Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MOTIF ANYAMAN BESEK TAPE BONDOWOSO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari kekaguman terhadap anyaman besek tape Bondowoso yang saling mengikat, merefleksikan sebuah keharmonisan hidup. Serta proses pelapukan anyaman besek yang menimbulkan berbagai warna berdasarkan kelembaban dimana besek itu diletakkan, mulai dari bintik hijau, coklat, abu- abu hingga garis kehitaman pertanda besek telah membusuk dan usang. Peristiwa tersebut menimbulkan kesan tersendiri.Dalam penciptaan ini dilakukan proses pembentukan dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan.Tujuan dari penciptaan karya keramik ini adalah (a) sebagai penempuhan mata kuliah skripsi karya dan mempertanggung jawabkan hasil karya cipta secara tertulis dan sistematis, (b) sebagai media berekspresi dan bereksistensi yaitu sebagai mahasiswa jurusan seni rupa Unesa dengan menciptakan karya seni keramik dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan, (c) sebagai perwujudan membangun karakter bangsa dan nilai luhur bangsa Indonesia dengan melestarikan budaya lokal yakni menganyam besek dari tanah liat.Metode yang dipakai untuk mewujudkan karya keramik adalah menggunakan teori dari Dharsono Sony Kartika yang menyatakan ada dua tahap utama yakni, Pemanfaatan data dan Proses Kreatif Artistik. Dari dua tahapan tersebut didalamnya masih dijabarkan kembali. Pemanfaatan Data meliputi;, pemanfaatan data etik dan data emik. Sedangkan dalam Proses Kreasi Artistik meliputi; eksperimen, perenungan pembentukan dan verifikasi. Dari metode diatas, dihasilkan delapan karya seni keramik yang disajikan dalam bentuk tiga dimensi dan instalasi.Kata Kunci : anyaman besek, keramik, kreasi artistik
MOTIF ANYAMAN BESEK TAPE BONDOWOSO SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN KARYA SENI KERAMIK SEPTYAN NUR FADHOLI, DAFID; ARIEF, MUCHLIS
Jurnal Seni Rupa Vol 6, No 02 (2018): Yudisium II Wisuda 92 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Seni Rupa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari kekaguman terhadap anyaman besek tape Bondowoso yang saling mengikat, merefleksikan sebuah keharmonisan hidup. Serta proses pelapukan anyaman besek yang menimbulkan berbagai warna berdasarkan kelembaban dimana besek itu diletakkan, mulai dari bintik hijau, coklat, abu- abu hingga garis kehitaman pertanda besek telah membusuk dan usang. Peristiwa tersebut menimbulkan kesan tersendiri.Dalam penciptaan ini dilakukan proses pembentukan dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan.Tujuan dari penciptaan karya keramik ini adalah (a) sebagai penempuhan mata kuliah skripsi karya dan mempertanggung jawabkan hasil karya cipta secara tertulis dan sistematis, (b) sebagai media berekspresi dan bereksistensi yaitu sebagai mahasiswa jurusan seni rupa Unesa dengan menciptakan karya seni keramik dengan teknik anyam, slab dan cetak tekan, (c) sebagai perwujudan membangun karakter bangsa dan nilai luhur bangsa Indonesia dengan melestarikan budaya lokal yakni menganyam besek dari tanah liat.Metode yang dipakai untuk mewujudkan karya keramik adalah menggunakan teori dari Dharsono Sony Kartika yang menyatakan ada dua tahap utama yakni, Pemanfaatan data dan Proses Kreatif Artistik. Dari dua tahapan tersebut didalamnya masih dijabarkan kembali. Pemanfaatan Data meliputi;, pemanfaatan data etik dan data emik. Sedangkan dalam Proses Kreasi Artistik meliputi; eksperimen, perenungan pembentukan dan verifikasi. Dari metode diatas, dihasilkan delapan karya seni keramik yang disajikan dalam bentuk tiga dimensi dan instalasi.Kata Kunci : anyaman besek, keramik, kreasi artistik
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso Septyan Nur Fadholi, Dafid; Sustiawati, Ni Luh; Mawan, I Gede
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso Septyan Nur Fadholi, Dafid; Sustiawati, Ni Luh; Mawan, I Gede
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna.