Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN WISATAWAN BERKUNJUNG PADA FORT ROTTERDAM DI KOTA MAKASSAR Nasrullah, Nasrullah; Hardianti, Hardianti
Paryaṭaka Jurnal Pariwisata Budaya dan Keagamaan Vol 1 No 2 (2023): Februari 2023
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Puda Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.381 KB) | DOI: 10.53977/pyt.v1i2.721

Abstract

This research aimed to know the influence of Promotion Mix to the decision of tourists visiting Fort Rotterdam in Makassar City. The variables of this study are: (1) tourist visiting decisions as the dependent variable (Y) as measured by (2) advertising, and (3) publicity as the independent variable (X). The population of this research were visitors to Fort Rotterdam, with an accidentally sample of 130 respondents. Data was collected using a questionnaire. The data were analyzed using descriptive and inferential analysis. The equation of multiple linear regression in the analysis is Y= 2.841 + 0.170X1 + 0.316X2 + e. The results showed that variables; advertising and publicity partially had a significant influence on tourist visiting decisions. Furthermore, the variables; advertising and publicity had a significant influence simultaneously on the decision of tourists visiting Fort Rotterdam in Makassar City. The influence value of variable can be seen from the Determination Coefficient (R2) = 0.535. This research recommends that each promotional mix influence be used optimally to complement the promotion strategy in order to reach the target of increasing Fort Rotterdam number of tourist visits.
Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pelatihan Pemandu Wisata Budaya di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri; Syafaruddin, Syafaruddin
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2024): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v3i3.64565

Abstract

Abstrak. Pelatihan pemandu wisata budaya di Kecamatan Binongko, Kabupaten Wakatobi, merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda-pemudi lokal dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata budaya setempat. Program ini mencakup pelatihan teori dan praktik, serta evaluasi yang menyeluruh untuk memastikan para peserta siap menjadi pemandu wisata yang kompeten. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Selain itu, dampak positif lain yang diharapkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarakat setempat. Pelatihan ini berhasil memberikan bekal yang dibutuhkan oleh pemuda-pemudi Wakatobi untuk mempromosikan dan mengelola potensi wisata budaya di Kabupaten Wakatobi. Kata Kunci: Pelatihan pemandu wisata, wisata budaya, pemberdayaan masyarakat, pengabdian kepada masyarakat.
RANCANGAN DESTINATION BRANDING KABUPATEN WAJO: STRATEGI MEMBANGUN CITRA DESTINASI WISATA UNTUK PENINGKATAN DAYA TARIK PARIWISATA Putri, Meidy; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas strategi branding destinasi untuk Kabupaten Wajo. Kabupaten Wajo memiliki potensi alam yang melimpah, budaya yang kaya, dan warisan tradisional yang unik. Kabupaten Wajo masih belum memiliki branding yang kuat dalam konteks pariwisata. Pengumpulan informasi dari wawancara, observasi, dan studi literatur terkait dengan elemen yang berkontribusi pada proses pembentukan branding destinasi Kabupaten Wajo. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang pandangan para narasumber mengenai elemen-elemen tersebut, termasuk potensi, budaya, citra, karakter, kepribadian, serta elemen-elemen seperti logo dan slogan. Rekomendasi branding yang diusulkan mengintegrasikan elemen-elemen seperti Danau Tempe, Sutera, dan Rumah Adat Atakka'e, serta tagline "It’s more special’s inside." Identitas visual yang memperlihatkan ciri khasnya sebagai destinasi pariwisata yang memiliki daya tarik, keunikan, dan keajaiban alam. Dengan branding yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan domestik dan internasional serta bersaing lebih baik dalam pasar pariwisata yang kompetitif. Hasil penelitian ini dapat menjadi panduan bagi pihak terkait dalam mengembangkan branding destinasi Kabupaten Wajo dan mengoptimalkan potensi pariwisata yang dimilikinya.
POTENSI SARAMBU MARURUN SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALTERNATIF DI TORAJA UTARA Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri; Jumawan, Faris
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 7, No 2: DESEMBER 2024
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.7.2.96-100.2024

Abstract

This study aims to explore the potential and problems of Sarambu Marurun tourist attraction in Awan Rantekarua District, North Toraja, South Sulawesi, to identify appropriate development strategies. The method used is a qualitative approach, through field observations, in-depth interviews with stakeholders, and documentation. The data was analyzed based on the concept of Attractions, Accessibility, and Amenities (3A). The results of the study show that Sarambu Marurun has great potential as a tourist destination with a unique natural attraction in the form of a two-tiered waterfall, but its management is still minimal. The available facilities are limited, accessibility to the location is inadequate, and the promotion of this attraction is not optimal. This study recommends improving infrastructure such as improving road access, adding supporting facilities, and developing ecotourism concepts that involve the participation of local communities that have been made in the form of site signs or travel patterns that are expected to provide a development concept that in the future can increase tourist visits while preserving the environment and local culture, making Sarambu Marurun an alternative tourist destination in Toraja North.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN ASING DALAM DESTINASI PARIWISATA: STUDI KASUS ZULU PARK KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN Putri Utami, Meidy; Hardianti, Hardianti
Jurnal Pariwisata Tawangmangu Vol 2 No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Kristen Bukit Pengharapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61696/juparita.v2i2.391

