Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Penduduk, Indeks Pembangunan Manusia, Upah Minimum Provinsi, dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Pulau Sumatera Kasih, Vianita Dhifaf Aqilah; Yefriza, Yefriza
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 8 No 1 (2025): Artikel Riset Januari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v8i1.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh jumlah penduduk, IPM, UMP, serta pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan di berbagai provinsi Pulau Sumatera. Data yang dipakai dalam temuan ini ialah data sekunder, metode analisis yang digunakan yaitu regresi data panel 10 Provinsi di Pulau Sumatera pada tahun 2014 – 2023. Model yang dipakai ialah Random Effect Model(REM). Pengujian secara ekonometrika dilaksanakan uji asumsi klasik, dan hipotesisnya memakai uji-t, uji-F dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif antara jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan. Kedua, IPM memiliki hubungan negatif dengan kemiskinan, mengindikasi bahwa peningkatan IPM berhubungan negatif dengan tingkat kemiskinan. UMP berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi yang negatif dan signifikan menunjukkan korelasi terbalik dengan tingkat kemiskinan. Hal ini membuktikan bahwasanya peningkatan pertumbuhan ekonomi berpotensi menurunkan angka kemiskinan.
Pengaruh Belanja Pemerintah Daerah, Tingkat Pengangguran Terbuka dan Laju Pertumbuhan Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan Pada Kabupaten/Kota Provinsi Bengkulu Putri, Chariza; Yefriza, Yefriza
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 8 No 1 (2025): Artikel Riset Januari 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v8i1.1859

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak belanja pemerintah daerah, pengangguran terbuka, dan pertumbuhan penduduk terhadap tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Bengkulu pada periode 2019-2023. Data yang dipakai dalam penelitian ini yaitu data sekunder, metode analisis yang dipakai adalah regresi data panel, dan model yang dipakai adalah fixed effect model. Pengujian ekonometrik melakukan pengujian asumsi klasik, dengan memakai uji t, uji F dan koefisien determinasi (R2) untuk menguji hipotesis. Hasil yang diperoleh memberikan petunjuk bahwasanya variabel belanja pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka, dan laju pertumbuhan penduduk secara signifikan berkontribusi terhadap perubahan tingkat kemiskinan di kabupaten/kota Provinsi Bengkulu. Variabel belanja pemerintah daerah menunjukkan hubungan negatif, sedangkan dua variabel lainnya memiliki hubungan positif dengan tingkat kemiskinan.
PENGARUH UPAH MINIMUM, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU Saputri, Selvi; Yefriza, Yefriza
JURNAL DARMA AGUNG Vol 33 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v33i1.4836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak upah minimum, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat pengangguran di wilayah Kepulauan Riau periode 2018-2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) berupa data panel dari 7 kabupaten/kota di wilayah Kepulauan Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan menggunakan software Eviews 12, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamaan upah minimum, IPM dan jumlah penduduk berpengaruh terhadap tingkat pengangguran di Kepulauan Riau. Di beberapa daerah, perubahan upah minimum mempunyai pengaruh positif, sedangkan HDI mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat pengangguran. Di sisi lain, jumlah penduduk mempunyai pengaruh negatif namun tidak penting terhadap tingkat pengangguran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenaikan upah minimum tidak selalu menurunkan angka pengangguran, sedangkan peningkatan IPM dapat mengurangi angka pengangguran di Kepulauan Riau.
Effectiveness of Monetary Policy in Indonesia Pasaribu, Esti; Ekaputri, Retno Agustina; Yefriza, Yefriza
Integrated Journal of Business and Economics (IJBE) Vol 7, No 2 (2023): Integrated Journal of Business and Economics
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/ijbe.v7i2.645

Abstract

This research investigated the effectiveness of the monetary policy in Indonesia. A cumulative summary test was used to determine the response of economic growth to monetary policy between 1990-2020. Furthermore, the data on gross national income, money supply, inflation, exchange rate, and interest rate was processed using error correction model regression. The results showed that monetary policy improved economic growth through channels of inflation and money supply, and the correlation was strong and valid both in the short and long term. The correlation of exchange rate and interest rate to economic growth was also observed to be significant only in the long term. The four variables had a significant, simultaneous effect on Indonesia's GDP. Therefore, the government needs to pay special attention to the enactment of monetary policy.
The Impact of Macroeconomic Indicators and Bank Spesific Factors on Comercial Bank NPLs in the Province of South Sumatera Oktaviani, Selvia; Yefriza, Yefriza
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4632

