Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KINERJA KELOMPOK SADAR WISATA DALAM MENGEMBANGKAN OBYEK WISATA DI KALURAHAN SONGBANYU Heri Roh Pujiati; Galih Nugraheni
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 3: Agustus 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang kinerja kelompok sadar wisata dalam mengembangkan objek wisata di Kalurahan Songbanyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja pokdarwis dalam mengembangkan potensi wisata di Kalurahan Songbanyu, Untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat kemampuan pengembangan dengan tingkat kinerja pokdarwis. Kelompok sadar wisata merupakan salah satu organisasi yang berbasis masyarakat yang dapat membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan implementasi unsur-unsur kepariwisataan di daerah-daerah. Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan di kalurahan Songbanyu dan dilaksanakan dalam kurun waktu bulan April sampai dengan Juli 2022. Subyek dan sumpel penelitian ini adalah anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis). Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara dan catatan-catatan lapangan, pengumpulan data melelui observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Faliditas data dalam penelitian menggunakan teknis triangulasi.
Gambaran Balita Stunting di Padukuhan Grogol 2 dan Grogol 3 di Desa Bejiharjo Kabupaten Gunungkidul Puspita Dewi , Hani; Nugraheni , Galih
Journal of Society Bridge Vol. 2 No. 2 (2024): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v2i2.41

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran stunting pada balita di Padukuhan Grogol 2 dan Grogol 3 serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa resiko stunting di Padukuhan Grogol 2 dan Grogol 3 masih cukup tinggi, dengan sebagian besar balita mengalami keterlambatan pertumbuhan. Faktor-faktor yang diduga memengaruhi gambaran stunting meliputi pemberian air susu ibu yang tidak eksklusif, perawatan ibu hamil yang kurang optimal, akses terhadap kesehatan dasar yang terbatas, praktik higene yang kurang baik, sanitasi lingkungan yang buruk, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan yang memadai, dan pola asuh yang kurang optimal. Namun berbeda dengan gambaran lingkungan warga di Grogol 2 dan 3 bahwa lingkungan sekitar bersih dan sanitasi baik. Selain itu pengasuhan dilakukan oleh ibu dan terpenuhinya Kesehatan dasar yang cukup. Penelitian ini menyoroti pentingnya stunting pada balita, termasuk upaya untuk meningkatkan akses terhadap layanan Kesehatan lebih rajin, meningkatkan pengetahuan dan praktik higene, serta meningkatkan kualitas perawatan ibu hamil dan pola asuh anak.
INOVASI DESA WISATA: TRASFORMASI MELALUI ANALISIS ZOOP UNTUK MENGAKOMODASI ASPIRASI MASYARAKAT Sumarni, Sumarni; Nugraheni, Galih; Bawono, Septiono Eko; Suindartini, Suindartini; Apriyani, Tanti; Pujiati, Heri Roh
Jurnal Terapan Abdimas Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v9i1.17850

Abstract

Abstract.Tourism is one of the programmes that is an alternative source of state income, even the government, both central and regional, makes tourism a strategic programme, so it needs careful concepts and planning and innovation is important in developing tourism destinations. The purpose of this research and service is to assist the Melikan community in finding and developing tourism destinations in the village according to the potential and human resources they have, this is because innovation in tourism village development is crucial for the success of tourism village development. The encouragement of government policies that require all villages to have tourist destinations. Therefore, a lack of attention in developing tourism villages can result in a waste of state funds. One method that can facilitate innovation in the development of tourist villages is the ZOOP method. In the ZOOP method, the focus is on understanding the character of the community, the potential of the community, the objectives of tourism development, and the potential problems that may be faced by the community in developing tourist destinations. The results of the research and service showed that after the ZOOP method was applied, researchers found that this method was successful in uncovering the potential of the community. The enthusiasm of FGD participants in using the ZOOP method is quite stable, as evidenced by the consistent attendance of participants during the 2 months of meetings. Abstrak.Pariwisata adalah salah satu program yang menjadi alternatif sumber pendapatan negara, bahkan pemerintah baik pusat mapun daerah menjadikan pariwisata sebagai program strategis, sehingga perlu konsep dan perencanaan yang matang serta inovasi menjadi hal yang penting dalam mengembangkan destinasi pariwisata. Tujuan dari penelitain dan pengabdian ini untuk mendampingi masyarakat Kalurahan Melikan dalam menemukan dan mengembangkan destinasi parisiwitasa yang ada di desa tersebut sesuai dengan potensi dan sumberdaya manusia yang mereka miliki, hal ini dikerenakan Inovasi dalam pengembangan desa wisata menjadi krusial untuk keberhasilan pembangunan desa wisata. Dorongan kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua desa memiliki destinasi wisata Oleh karena itu, kurangnya perhatian dalam mengembangkan desa wisata dapat mengakibatkan pemborosan dana negara. Salah satu metode yang dapat memfasilitasi inovasi dalam pengembangan desa wisata adalah metode ZOOP. Dalam metode ZOOP, fokus diberikan pada pemahaman terhadap karakter masyarakat, potensi yang dimiliki oleh masyarakat, tujuan pengembangan wisata, serta potensi permasalahan yang mungkin dihadapi oleh masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata. Hasil dari penelitian dan pengabdian menunjukkan bahwa setelah metode ZOOP diterapkan, peneliti menemukan bahwa metode ini berhasil mengungkap potensi masyarakat. Antusiasme peserta FGD dalam menggunakan metode ZOOP cukup stabil, yang dibuktikan dengan kehadiran peserta yang tetap konsisten selama 2 bulan pertemuan berlangsung.  
Optimalisasi Peran Ambulans Desa Dalam Mendukung Layanan Kesehatan Berbasis Komunitas Pada Program Desa Siaga Di Kalurahan Karangtengah Kapanewon Wonosari Kabupaten Gunungkidul Sumari; Vibriza Juliswara; Galih Nugraheni
Jurnal Masyarakat dan Desa Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pembangunan Masyarakat Desa (D3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jmd.v4i2.485

