Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI ETNOBOTANI & ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN OBAT DI DESA CIGUNUNGSARI KECAMATAN TEGALWARU KABUPATEN KARAWANG JAWA BARAT Neni Sri Gunarti; Eva Nurlina
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 4 No 1 (2019): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/farmasi.v4i1.616

Abstract

ABSTRAK Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang biasa digunakan oleh masyarakat di Indonesia sebagai bahan obat guna mengobati berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis tanaman, bagian tanaman yang digunakan, cara pemanfaatan tanaman, serta kesesuaian antara pengetahuan masyarakat desa Cigunungsari secara empiris dengan kajian etnofarmokologi yang sudah di teliti sebelumnya. Metode penelitian yang di gunakan dengan teknik metode snowball sampling yaitu pemilihan informan di dapat dari rekomendasi informan sebelumnya . Penelitian di lakukan dengan cara wawancara dan penyajian data dengan cara kuantitatif yang dilakukan dengan mengukur persentase sitasi. Hasil menunjukan terdapat 23 jenis tanaman obat yang digunakan sebagai obat oleh masyarakat di desa Cigunungsari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten karawang. Bagian tanaman yang sering digunakan yaitu daun sebanyak 69,7%, cara penggunaan yang sering dilakukan yaitu dengan cara diminum sebanyak 73,91%, dan cara pengolahan yang paling sering dilakukan adalah dengan cara di rebus yaitu sebanyak 56,52%, serta tidak semua tanaman memiliki kesesuaian dengan kajian etnofarmakologi mengenai khasiat dari tanaman tersebut. Kata kunci : Etnobotani, etnofarmakologi, tumbuhan obat, snowball sampling. ABSTRACT Medicinal plants are plants commonly used by people in Indonesia as medicinal ingredients to treat various diseases. The purpose of this study was to determine the types of plants, parts of plants used, how to use the plants, and the suitability between the knowledge of the Cigunungsari village people empirically with ethnopharmocological studies that have been studied previously. The research was conducted by interviewing and presenting data in a quantitative way by measuring the percentage of citations. The results showed that there were 23 types of medicinal plants used as medicine by the community in the village of Cigunungsari. Parts of plants that are often used are leaves as much as 69.7%, the method of use that is often done is by drinking as much as 73.91%, and the method of processing most often done is by boiling as much as 56.52%. Keywords: Ethnobotany, ethnopharmacology, medicinal plants, snowball sampling.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG BANDAR PEDADA MELALUI PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING ALAMI UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN RUMAH TANGGA DAN PEMANFAATAN POTENSI LOKAL Sesdia Angela; Zamalul Fadli; Putri Afrilinda; Eva Nurlina; Meliga Diva Fortuna; M. Fadhil Karim; Marsha Amalia; Vicka Ananda Maulydia; Dina Amelia; Budi Mulyono; Eza Anggina
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 04 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Bandar Pedada memiliki modal ekonomi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan lewat usaha rumah tangga maupun UMKM, hanya saja keterampilan warga dalam mengolah kebutuhan sehari-hari menjadi produk yang bernilai jual masih belum optimal. Melihat dari kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini diarahkan untuk menambah pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat melalui penyuluhan pembuatan sabun cuci piring alami, sebagai salah satu upaya mendorong kemandirian rumah tangga dan mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Kegiatan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Kantor Kampung Bandar Pedada dan diikuti oleh peserta yang berasal dari unsur ibu PKK, pelaku UMKM, kelompok tani, serta masyarakat umum. Pendekatan yang dipakai adalah metode partisipatif dengan model learning by doing yang mencakup penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, hingga evaluasi akhir. Dari pelaksanaannya terlihat bahwa peserta mampu memahami kegunaan masing-masing bahan, mengikuti setiap tahapan pembuatan, dan mempraktikkan sendiri proses pembuatan sabun cuci piring hingga selesai. Selain menambah pengetahuan dan keterampilan, kegiatan ini turut membuka wawasan warga bahwa kebutuhan rumah tangga sehari-hari sebenarnya berpeluang dikembangkan menjadi usaha kecil. Dengan demikian, penyuluhan pembuatan sabun cuci piring alami ini memberi kontribusi nyata bagi penguatan kapasitas masyarakat serta berpotensi mendukung penguatan ekonomi keluarga dan pertumbuhan UMKM di Kampung Bandar Pedada