Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pelatihan Pemandu Wisata Budaya di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri; Syafaruddin, Syafaruddin
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v3i3.64565

Abstract

Abstrak. Pelatihan pemandu wisata budaya di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda-pemudi lokal dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata budaya setempat. Program ini mencakup pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi yang menyeluruh untuk memastikan para peserta siap menjadi pemandu wisata yang kompeten. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Selain itu, dampak positif lain yang diharapkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat setempat. Pelatihan ini berhasil memberikan bekal yang dibutuhkan oleh pemuda-pemudi Wakatobi untuk mempromosikan dan mengelola potensi wisata budaya di Kabupaten Wakatobi. Kata Kunci: Pelatihan pemandu wisata, wisata budaya, pemberdayaan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ASING DALAM DESTINASI PARIWISATA: STUDI KASUS ZULU PARK KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Putri Utami, Meidy; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.391

Abstract

Pariwisata modern sering kali mengintegrasikan elemen budaya lokal dan asing untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Zulu Park di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan adalah contoh nyata integrasi ini dengan mengadopsi konsep budaya Korea dalam lingkungan alam Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana integrasi budaya tersebut diterima oleh pengunjung dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap social dan budaya setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pengelola Zulu Park, pengunjung dan masyarakat skeitar, Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya Korea sebagai daya tarik utama Zulu Park telah berhasil meningkatkan kunjungkang wisatawan, mendukung ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, terdapat juga dampak negatif seperti potensi kehilangan keaslian budaya lokal dan tekanan pada infrastruktur lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara atraksi budaya asing yang menarik dengan pelestarian keaslian budaya lokal. Pengelolaan yang berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan diperlukan untuk memitigasi dampak negatif dan menjaga keberlanjutan Zulu Park, sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. 
POTENSI SARAMBU MARURUN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALTERNATIF DI TORAJA UTARA Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri; Jumawan, Faris
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.96-100.2024

Abstract

This study aims to explore the potential and problems of Sarambu Marurun tourist attraction in Awan Rantekarua District, North Toraja, South Sulawesi, to identify appropriate development strategies. The method used is a qualitative approach, through field observations, in-depth interviews with stakeholders, and documentation. The data was analyzed based on the concept of Attractions, Accessibility, and Amenities (3A). The results of the study show that Sarambu Marurun has great potential as a tourist destination with a unique natural attraction in the form of a two-tiered waterfall, but its management is still minimal. The available facilities are limited, accessibility to the location is inadequate, and the promotion of this attraction is not optimal. This study recommends improving infrastructure such as improving road access, adding supporting facilities, and developing ecotourism concepts that involve the participation of local communities that have been made in the form of site signs or travel patterns that are expected to provide a development concept that in the future can increase tourist visits while preserving the environment and local culture, making Sarambu Marurun an alternative tourist destination in Toraja North.
RANCANGAN DESTINATION BRANDING KABUPATEN WAJO: STRATEGI MEMBANGUN CITRA DESTINASI WISATA UNTUK PENINGKATAN DAYA TARIK PARIWISATA Putri, Meidy; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi branding destinasi untuk Kabupaten Wajo. Kabupaten Wajo memiliki potensi alam yang melimpah, budaya yang kaya, dan warisan tradisional yang unik. Kabupaten Wajo masih belum memiliki branding yang kuat dalam konteks pariwisata. Pengumpulan informasi dari wawancara, observasi, dan studi literatur terkait dengan elemen yang berkontribusi pada proses pembentukan branding destinasi Kabupaten Wajo. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang pandangan para narasumber mengenai elemen-elemen tersebut, termasuk potensi, budaya, citra, karakter, kepribadian, serta elemen-elemen seperti logo dan slogan. Rekomendasi branding yang diusulkan mengintegrasikan elemen-elemen seperti Danau Tempe, Sutera, dan Rumah Adat Atakka'e, serta tagline "It’s more special’s inside." Identitas visual yang memperlihatkan ciri khasnya sebagai destinasi pariwisata yang memiliki daya tarik, keunikan, dan keajaiban alam. Dengan branding yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan domestik dan internasional serta bersaing lebih baik dalam pasar pariwisata yang kompetitif. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pihak terkait dalam mengembangkan branding destinasi Kabupaten Wajo dan mengoptimalkan potensi pariwisata yang dimilikinya.
PARADOKS DAYA TARIK VISUAL DAN TANTANGAN AKSES: STUDI PERJALANAN WISATAWAN KE DANAU CINTA BALOCCI Putri Utami, Meidy; Prambudi, Yogi
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 3 No 2 (2025): July 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenjangan antara ekspektasi visual yang dibentuk melalui media sosial dan realitas fisik yang dialami oleh wisatawan di destinasi Danau Cinta Balocci, Sulawesi Selatan. Berangkat dari fenomena meningkatnya kunjungan wisatawan yang dipicu oleh konten estetik di platform seperti TikTok dan Instagram, namun tidak diiringi kesiapan infrastruktur dan informasi yang memadai di lapangan, yang dapat berujung pada ketidakpuasan dan risiko keselamatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap wisatawan dan pelaku lokal, serta analisis konten media sosial yang berhubungan dengan destinasi tersebut. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi naratif berdasarkan tahapan perjalanan wisatawan: pra-kunjungan, saat kunjungan, dan pasca-kunjungan, serta analisis visual konten digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi tinggi yang dibentuk oleh konten media sosial sering kali tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, terutama dalam hal aksesibilitas dan kenyamanan fasilitas. Hal ini berdampak pada kepuasan pengalaman wisatawan dan persepsi terhadap destinasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penyelarasan antara daya tarik visual digital dan narasi yang realistis serta pengelolaan aksesibilitas fisik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengintegrasikan pendekatan visitor journey dengan strategi komunikasi destinasi yang lebih transparan dan berorientasi pada keberlanjutan.
Pendampingan Masyarakat dalam Tata Kelola Gazebo untuk menarik minat Kunjungan ke Tanjung Bayang, Kota Makassar Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v3i2.59015

