Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

LATIHAN RENANG UNTUK LANSIA Indah Pangastuti, Nur
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 7, No 7 (2011): Januari
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.608 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v7i7.10284

Abstract

Usia lanjut usia adalah dimana seseorang mengalami pertambahan umur yang disertai penurunan fungsi fisik dan ditandai dengan penurunan massa otot serta kekuatannya, laju denyut jantung maksimal, peningkatan lemak tubuh, dan penurunan fungsi otak. Penurunan tersebut mempengaruhi berbagai jaringan system organ dan fungsi yang secara kumulatif dapat mempengaruhi aktifitas hidup sehari-hari. Penurunan struktur fungsi pada lansia dapat dihambat dengan berolahraga secara teratur.Olahraga untuk lansia sebaiknya bersifat aerobic dan rekreasi. Selain itu ketika berolahraga lansia harus memulai pada kadar aktivitas yang sangat ringan kemudian secara bertahap meningkat sampai pada kadar aktivitas sedang. Tidak diperkenankan lansia berolahraga setiap hari, paling tidak melakukan olahraga tiga kali dalam satu minggu. Para lansia disarankan untuk memilih olahraga yang aman seperti, besepeda, senam, golf, dan renang. Renang merupakan olahraga tanpa grafitasi bumi, karena dilakukan di dalam air. Olahraga ini tergolong aman bagi lansia, karena tidak ada gerakan menghentakan, setiap gerakan gaya renang selalu kontinyu, dalam berenang dapat melakukan pengaturan nafas yang san gat baik untuk meningkatkan fungsi paru, dan gerakan renang yang dilakukan dengan perlahan mampu meningkatkan harmon endorfin dalam otak. Kata kunci : Lansia, Olahraga, Renang
Optimalisasi Prestasi Atlet Melalui Konsep Manusia Seutuhnya (Sebuah Kajian Filosofis) Nur Indah Pangastuti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v18i2.49005

Abstract

Teori dualisme tentang tubuh dan jiwa menegaskan bahwa keduanya merupakan dua hal yang berbeda dan terpisah. Perbedaan tersebut terletak pada pengertian dan objeknya. Tubuh dikatakan objek yang dapat dilihat, diraba, dan nyata, sedangkan jiwa bersifat abstrak, tidak dapat diraba, dan tidak nyata. Meskipun dikatakan berbeda dan terpisah tetapi mereka saling berkaitan erat. Descartes dalam tulisannya yang berjudul meditation mengutarakan gagasannya mengenai dualisme interaksionisme. Interaksionisme meyakini bahwa adanya hubungan timbal balik antara badan (tubuh) dengan jiwa. Keadaan jiwa atau pikiran seperti keyakinan dan keinginan akan berinteraksi dengan tubuh. Disini dikatakan bahwa tubuh dan jiwa memiliki hubungan timbal balik. Segala sesuatu yang berhubungan dengan tubuh akan memengaruhi jiwa begitu juga sebaliknya, apa yang dirasakan oleh jiwa akan mempengaruhi badan. Dalam olahraga prestasi, tubuh dan jiwa memiliki peran yang penting bagi atlet untuk mencapai prestasi. Jiwa yang kuat akan menentukan arah dan tujuan, kemudian dikembangakan oleh pikiran untuk mencari cara dan membuat suatu perintah yang dilanjutkan oleh raga. Raga yang telah terlatih akan melaksanakan perintah yaitu serangkaian performa gerak. Pemberian program latihan untuk atlet sebaiknya dapat mengena pada jiwa dan raganya. Satu kesatuan jiwa dan raga dapat mengoptimalkan prestasi atlet, yang disini akan dikhususkan dalam cabang olahraga renang. Optimizing Athlete Achievement Through Whole Human Concepts(A Philosophical Study)The dualism theory of body and soul asserts that they are two distinct and separate things. The difference lies in the meaning and object. The body is said to be an object that can be seen, touched, and real, while the soul is abstract, intangible, and unreal. Descartes in his writing entitled Meditation expresses his ideas about the dualism of interactionism. Interactionism believes that there is a reciprocal relationship between body and soul. The state of soul or mind such as beliefs and desires will interact with the body. Here it is said that the body and soul have a reciprocal relationship. Everything related to the body will affect the soul and vice versa, what is felt by the soul will affect the body. In achievement sports, the body and soul have an important role for athletes in achieving achievement. Where when the soul is strong it will be able to determine the direction and purpose, then it is developed by the mind to find ways and make an order which is continued by the body. The body that has been trained will carry out the command, namely the performance of motion. Giving an exercise program for athletes should be able to hit the soul and body. So that unity of body and soul can optimize the athlete's achievement, especially in swimming.
Implementasi Nilai Karakter pada Proyek Pelajar Pancasila dengan Visitasi Expert bagi Peserta Didik Fase E (16 – 18 Tahun) Sujarwo; Lismadiana; Nur Indah Pangastuti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 Mei (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.447

