Aini, Khusnul
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DALAM MEMPERSIAPKAN ANAK MASUK SEKOLAH DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK PANTI PURUHITA SEMARANG Widyaningsih, Tri Sakti; Aini, Khusnul; Apriliani, Femi Nur
Jurnal Ners Widya Husada Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.385 KB) | DOI: 10.33666/jners.v3i2.178

Abstract

Latar Belakang :Penyesuaian diri pada anak TK diawali adanya kecemasan dari anak saat berpisah dengan orang tua, menangis dan penarikan pada awal masuk sekolah. Hal ini berkaitan dengan peran orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Semarang. Metode :Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu korelasi dengan desain penelitian cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 45 responden orang tua dari TK Panti Puruhita Semarang dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.Hasil :Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah mempunyai peranan baik yaitu 35 responden (77,8%) dan sebagian besar anak kemampuan adaptasinya baik yaitu sebanyak 37 responden (82,2%). Hasil korelasi rank spearmanmenunjukkan p value = 0,001atau < 0,05. Kesimpulan :Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan peran orang tua dalam mempersiapkan anak masuk sekolah dengan kemampuan adaptasi pada anak usia prasekolah di TK Panti Puruhita Semarang. Kata Kunci : Peran orang tua, Persiapan masuk sekolah, Kemampuan adaptasi, Usia prasekolah.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN PERAWAT DENGAN HARGA DIRI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RUANG HEMODIALISA RSUD KABUPATEN BATANG Wibowo, Teguh Saputro; ianto, Arif; Aini, Khusnul
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.808 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.136

Abstract

Latar Belakang : Pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa akan mengalami perubahan psikologis. Pada klien yang sudah mengalami perubahan tersebut dibutuhkan  dukungan keluarga. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran perawat dengan harga diri pada pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisa RSUD Kabupaten Batang. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini deskriptif  korelasi. Tehnik sampling dengan Accidental Sampling, sampel sejumlah 46 responden. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner kemudian di olah kedalam uji statistik Spearman Rank. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil analisis statistik dengan Rank Spearman, di dapatkan nilai p value dukungan keluarga = 0,047 <?  = 0,05 r = (0,294) dan pvalue peran perawat = 0,011 <?  = 0,05 r = (0,370) Ha diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dan peran perawat dengan harga diri pada pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisa RSUD Kabupaten Batang.Kesimpulan Penelitian : Ada hubungan dukungan keluarga dan peran perawat dengan harga diri pada pasien gagal ginjal kronis di ruang hemodialisa RSUD Kabupaten Batang, dengan keeratan hubungan yang lemah.                             Kata Kunci : dukungan keluarga, peran perawat, harga diri.
Pengaruh Deep Breathing pada Pasien Praoperasi di RSUD Kuningan Tahun 2013 Taryadi, Aang; Aini, Khusnul; Ramadhy, Asep Sufyan
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2015.10.2.605

Abstract

Praoperasi merupakan stressor yang dapat menyebabkan kecemasan. Salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam. Berdasarkan studi pendahuluan  hasil wawancara  dengan pasien menunjukkan sebanyak  80% mengalami kecemasan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen kelompok perlakuan 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang, dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HRS-A. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian dengan Uji Wilcoxon rerata skor kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam adalah 27,1 ± 8,24 dan rerata skor kecemasan sesudah dilakukan teknis relaksasi napas dalam adalah 11,5 ± 4,72. Setelah dilakukan uji beda didapatkan nilai p=0,000, terdapat perbedaan yang  bermakna skor kecemasan antara sebelum dan setelah dilakukan pemberian teknis relaksasi napas dalam. Dan hasil uji Mann-Whitney rerata skor kecemasan pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 11,5  ± 4,72, sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 25,6 ± 4,73. Setelah dilakukan uji beda didapatkan perbedaan yang sangat signifikan (p=0,000), antara pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam dan yang tidak diberikan teknik relaksasi napas. Perawat diharapkan memberikan teknik relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien praoperasi.
Pengalaman Verbal Abuse oleh Keluarga pada Anak Usia Sekolah di Kota Semarang Armiyanti, Iin; Aini, Khusnul; Apriana, Rista
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2017.12.1.714

Abstract

ABSTRACTVerbal abuse are all forms of speech acts that have the character of insulting, snarling, cursing and scare by issuing inappropriate words. This research uses qualitative method with phenomenology approach and involves 3 paticipant. This study shows the experience of life experienced by school-age children are verbal abuse in the form of snapped, scolded and issued inappropriate words that should not be spoken by parents. Verbal abuse experience by families in school-aged children. Verbal absue done by parents affects the child’s psychological development. Parents should be more careful in attitude and when communicating. Because children as imitators of parents, then it is better choose which one is appropriate to say and show to the child.Keywords: Experience, family, school-aged, verbal abuse. ABSTRAKKekerasan kata-kata adalah semua bentuk tindakan ucapan yang mempunyai sifat menghina, membentak, memaki, dan menakuti dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 3 partisipan. Hasil Penelitian ini menunjukan adanya pengalaman hidup yang dialami anak usia sekolah yaitu kekerasan verbal yang berupa dibentak, dimarahi, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas yang seharusnya tidak diucapkan oleh orang tua. Pengalaman verbal abuse yang didapatkan keluarga pada anak usia sekolah. Verbal abuse yang dilakukan oleh orang tua berdampak pada perkembangan psikologis anak. Diharapkan penelitian ini dapat dilakukan kembali dengan lebih mendalami pengalaman hidup seseorang lebihh dalam lagi agar penelitian ini bisa lebih baik lagi.Kata Kunci: Anak usia sekolah, keluarga, pengalaman, verbal abuse.