ABSTRAKPenelitian ini menganalisis kinerja biaya, waktu, dan mutu pada proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Pembelajaran Politeknik Negeri Payakumbuh menggunakan pendekatan Earned Value Management (EVM). Penelitian bertujuan mengevaluasi efisiensi anggaran, kinerja jadwal, serta keterkaitan pencapaian mutu terhadap pengendalian biaya dan waktu dalam kerangka triple constraint manajemen proyek. Data yang digunakan meliputi nilai kontrak, bobot pekerjaan (PBP), Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), serta hasil kuesioner untuk penilaian mutu pekerjaan. Analisis biaya dilakukan melalui Cost Variance (CV) dan Cost Performance Index (CPI), sedangkan analisis waktu menggunakan Schedule Variance (SV), Schedule Performance Index (SPI), serta estimasi penyelesaian proyek (Estimate Date Complete/EDC). Mutu pekerjaan dianalisis menggunakan instrumen kuesioner terhadap 24 responden yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan proyek berjalan lebih hemat dari anggaran (CPI > 1; CV positif) dan lebih cepat dari jadwal rencana (SPI > 1; SV positif). Estimasi penyelesaian proyek berada pada 207–208 hari, lebih singkat dibandingkan durasi rencana 210 hari. Penilaian mutu menunjukkan kategori baik, yang mengindikasikan bahwa efisiensi biaya dan percepatan waktu tidak berdampak negatif terhadap kualitas pekerjaan. Secara ilmiah, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan EVM dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja terintegrasi untuk mengendalikan biaya dan waktu tanpa mengorbankan mutu, serta memberikan dasar pengambilan keputusan yang lebih sistematis dalam pengelolaan proyek konstruksi gedung di tingkat regional.Kata Kunci : Proyek Konstruksi, CPI, SPI, Mutu Pekerjaan, EVM ABSTRACTThis study analyzes the cost, time, and quality performance of the Payakumbuh State Polytechnic Learning Laboratory Building Construction project using the Earned Value Management (EVM) approach. The study aims to assess budget efficiency, schedule performance, and the relationship between mutual achievement and cost and time control within the triple constraint framework of project management. The data used include the contract value, work weight (PBP), Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), Actual Cost of Work Performed (ACWP), and the results of a questionnaire to assess work quality. Cost analysis was conducted using Cost Variance (CV) and the Cost Performance Index (CPI), while time analysis used Schedule Variance (SV), Schedule Performance Index (SPI), and the estimated project completion date (EDC). Work quality was assessed using a questionnaire instrument administered to 24 respondents, which was tested for validity and reliability. The results showed that the project was running below budget (CPI > 1; positive CV) and ahead of schedule (SPI > 1; positive SV). The estimated project completion time is 207–208 days, shorter than the planned duration of 210 days. The quality assessment is good, indicating that cost efficiency and time acceleration do not negatively impact work quality. Scientifically, this study demonstrates that the EVM approach can be used as an integrated performance evaluation tool to control costs and time without sacrificing quality, and provides a basis for more systematic decision-making in the management of building construction projects at the regional level.Keywords: Construction Project, CPI, SPI, Work Quality, EVM