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya pendidikan karakter yang dilaksanakan dalam pembelajaran di SMA, maraknya hal-hal negatif yang terjadi dikalangan remaja atau anak SMA, misalnya saja adanya geng-geng disekolah dan maraknya klitih yang terjadi karena salah satu hal. diantaranya nilai karakter yang rendah. Upaya pemerintah dengan proyek profil siswa Panasila di sekolah tidak akan maksimal jika guru hanya mengajarkan materi saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan edukasi dengan contoh nyata “kunjungan ahli” dari narasumber dalam hal ini dosen yang telah berpengalaman dan juga ahli dalam bidang pengembangan karakter melalui aktivitas fisik dan psikis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dimana narasumber nantinya akan mengajar atau memberikan materi dalam proyek pembelajaran profil siswa Pancasila. Selama kurang lebih satu semester, dosen sebagai narasumber akan memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang implementasi nilai-nilai karakter khususnya gotong royong dalam proyek profil mahasiswa Pancasila. implementasi nilai-nilai karakter pada proyek siswa Pancasila dimensi gotong royong dengan kunjungan ahli bagi siswa tahap e (16 - 18 tahun) dengan kegiatan kunjungan ahli dengan materi manajemen diri, ketangguhan mental atau psikologi, senam kebugaran dan outbound, dapat meningkatkan manajemen, komunikasi, kebugaran, kerja sama tim, dan ketangguhan mental.
Fleksibilitas dan peregangan untuk meningkatkan performa renang: Tinjauan komprehensif Pangastuti, Nur Indah; Sugiyanto, F; Tirtawirya, Devi
Jurnal Pedagogi Olahraga dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpok.v6i1.23408

Abstract

Fleksibilitas merupakan komponen penting dalam biomotor fisik atlet renang. Fleksibilitas yang baik akan memengaruhi efisiensi pergerakan teknik renang, rentang gerak, serta dapat mencegah terjadinya cedera pada atlet. Penelitian ini meninjau secara komprehensif dari berbagai sumber literatur mengenai fleksibilitas yang dikaitkan dengan olahraga renang ditinjau dari teknik renang dalam cakupan performa atlet. Pendekatan yang dilakukan dengan mengkajian peran fleksibilitas dalam olahraga renang, peran fleksibilitas pada performa atlet, serta jenis dan metode latihan fleksibilitas pada olahraga renang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui pencarian jurnal PubMed, Google Scholar, Sinta, serta Scoopus. Setelah melakukan analisis mengenai fleksibilitas dan teknik gerak renang didapatkan kesimpulan bahwa program pelatihan fleksibilitas yang dirancang dengan baik, tidak hanya akan meningkatkan performa gerakan teknik renang saja, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan performa secara keseluruhan dan mengurangi risiko cedera muskuloskeletal. Peregangan yang dilakukan sebaiknya tidak hanya berfokus pada fleksibilitas, namun juga pada kekuatan, keseimbangan, dan stabilitas inti. Otot yang teregang dengan baik, akan mengakibatkan sendi-sendi di sekelilingnya menjadi lebih fleksibel, hal tersebut mengakibatkan rentang gerak akan meningkat.
Strategi peningkatan keterampilan berenang siswa menggunakan metode pelatihan dan media Sugiyanto, Fx.; Pangastuti, Nur Indah; Sujarwo, Sujarwo
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 10 No 2 (2024): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/js_unpgri.v10i2.23330

Abstract

Many students find that swimming is a necessary skill, yet many struggle to learn the appropriate form due to inadequate teaching. Learning can happen faster with the right training media, and knowledge of swimming techniques can be improved. Innovative teaching methods and training media are needed to optimise students' mastery of swimming skills. This study is to assess how well proper workout regimens and media can enhance fundamental swimming skills. This study uses an action research design, where three action research cycles are (1) preparation, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. If at least 75% of children can perform basic swim movements in a crawling style successfully, then this learning has been successful. This study used a percentage analysis methodology as its analytical method. While at least 75% of students who received a completeness score in swimming during the first cycle showed success in basic crawl style movements, the learning results of students' movements were not in accordance with the success indicators; only 55.55% of students achieved the overall target. The number of students who achieved the goal in the second cycle increased to 32 or 71.11%. At the end of the cycle, 40 students, or 88.89% of students, achieved the overall target. According to the study's findings, the basic swimming ability of adolescent students can be improved by using land exercises and training tools.