Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Kriminologi Terhadap Pengunaan Mata Uang Kripto Sebagai Media Pencucian Uang Kurniawan, Lendra Dika; Rahmawan, Alfin Dwi; Manik, Jeanne Darc Noviayanti
Jurnal Suara Hukum Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Suara Hukum
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jsh.v5n1.p89-101

Abstract

The purpose of this research is to see the loopholes for the perpetrators of money laundering through the Bitcoin Cryptocurrency media in carrying out their actions. This study uses a socio-legal research approach. Socio-legal is known as research that involves a social approach in studying legal studies or across disciplines. Sociolegal studies are an alternative approach that examines doctrinal studies of law. The results in this study are based on several case findings and also some literature, Bitcoin cryptocurrency provides opportunities for illegal transactions or transactions that are used for negative actions. There is strong speculation that Bitcoin is very vulnerable to be used as a medium for money laundering or other misuse such as terrorism financing, arms and drug trafficking to several other forms of crime. This is possible because Cryptocurrency has a Blockchain-based encryption system that has sufficient effectiveness, complexity, and anonymity. There are also attempts to engineer Bitcoin as a recognized currency in Indonesia, this can be seen from the use of Bitcoin and the emergence of legality against Bitcoin Cryptocurrency.
PERJUANGAN KELAS PENGESAHAN RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN SEKSUAL Niko, Nikodemus; Atem, Atem; Syahrin, Alif Alfi; Rahmawan, Alfin Dwi; Mardiana, Anggi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/jids.v4i2.2425

Abstract

Tulisan ini ingin menempatkan gejolak perjuangan kelas—pemikiran Karl Marx—sebagai bahan kajian analisis kritis dalam melihat upaya perjuangan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di Indonesia, utamanya dalam aksi mahasiswa bersama dengan rakyat pada gerakan #GejayanMemanggil, #RakyatGugatNegara dan aksi lainnya di berbagai wilayah di Indonesia. Ide utama dari esai ini adalah bahwa teori kelas Marx hadir berdasarkan filosofi pemahaman terhadap fenomena sosial; adanya pembagian kelas pada masyarakat itu sendiri. Pada studi ini dilihat adalah kelas penguasa (pemerintah; negara) dan kelas rakyat biasa. Marx berkeyakinan bahwa inklusivitas dalam masyarakat hanya dapat tercapai melalui perjuangan kelas. Tulisan ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka. Eksplorasi data sekunder dalam tulisan ini didapatkan melalui penelusuran tulisan ilmiah dan tulisan populer seperti jurnal, tulisan di koran, media daring dan buku yang terkait dengan tema dalam tulisan ini. Berdasarkan analisis data, temuan dalam kajian ini bahwa pada konteks perjuangan perempuan (secara organisasi dan individu) dan orang-orang yang memiliki kepedulian pada kekerasan seksual di Indonesia, menghadapi tantangan perjuangan kelas perempuan dalam mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual menjadi Undang-Undang
Deng Xiaoping's Military Modernization and the National Security Interests of the People's Republic of China in the East Asian Region during the Cold War (1980-1991) Sultani, Zofrano Ibrahimsyah Magribi; Wildani, Ahmad Gussef; Wargi, Faruq Setya; Zidane, Gregorius Alberto Zinadine; Ali, Okada; Rahmawan, Alfin Dwi
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 12, No 1 (2024): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v12i1.8303

Abstract

After Mao Zedong, China arranged military modernization at the 12th National People's Congress on 1-11 September 1982 to become Deng Xiaoping's modernization priority in response to the constellation of political and military forces of the United States of America and the Soviet Union. The research aims to analyze Deng Xiaoping’s military modernization for the interests of China's national security during the Cold War (1980-1991). The research method uses historical methods which consist of problem determination, heuristics, verification, interpretation, and historiography. The results of the research findings are that the modernization of the Chinese military carried out by Deng Xiaoping protected China's national security interests in building and developing its military capabilities in the East Asian region from 1980-1991.