Abstract

Pariwisata modern sering kali mengintegrasikan elemen budaya lokal dan asing untuk meningkatkan daya tarik destinasi. Zulu Park di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan adalah contoh nyata integrasi ini dengan mengadopsi konsep budaya Korea dalam lingkungan alam Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana integrasi budaya tersebut diterima oleh pengunjung dan masyarakat lokal serta dampaknya terhadap social dan budaya setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam kepada pengelola Zulu Park, pengunjung dan masyarakat skeitar, Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya Korea sebagai daya tarik utama Zulu Park telah berhasil meningkatkan kunjungkang wisatawan, mendukung ekonomi lokal, dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, terdapat juga dampak negatif seperti potensi kehilangan keaslian budaya lokal dan tekanan pada infrastruktur lokal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara atraksi budaya asing yang menarik dengan pelestarian keaslian budaya lokal. Pengelolaan yang berkelanjutan dan pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan diperlukan untuk memitigasi dampak negatif dan menjaga keberlanjutan Zulu Park, sebagai destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. 
Pendampingan Masyarakat dalam Tata Kelola Gazebo untuk menarik minat Kunjungan ke Tanjung Bayang, Kota Makassar Hardianti, Hardianti; Utami, Meidy Putri
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v3i2.59015

Abstract

Abstrak. Pandemi Covid-19 telah mengguncang industri pariwisata secara global. Untuk memulihkan industri ini, pendekatan kemitraan melalui teori Pentahelix menjadi relevan. Pentahelix melibatkan pemerintah, masyarakat, pihak swasta, akademisi, dan media dalam mempercepat pemulihan pariwisata. Pada masa pemulihan pasca Covid-19, persaingan antar destinasi meningkat, mendorong kerjasama semua pihak. Pengelolaan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing adalah kunci. Akademisi memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, dengan konsep dan penelitian mereka sebagai panduan bagi pemerintah dan bisnis. Kolaborasi antara pengelola destinasi dan akademisi dapat menghasilkan solusi inovatif. Pengabdian dilakukan di Tanjung Bayang, Kota Makassar, untuk memberikan pendampingan pada pemilik gazebo. Konsep tata kelola gazebo yang lebih estetis, aman, dan sesuai pedoman diusulkan. Tahap program mencakup perencanaan, sosialisasi, pemilihan lokasi percontohan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya adalah peningkatan kunjungan ke Tanjung Bayang dan kesadaran pemilik usaha tentang pentingnya tata kelola yang baik. Pendampingan ini diharapkan menjadi contoh bagi destinasi lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan mempromosikan pariwisata yang berkelanjutan. Pelajaran dari kegiatan ini adalah pentingnya tahapan proses yang hati-hati dan kerja sama antara semua pihak terlibat dalam mencapai tujuan pariwisata yang sukses. Saran termasuk mempertahankan dan menyebarluaskan konsep tata kelola yang baik kepada pemilik gazebo lainnya. Kata kunci: Pendampingan Masyarakat, Tata Kelola Desain Berkelanjutan Minat Kunjungan Wisatawan, Pelayanan Masyarakat, Pendampingan untuk Pembangunan Berkelanjutan
BEYOND THE ATTRACTIONS: RETHINKING DIGITAL STRATEGIES FOR DELTA LAKKANG Hardianti Hardianti; Meidy Putri Utami
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v2i1.768

Abstract

Delta Lakkang, located in the heart of Makassar City, is an “urban village” surrounded by rivers that offers natural, cultural, and historical tourism potential. Attractions such as delta landscapes, traditional fishing and farming practices, colonial heritage sites, and local culinary experiences highlight its uniqueness. However, tourism development and marketing efforts remain sporadic, relying mostly on local initiatives without an integrated strategy. This study employed a descriptive qualitative approach to analyze tourism marketing in Delta Lakkang. Data were collected through field observations using a tourism attraction checklist, in-depth interviews with stakeholders, and secondary sources from scientific publications and digital media. The qualitative design was chosen to capture the perspectives, experiences, and dynamics among various actors involved in tourism promotion and development. The results indicate major gaps in tourism marketing, including the absence of a master plan, limited use of digital promotion channels, unclear market segmentation, weak branding, and insufficient stakeholder coordination. Key barriers include limited funding, lack of human resource capacity, and minimal institutional support. To overcome these challenges, the study suggests formulating a comprehensive marketing strategy, strengthening destination branding, providing digital marketing training for local tourism groups (Pokdarwis), and enhancing collaboration among government, community, and private stakeholders. Positioned within the framework of urban maritime tourism, Delta Lakkang has strong potential to serve as an alternative destination in Makassar, enriching maritime tourism experiences beyond beaches and islands. Strengthening digital promotion and empowering local communities are considered crucial strategies for developing Delta Lakkang into a sustainable urban maritime tourism destination.
Pisang Epe Sebagai Representasi Identitas Kuliner Lokal: Kajian Gastronomi terhadap Daya Tarik Wisata Kota Makassar Utami, Meidy Putri; Prambudi, Yogi; Nasrullah; Hardianti
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 21 No 2 (2025): JURNAL PARIWISATA INDONESIA
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines Pisang Epe, a traditional grilled banana snack from Makassar, as a representation of local culinary identity and as a key attraction within the city’s emerging gastronomic tourism. Using a qualitative case study design, data were collected through participant observation at Pantai Losari, in-depth interviews with vendors and tourists, and analysis of promotional materials and social media content. The analysis explores how historical–geographical, gastronomic, and socio-cultural dimensions are articulated through this food. Findings show that Pisang Epe embodies coastal agrarian heritage while being strongly anchored to Pantai Losari, creating a distinctive sense of place for residents and visitors. Its simple but specific preparation techniques and sensory characteristics construct an authentic culinary identity that differentiates it from other banana-based products, even as contemporary toppings are introduced to meet changing tourist preferences. The study also reveals that consumption of Pisang Epe functions as a social ritual that mediates interaction between locals and tourists, enhances memorable tourism experiences, and supports the livelihoods of micro and small enterprises. Overall, Pisang Epe contributes to strengthening Makassar’s city branding as a gastronomic destination and demonstrates how everyday street food can be strategically leveraged in culturally grounded and sustainable culinary tourism development.