Abstract

Non-Perfoming Loan or non-performing loan is a ratio that can affect the stability of the banking financial system if NPLs are not managed properly, it will cause chaotic financial conditions and will cause economic problems.The purpose of this research is to examine the impact of macroeconomic indicators and bank-spesific factors on the Non Perfoming Loan ratio of commercial banks in Lampung Province. The study made use of time series data from 2010QI – 2022QIV. The type of data used is secondary data obtain from the Central Bureua of Statistics and Bank Indonesia. The independent variabeles are macroeconomic indicators such inflation, exchange rate, BI rate, as well as bank-spesific factors such as LDR, with Non-Perfoming Loan serving as the dependent variable. This study employs multiple liniear analysis methods as well as traditional assumptions. The findings revealed that macroeconomic variables and bank specific indikators both affect NPL, with LDR having a partially negative effect on NPL. The exchage rate has a positive effect non-perfoming loans, while inflation and the BI rate have no effect. 
Urban Poverty Dynamics And Its Determinants: Evidence From Household-Level Logistic Models In Aceh And Bengkulu, Indonesia Ekaputri, Retno Agustina; Yefriza, Yefriza; Barika, Barika
Convergence: The Journal of Economic Development Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/convergencejep.v7i2.48900

Abstract

Abstract Aceh and Bengkulu are among the provinces in Sumatra with relatively high poverty rates, although both have shown gradual declines in recent years. In Aceh, the poverty rate decreased from 14.64% in 2022 to 14.23% in 2024, while in Bengkulu it declined from 14.62% to 13.56% over the same period. Urban poverty remains consistently lower than rural poverty; however, disparities in urbanization patterns between the two provinces suggest potential differences in the determinants of urban household poverty. Aceh is characterized by more developed urban centers such as Banda Aceh and Lhokseumawe, whereas Bengkulu is dominated by smaller urban areas. This study aims to analyze the determinants of urban household poverty and compare their characteristics across selected cities in Aceh (Sabang, Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, and Subulussalam) and Bengkulu City. An explanatory research design is employed using secondary data. The analysis combines descriptive statistics, logistic regression, and comparative testing. The results indicate that in urban Aceh, housing floor area, household size, and participation in the basic food assistance program significantly influence poverty status. In contrast, sanitation conditions and participation in the Family Hope Program (PKH) are significant determinants in urban Bengkulu. Furthermore, the comparative analysis reveals no statistically significant differences in urban poverty between the two provinces. These findings highlight that, despite similar poverty levels, the underlying determinants vary across regions, implying the need for region-specific policy interventions to effectively address urban poverty. Keywords : Urban Poverty, Multidimensional Poverty, Logistic Regression, Regional Comparison Abstrak Provinsi Aceh dan provinsi Bengkulu merupakan daerah dengan persentase penduduk miskin tinggi di pulau Sumatera. Di provinsi Aceh sebesar 14,64 di tahun 2022 turun menjadi 14,23 persen pada tahun 2024. Adapun di provinsi Bengkulu sebesar 14,62 turun menjadi 13,56 persen pada tahun 2024. Ditinjau dari proporsi kemiskinan perkotaan dan perdesaan, umumnya kemiskinan di wilayah perkotaan lebih rendah daripada kemiskinan perdesaan. Kedua provinsi ini memiliki tingkat urbanisasi yang berbeda, di mana Aceh memiliki kota-kota besar seperti Banda Aceh dan Lhokseumawe, sedangkan Bengkulu lebih didominasi oleh kota kecil seperti Bengkulu. Provinsi Aceh dan Bengkulu, misalnya, memiliki karakteristik sosio-ekonomi yang berbeda, sehingga menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan rumah tangga di perkotaan di kedua provinsi tersebut. Desain penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Pertama penelitian ini akan menganalisa karakteristik rumah tangga miskin di Kota Sabang, kota Banda aceh, kota Lhokseumawe, kota Langsa, kota Subulussalam, dan kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, regresi logistik, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menemukan bahwa berdasarkan variabel Luas lantai, jumlah anggota keluarga, dan program sembako berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di perkotaan Aceh, sedangkan sanitasi dan PKH berpengaruh di perkotaan Bengkulu. Uji komparatif menunjukkan bahwa secara statistic tidak terdapat perbedaan antara kemiskinan antara perkotaan provinsi Aceh dan Bengkulu. Kata kunci : Kemiskinan, Perkotaan, Multidimensi, Regresi Logistik