Novita; Fatimah , Malida; Herawati, Icha
Indonesian Psychological Research Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Psychological Research
Publisher : Program Studi Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/ipr.v8i1.1745

Abstract

This study aims to examine the relationship between social support, self-esteem, and resilience on psychological well-being in maritime communities. This study used a correlational design involving 87 respondents with the criteria of maritime communities, living in coastal areas, male or female, and aged 18-65 years old, measured through a modified scale of the Social Support scale, Rosenberg's Self Esteem Scale (RSES), resilience scale, and Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWBS). The results of the analysis showed that social support, self-esteem, and resilience together were predictors of psychological well-being in maritime communities. Partially, social support significantly influenced psychological well-being. This result demonstrates that maritime communities are part of a community that promotes well-being in the psychological, family, and social spheres. Social support, self-esteem, and resilience influence a person's psychological well-being, with social support, resilience, and self-esteem being important indicators of positive mental health. These support helps individuals cope with adverse situations and stressors, while self-esteem fosters self-acceptance, self-responsibility, and self-care.  
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PESISIR MELALUI LITERASI KESEHATAN MENTAL DI DESA BANARAN Yuliasari, Hesty; Nirmalasari, Novita; Fatimah, Malida; Pusvitasari, Putri
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), Vol 6 No 2 (Oktober 2025)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v6i2.3510

Abstract

One of the problems experienced by coastal communities in Banaran Village is limited access to education, health care, and public services, which impact the dynamics and well-being of life. The limited access to health care, particularly mental health, significantly impacts the community's quality of life. This is especially true in villages far from the city and experiencing economic instability. Individuals with a quality of life are better able to manage themselves and the problems they face. Therefore, knowledge about mental health is needed so that coastal communities have the same knowledge as other communities. Coastal communities are a vulnerable group due to a lack of mental health literacy. Therefore, mental health literacy is one solution to improving the quality of life of coastal communities. The goal of this activity is to improve the quality of life of coastal communities through Mental Health Literacy. The method used is training that includes education and role-play through self-assessment. The results showed a difference in participants' understanding and skills after being provided with education and role-play on mental health literacy. This increase in cognitive skills allows individuals to think clearly and identify alternative solutions to their problems, thus encouraging them to seek the most effective solutions to avoid conditions that cause mental disorders. Mental health literacy is an alternative solution to problems that can improve the community's quality of life.