Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PEMBANGUNAN JALAN DI KAWASAN TEMBAWANG DESA TANJUNG TENGANG KECAMATAN NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI Apriliansyah, Apriliansyah; Oramahi, H A; Idham, M
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 1 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v8i1.39391

Abstract

Tanjung Tengang Village is one of the villages in Nanga Pinoh sub-district, Melawi Regency, which has a fairly extensive forest resource of around 1,257 Ha. The development in the Tembawang area of Tanjung Tengang Village can certainly affect the social and economic conditions of the community so that there is a perception that exists in the community. This study aims to determine people's perceptions of development in tembawang areas and the factors that influence them, age, knowledge and community education. This study uses a direct interview technique with a questionnaire tool, the determination of respondents was done by purposive sampling based on the Slovin formula of 85 respondents who live in the village of Tanjung Tengang. Characteristics of respondents are people who live in the village of Tanjung Tengang at least 5 years, physically and mentally healthy and at least 20 years old as head of the family. Data analysis consists of community perceptions of the development of tembawang areas and the relationship between age, knowledge and community education and community perceptions of the development of tembawang areas in Tanjung Tengang Village. Based on the calculation results of the three variables there is no relationship to public perception. The type of data consists of primary and secondary data and the research is conducted for one month in the field. The results showed the community's perception of the development of tembawang areas tended to be neutral, namely 64 respondents (75.29%), positive 13 respondents (15.29%) and negative as many as 8 respondents (9.41%). Characteristics of respondents in the village of Tanjung Tengang based on the age level are dominated by the adult age level, as many as 40 respondents (47.05%). Characteristics of respondents based on the level of knowledge are dominated by people with a medium level of knowledge as many as 65 respondents (76.47%) and for the characteristics of respondents based on the level of education are dominated by respondents with a high education level of 43 respondents (50.58%). Keywords: community perception, tembawang, road construction, melawi district
PENERAPAN REGRESI LOGISTIK BINER DALAM MENENTUKAN DETERMINAN PENGANGGURAN USIA MUDA TERDIDIK DI PROVINSI BANTEN Hakim, Syifa Rahmawati; Apriliansyah, Apriliansyah; Fitri, Muti Nurjannah; Sofyan, Sabiq; Siagian, Tiodora Hadumaon
Jurnal MSA (Matematika dan Statistika serta Aplikasinya) Vol 9 No 2 (2021): VOLUME 9 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/msa.v9i2.21370

Abstract

Pemanfaatan era bonus demografi tidak bisa tercapai jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pemberdayaan sumber daya manusia yang tersedia. Salah satu indikator yang seringkali digunakan dalam mengukur pemberdayaan sumber daya manusia, yaitu TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka). Provinsi Banten menempati posisi pertama dengan TPT tertinggi di Indonesia pada tahun 2019 sebesar 8,11 persen. Selain itu, sebagian besar pengangguran di Banten memiliki pendidikan terakhir SMA/sederajat yakni sebesar 65,15 persen. Selain pemberdayaan SDM terdidik yang kurang optimal, potensi sumber daya manusia usia muda (15-29 tahun) juga belum sepenuhnya terserap dalam pasar kerja. Persentase pemuda yang menganggur di Banten menempati posisi kedua tertinggi, yaitu sebesar 11,45. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengangguran terdidik di kalangan pemuda di Provinsi Banten menggunakan analisis regresi logistik biner. Data penelitian bersumber dari data sekunder BPS, yaitu Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2019 untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pengangguran terdidik di kalangan pemuda. Hasil penelitian menunjukkan variabel wilayah tempat tinggal, jenis kelamin, umur, dan status perkawinan berpengaruh signifikan terhadap status bekerja angkatan kerja usia muda terdidik di Provinsi Banten pada tahun 2019.
Analisis Implementasi Program Muhadharah dalam Menumbuhkan Pendidikan Karakter Akhlakul Karimah Disiplin dan Tanggung Jawab Peserta Didik di SMP Muhammadiyah Pagar Alam Apriliansyah, Apriliansyah; Suhirman, Suhirman; Ikbal, Moch.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis : 1) Melaksanakan kegiatan muhadharah untuk meningkatkan kedisiplinan akhlakul karimah dan tanggung jawab siswa di SMP Muhammadiyah Pagaralam 2) mengetahui unsur pendukung program program muhadharah di Perguruan Tinggi Muhammadiyah bertujuan untuk melatih akhlakul siswa. Karimah Disiplin dan Tanggung Jawab di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pagaralam 3) Faktor apa sajakah yang menghambat program muhadharah untuk meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Pagaralam? Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan catatan. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa pendidikan agama Islam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa : 1. Penyelenggaraan program muhadharah di perguruan tinggi muhammadiyah dilaksanakan sebagai program ekstrakurikuler untuk memajukan pendidikan aklakul karimah dan merupakan salah satu upaya sekolah dalam penyediaan wadah praktik dan upaya pengajaran untuk memberikan akhlakul. Pendidikan karakter karimah berupa nilai-nilai moral, disiplin dan tanggung jawab Tanggung jawab 2. Sekolah diberikan dukungan khusus dalam program ini untuk menumbuhkan karakter moral, disiplin dan tanggung jawab siswa serta menyediakan sarana, prasarana untuk mendukung program ini, khususnya mempunyai legitimasi dari kegiatan yang dilaksanakan pada hari jumat oleh para mahasiswa muhammadiyah dan para dosen Universitas Pagaralam 3. Hambatan dalam program muhadharah perguruan tinggi muhammadiyah yang bertujuan untuk menumbuhkan karakter, etika, disiplin dan tanggung jawab peserta didik melalui program muhadharah perguruan tinggi muhammadiyah yaitu muhamamadiya, khususnya faktor internal dan eksternal seperti anak malas mengikuti kegiatan muhadharah dan sikap gelisah dalam melaksanakan tugas serta sarana dan prasarana yang kurang memadai dan tidak terencana dengan baik.
Pengembangan Kurikulum Manejemen Sekolah SMP Muhammadiyah Pagaralam Tahun Ajaran 2023 Apriliansyah, Apriliansyah; Noer Aly, Hery
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.123