Abstract

Abstrak. Pandemi Covid-19 telah mengguncang industri pariwisata secara global. Untuk memulihkan industri ini, pendekatan kemitraan melalui teori Pentahelix menjadi relevan. Pentahelix melibatkan pemerintah, masyarakat, pihak swasta, akademisi, dan media dalam mempercepat pemulihan pariwisata. Pada masa pemulihan pasca Covid-19, persaingan antar destinasi meningkat, mendorong kerjasama semua pihak. Pengelolaan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing adalah kunci. Akademisi memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, dengan konsep dan penelitian mereka sebagai panduan bagi pemerintah dan bisnis. Kolaborasi antara pengelola destinasi dan akademisi dapat menghasilkan solusi inovatif. Pengabdian dilakukan di Tanjung Bayang, Kota Makassar, untuk memberikan pendampingan pada pemilik gazebo. Konsep tata kelola gazebo yang lebih estetis, aman, dan sesuai pedoman diusulkan. Tahap program mencakup perencanaan, sosialisasi, pemilihan lokasi percontohan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya adalah peningkatan kunjungan ke Tanjung Bayang dan kesadaran pemilik usaha tentang pentingnya tata kelola yang baik. Pendampingan ini diharapkan menjadi contoh bagi destinasi lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan. Pelajaran dari kegiatan ini adalah pentingnya tahapan proses yang hati-hati dan kerja sama antara semua pihak terlibat dalam mencapai tujuan pariwisata yang sukses. Saran termasuk mempertahankan dan menyebarluaskan konsep tata kelola yang baik kepada pemilik gazebo lainnya. Kata kunci: Pendampingan Masyarakat, Tata Kelola Desain Berkelanjutan Minat Kunjungan Wisatawan, Pelayanan Masyarakat, Pendampingan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Pisang Epe Sebagai Representasi Identitas Kuliner Lokal: Kajian Gastronomi terhadap Daya Tarik Wisata Kota Makassar Utami, Meidy Putri; Prambudi, Yogi; Nasrullah; Hardianti
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 21 No 2 (2025): JURNAL PARIWISATA INDONESIA
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Pisang Epe, a traditional grilled banana snack from Makassar, as a representation of local culinary identity and as a key attraction within the city’s emerging gastronomic tourism. Using a qualitative case study design, data were collected through participant observation at Pantai Losari, in-depth interviews with vendors and tourists, and analysis of promotional materials and social media content. The analysis explores how historical–geographical, gastronomic, and socio-cultural dimensions are articulated through this food. Findings show that Pisang Epe embodies coastal agrarian heritage while being strongly anchored to Pantai Losari, creating a distinctive sense of place for residents and visitors. Its simple but specific preparation techniques and sensory characteristics construct an authentic culinary identity that differentiates it from other banana-based products, even as contemporary toppings are introduced to meet changing tourist preferences. The study also reveals that consumption of Pisang Epe functions as a social ritual that mediates interaction between locals and tourists, enhances memorable tourism experiences, and supports the livelihoods of micro and small enterprises. Overall, Pisang Epe contributes to strengthening Makassar’s city branding as a gastronomic destination and demonstrates how everyday street food can be strategically leveraged in culturally grounded and sustainable culinary tourism development.