Noer Aly, Hery
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sejarah dan Perbandingan Pendidikan Multikultural Di Negara Turki dan Belanda Suprapno; Hifdzil Haq, Ahmad; Noer Aly, Hery; Zulkarnain, Zulkarnain; Ismail, Ismail
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 11 No. 1 (2022): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v15i01.5861

Abstract

The purpose of this study is to reveal and describe the history and development as well as a comparison of the application of the ideology of multiculturalism in every policy of the Turkish and Dutch governments. Especially about the history and comparison of multicultural education systems in Turkey and the Netherlands. The research method used is a historical-based qualitative method, considering that the data to be studied is an event that has occurred. This historical research approach is carried out by reviewing library data (library research). The analytical technique used in this research is descriptive qualitative analysis by discussing the data from primary sources readings with secondary sources reading data. The results show that these two countries both apply the ideology of multiculturalism and the application of multicultural education, this is done because these two countries are places for immigrants who have different backgrounds for escape, however, in the application of the multicultural education system of these two countries in its application, differences were found, this was caused by differences in the majority of religions in Turkey and the Netherlands. Differences in the application of a multicultural education system include the freedom of parents in choosing and extraordinary in determining state and private schools of their respective denominations in Turkey and the Netherlands, the important and very central role of the Turkish government is clearly visible in conceptualizing, implementing, and evaluating a curriculum that includes the value of multiculturalism and textbooks, compared to the multiculturalism policy in the Netherlands looks marginal and only makes adjustments and examinations of teaching materials that contain the ideology of multiculturalism
Analisis Pengembangan Kurikulum Kepesantrenan Dengan Penguatan Wawasan Rasionalisme Kebangsaan, Moderasi Beragama Dan Berparadigma Multikultural Suprapno, Suprapno; Hifdzil Haq, Ahmad; Amin, Alfauzan; Noer Aly, Hery; Rohimin, Rohimin
FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Vol. 12 No. 1 (2023): FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Al-Khairat Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32806/jf.v12i01.6969

Abstract

Pesantren as the oldest institution in Indonesia has a big responsibility in caring for diversity through national insight and mediation education with a multicultural paradigm. This responsibility can be realized through the education system which is mainly related to the educational curriculum provided by the pesantren. This study seeks to analyze the development of the pesantren curriculum through strengthening national insight, religious moderation, and the multicultural paradigm. This study uses a qualitative approach with the type of library research. The results of this study indicate that the pesantren curriculum basically includes the hidden curriculum and the core curriculum. The curriculum applied by the pesantren is integrated with the values ​​of love for the homeland, diversity, religious moderation, and a multicultural paradigm. The existence of santri who come from different regions, ethnicities, and ethnicities allows pesantren to carry out a multicultural education system. Fostering human beings with character, morals, having human values, compassion, courtesy, and peace as well as respect for differences are an inseparable part of the applied education pattern. by upholding the value of diversity and difference. Therefore, through the developed curriculum, Islamic boarding schools are able to become educational institutions that are ready to face various challenges in order to avoid the potential for major conflicts with racial issues.
Pengembangan Kurikulum Manejemen Sekolah SMP Muhammadiyah Pagaralam Tahun Ajaran 2023 Apriliansyah, Apriliansyah; Noer Aly, Hery
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.123

Abstract

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di setiap masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri atas tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendapat informasi tentang: (1) Perencanaan manajemen kurikulum; (2) Pelaksanaan manajemen kurikulum; dan (3) Evaluasi manajemen kurikulum pada SMP Muhammadiyah Pagaralam Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan guru. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencaan kurikulum pada SMP muhammadiyah pagaralam dalam perencanaannya dan pengaturannya telah menggunakan pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran mengenai tujuan serta isi dan persiapan bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. (2) Pelaksanaan Kuikulum Pada SMP Muhammadiyah Pagaralam melakukan pelaksanaan menetapkan beban belajar, meliputi menetapkan jumlah jam untuk kegiatan pembelajaran tatap muka, konversi jumlah jam praktik disekolah kedalam jumlah jam tatap muka, memetapkan jumlah jam mata pelajaran yang terdini atas jam tatap muka, kemudian menetapkan kelender akademik dalam pembentukan roster pelajaran. (3) Evaluasi Kurikulum Pada SMP muhammadiyah Pagaralam sudah baik dalam bentuk pelaksanaan administrasi tetapi evaluasi dilakukan jika proses Pelaksanaan Manajemen Kurikulum mengalami kendala dan masalah.
Implementasi Teori Belajar Behavioristik Dalam Membentuk Perilaku Islami Siswa Di SD Negeri 77 Kota Bengkulu Rahmawati, Umi; Noer Aly, Hery
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.126

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui teori belajar Behavioristik dalam pembelajaran di SDN 77 Kota Bengkulu, Teori belajar behaviorisme berorientasi pada “hasil yang dapat diukur, diamati, dianalisis, dan diuji secara obyektif”. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behaviorisme adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasarkan pada perilaku yang tampak dalam pembelajaran peserta didik.
Taksonomi Tujuan Pendidikan Dalam Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Kota Bengkulu Sari Putri, Meilinda; Noer Aly, Hery
Science and Education Journal (SICEDU) Vol. 2 No. 2 (2023): Science and Education Journal 2023
Publisher : Faculty Of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v2i2.127

Abstract

Tujuan artikel ini untuk mendeskripsikan taksonomi tujuan Pendidikan dalam kuriklum Merdeka pada pembelajaran Pendidikan agama islam di sekolah dasar islam terpadu kota Bengkulu. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah ada enam tahapan dalam taksonomi tujuan pendidikan: mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakani. Taksonomi tujuan pendidikan kurikulum Merdeka sebagian telah terpenuhi dalam pembelajaran PAI di SDIT Kota Bengkulu, namun tahap pembuatannya tidak sederhana. Misalnya, guru sudah berusaha melakukan inovasi dalam proses pembelajaran, tetapi siswa kesulitan menanggapinya, apalagi hingga menurutnya hambatan kreativitas yang paling signifikan terdapat di kelas bawah.