Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perilaku Social Judgement Dalam Hajatan Di Kalangan Masyarakat Desa Tanjungsari Bogor Syuhada, Nisa Haniatus; Fauzi, Rizki Ahmad; Anjani, Emilia Nurul; Rajaby, Wardah; Safitri, Erina
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 2 No. 1 (2023): Juli - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jishs.v2i1.1006

Abstract

Hajatan menjadi fenomena unik yang mempengaruhi perilaku masyarakat Desa Tanjungsari, Bogor. Pasalnya hajatan menjadi tolok ukur seberapa ideal keluarga tersebut melangsungkan acara dalam kehidupannya. Dewasa ini masyarakat kerap menghadirkan kebudayaan social judgement dengan dalih common sense dalam hajatan manusia lain. Hal tersebut terjadi karena manusia dalam berinteraksi akan membuat dan menggunakan simbol-simbol, pernyataan ini sejalan oleh pernyataan Berger dan Luckman yang diistilahkan sebagai externalization. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek perilaku masyarakat Desa Tanjungsari, Bogor terhadap fenomena hajatan dikehidupannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kepustakaan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menyatakan bahwa peneliti mendapati perilaku social judgement masyarakat terhadap fenomena hajatan yang kemudian membentuk kebudayaan baru. faktor yang mempengaruhi penilaian ideal sebuah hajatan ialah makanan yang dihidangkan, pasangan pengantin, penampilan fisik, rentang waktu acara hajatan, kesiapan, status keluarga, souvenir serta bingkisan, dekorasi dan tata rias. Adapun pelbagai permasalahan diatas diperlukan kontrol sosial agar saling menghormati hak masyarakat dalam menyelenggarakan hajatan.
Implementasi Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri 19 Sijuk Walton, Erick Prayogo; Azra; Safitri, Erina; Salsabila, Desmita; Predika, Pindia; Christivo, Ryevilgo; Dewi, Syehan; Wahyuni; Mardiansyah, Yuda
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70825/jptb.v7i2.2381

Abstract

The School Literacy Movement (GLS) is a program aimed at improving students' reading culture and basic literacy skills. However, the implementation of the GLS program in several elementary schools still faces obstacles such as low student motivation in reading activities and a lack of variety in literacy activities. The Community Service Program (KKN) activities by students of Muhammadiyah University of Bangka Belitung were carried out at SD Negeri 19 Sijuk as an effort to support the implementation of the GLS program through a participatory approach that directly involved teachers and students. The implementation method included observation, socialization, activity planning, reading and writing assistance, and simple evaluation of student responses. The results of the program implementation showed an increase in student enthusiasm in participating in reading and storytelling activities in class. In addition, teachers also gave a positive response because the implementation of literacy activities can help create a learning atmosphere that feels more active, less monotonous, and enjoyable.
Gender Performativity of Women in Responding to Gender Constructs Within the Student Activity Unit (UKM) of Pencak Silat at Unusia Safitri, Erina; Maryaman, Liskawati; Anjani, Emilia; Khoirot, Rossa Umdatul; Maulana, Moh. Faiz
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.33466

Abstract

Abstract This study examines the gender performativity of women in responding to patriarchal gender constructions within the Student Activity Unit (UKM) of Pencak Silat at Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Using Judith Butler’s theory of gender performativity, this qualitative case study explores how female athletes negotiate and challenge masculine stereotypes embedded in martial arts. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving five female members of the UKM. The findings show that women perform gender through repetitive practices such as intensive training, mixed-gender sessions, and consistent athletic achievements, including competitive success that challenges assumptions of female physical inferiority. The supportive organizational environment of the UKM plays a crucial role in enabling these practices and strengthening women’s agency. This study contributes novelty by situating gender performativity within a campus-based martial arts organization, highlighting sport as a site of gender negotiation. Practically, the findings suggest that inclusive training systems in student organizations can foster gender equality and empower women in traditionally masculine spaces. Keywords: Gender Performativity; Gender Construction; Pencak Silat Abstrak Penelitian ini mengkaji performativitas gender perempuan dalam merespons konstruksi gender patriarkal di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Dengan menggunakan teori performativitas gender Judith Butler, penelitian ini menganalisis bagaimana perempuan menegosiasikan dan menantang stereotip maskulinitas dalam olahraga bela diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima anggota perempuan UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan melakukan performativitas gender melalui praktik berulang seperti latihan intensif, latihan bersama atlet laki-laki, serta pencapaian prestasi kompetitif yang konsisten. Lingkungan UKM yang relatif inklusif berperan penting dalam memperkuat agensi dan kepercayaan diri atlet perempuan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis performativitas gender dalam konteks organisasi mahasiswa berbasis olahraga bela diri. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa UKM dapat menjadi ruang strategis dalam mendorong kesetaraan gender di lingkungan kampus. Kata Kunci: Performativitas Gender; Konstruksi Gender; Pencak Silat