Abstract

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di setiap masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapat informasi tentang: (1) Perencanaan manajemen kurikulum; (2) Pelaksanaan manajemen kurikulum; dan (3) Evaluasi manajemen kurikulum pada SMP Muhammadiyah Pagaralam Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencaan kurikulum pada SMP muhammadiyah pagaralam dalam perencanaannya dan pengaturannya telah menggunakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran mengenai tujuan serta isi dan persiapan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. (2) Pelaksanaan Kuikulum Pada SMP Muhammadiyah Pagaralam melakukan pelaksanaan menetapkan beban belajar, meliputi menetapkan jumlah jam untuk kegiatan pembelajaran tatap muka, konversi jumlah jam praktik disekolah kedalam jumlah jam tatap muka, memetapkan jumlah jam mata pelajaran yang terdini atas jam tatap muka, kemudian menetapkan kelender akademik dalam pembentukan roster pelajaran. (3) Evaluasi Kurikulum Pada SMP muhammadiyah Pagaralam sudah baik dalam bentuk pelaksanaan administrasi tetapi evaluasi dilakukan jika proses Pelaksanaan Manajemen Kurikulum mengalami kendala dan masalah.
Hakekat Sejarah Dan Konsep Dasar Nasionalisme Dalam Pendidikan Islam Apriliansyah, Apriliansyah; Nirwana, Rina; Nurlaili, Nurlaili
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.131

Abstract

Nasionalisme adalah kerinduan/keberpihakan terhadap tanah airnya (nasionalisme kerinduan), atau keharusan berjuang membebaskan tanah air dari imprealisme (nasionalisme kehormatan dan kebebasan), atau memperkuat ikatan kekeluargaan antar-masyarakatnya (nasionalisme kemasyarakatan), atau membebaskan negeri-negeri lain (nasionalisme pembebasan), hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang fitrah dan dapat diterima bahkan ada yang dianggap sebagai kewajiban. Tulisan dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui awal munculnya nasionalisme di dunia Islam dan pengaruh nasionalisme terhadap dunia Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan langkah-langkah penulisan sejarah sebagai berikut: (1) heuristik, (2) kritik, (3) interpretasi dan (4) historiografi. Berdasarkan hal di atas maka kesimpulannya adalah awal munculnya nasionalisme adalah pada abad 16 di Eropa. Mencintai tanah air tidak dilarang agama. Yang dilarang adalah mengurus suatu negara atau mengajak orang lain untuk mengurusnya dengan asa kebangsaan tanpa mengambil atura Islam. Semangat nasionalisme serta cinta tanah air dan menyatukannya dengan aturan islam adalah sikap terpuji. Sebagaimana Alquran surah Al-Hujurat mengakui eksistensi bangsa-bangsa, tapi menolak nasionalisme sempit yang mengarah kepada Ashabiyah. Kebangsaan adalah suatu fitrah dan alamiyah. Dengan adanya semangat nasionalisme yang berdasarkan atas persamaan niat dan tujuan untuk bersatu dan hendak membangun bangsanya menuju masa depan. Dengan penciptaan manusia yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa tidak lain untuk saling kenal mengenal sehingga tercipta kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
The Impact of Silicon Valley Bank Bankruptcy on Startup Funding Apriliansyah, Apriliansyah; Dalimunthe, Zuliani
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 8 No 3 (2025): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v8i3.7710

Abstract

This research explores how the collapse of Silicon Valley Bank (SVB) influenced startup funding trends in the United States. Using panel data comprising 23,061 startup funding rounds sourced from S&P Capital IQ, the study evaluates shifts in investment behavior before and after the collapse through Ordinary Least Squares (OLS), Difference-in-Differences (DiD), and subsample regression methods. The results show varied impacts depending on the funding stage. Early-stage startups saw a notable 9% rise in funding after the SVB incident, whereas later-stage startups experienced an equivalent 9% decline. Syndicated investments were linked to higher funding amounts at all stages, with more pronounced effects in early-stage rounds. In addition, established tech companies secured significantly less funding compared to non-tech firms in the post-collapse period, highlighting a broader reassessment of valuations within the tech industry. Overall, the findings indicate that the SVB failure led to a reallocation of capital rather than a universal funding downturn, with investors shifting toward more cautious, targeted investments particularly favoring smaller, early-stage ventures amid heightened systemic uncertainty.