Abstract

Ambulans desa merupakan salah satu layanan pada program Desa Siaga. Namun dalam pelaksanaan perannya masih mengalami beberapa kendala sehingga untuk mencapai layanan kesehatan darurat yang efektif belum optimal.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran Ambulans desa dalam mendukung layanan kesehatan berbasis komunitas pada Program desa siaga di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan terpilih dari berbagai pihak yaitu pemerintah desa, tenaga medis, relawan, dan masyarakat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambulans desa dalam melayani masyarakat telah berperan nyata dalam mengurangi keterlambatan penanganan medis, sehingga mengurangi angka kematian dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Beberapa kendala dalam pelaksanannya yakni terbatasnya dana untuk pemeliharaan, kondisi jalan yang buruk, serta kurangnya tenaga medis terlatih untuk operasional ambulans. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran ambulan desa pada program Desa Siaga yaitu lemahnya koordinasi pemerintah desa, puskesmas, dan masyarakat, dana kapasitas sumber daya lemah. Rekomendasi yang ditawarkan dalam optimalisasi peran layanan ambulans desa menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak-pihak terkait , perbaikan infrastruktur jalan, pelatihan berkala bagi relawan, dan peningkatan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas
Peningkatan Kesadaran Wajib Pajak PBB Melalui Sosialisasi Program Sipapah di Kabupaten Gunungkidul Nugraheni, Galih; Pujiati, Heri
Jurnal Administrasi Pemerintahan Desa Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/villages.v6i2.292

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator penting kemandirian fiskal suatu daerah dalam pelaksanaan desentralisasi. Meski demikian, kontribusi PAD terhadap pembiayaan pembangunan di berbagai daerah,  Kabupaten Gunungkidul, masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan triangulasi data, bertujuan menggali secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak dan efektivitas inovasi pelayanan pajak melalui aplikasi SIPAPAH. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi dan melakukan pembayaran PBB secara daring. Namun dalam praktik implementasinya masih banyak kendala, seperti rendahnya pemanfaatan aplikasi akibat preferensi masyarakat terhadap metode pembayaran konvensional, kurangnya sosialisasi, serta keterbatasan dari segi ekonomi pada kelompok masyarakat tertentu. Hasil penelitian menyimpulkan ketidaktertiban wajib pajak membayar PBB bukan hanya karena faktor ekonomi, melainkan lebih pada aspek kesadaran, kebiasaan, serta komunikasi yang belum efektif. Minimnya kesadaran wajib pajak membayar tagihan perlu diatasi dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif oleh pemerintah. Dalam konteks ini, sosialisasi program SIPAPAH secara intensif dan inklusif menjadi strategi penting membangun kepercayaan publik serta menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap kewajiban perpajakan. Pendekatan karikatif dan peningkatan intensitas sosialisasi menjadi strategi penting untuk meningkatkan ketertiban wajib pajak. Dukungan terhadap pengembangan dan pemanfaatan SIPAPAH dinilai krusial dalam rangka optimalisasi PAD dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah serta edukasi masyarakat terkait kemudahan pembayaran pajak perlu terus ditingkatkan lagi oleh Pemerintah.