Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENARASIKAN PENCAK SILAT PADA IKLAN MARJAN 2011 DAN 2018 DARI PERSPEKTIF CHATMAN Wijaya, Boy Sandy Surya; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya; Marta, Rustono Farady; Dimyati, Dindin; Hidayat, Endik
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.9.2.130-140

Abstract

Indonesia is a country that is rich in culture, so it provides many ideas, ideas, and even insights for creative agencies, one of which is the Marjan Syrup Ad in 2011 and 2018 which successfully combines Indonesian local culture with Western culture. This study will examine the advertisement using Seymour Chatman's Narrative Structure Theory, which in-depth explains the plot, setting, characters, and main ideas in advertising using the Stories and Discourse components by showing the objectives of making 2011 and 2018 Marjan Ads. The results of the study show two things, in terms of story and discourse. First, the narratives in the two advertisements show the richness of Indonesian culture juxtaposed with Western cultures, such as pencak silat with hip-hop as well as puppet robotics. Second, in the flow of discourse, there is an atmosphere of togetherness, and the right moment of celebration to consume the product.
MENELISIK SEJARAH GUDEG SEBAGAI ALTERNATIF WISATA DAN CITRA KOTA YOGYAKARTA Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya; Marta, Rustono Farady
Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya Vol 15, No 1 (2021): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um020v15i12021p26-35

Abstract

Culinary is one of the sectors that provides great opportunities for Yogyakarta regional products which are a form of work of indigenous people who participate in improving the regional economy. Besides being able to improve the economy, it can also help preserve regional investment by introducing local regional cuisine. Through this background, the researcher raised one of the culinary specialties of Yogyakarta which has become the city's nickname, Gudeg, which is seen as a historic culinary tourism attraction in Yogyakarta. Qualitative descriptive is used to explain this research with Gottchalk's historical data collection techniques and Anholt's hexagon theory in explaining the diversity and uniqueness of Yogyakarta. Kuliner merupakan salah satu sektor pariwisata yang memberikan peluang besar bagi produk-produk daerah Yogyakarta yakni sebagai bentuk karya asli masyarakat daerah yang turut serta dalam meningkatkan perekonomian daerah setempat. Selain dapat meningkatkan perekonomian, dapat pula ikut melestarikan kebudayaan daerah dengan memperkenalkan kuliner daerah setempat. Melalui latar belakang berikut ini, peneliti mengangkat salah satu kuliner khas Yogyakarta yang telah mejadi julukan kota tersebut yakni Gudeg yang dilihat sebagai daya tarik wisata kuliner bersejarah di Yogyakarta. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan penelitian ini dengan teknik pengumpulan data historis Gottchalk dan teori hexagon milik Anholt dalam menjelaskan adanya keragaman serta keunikan yang dimiliki Yogyakarta
PEMETAAN IDEOLOGI PERFORMATIF DAN REPRESIF DALAM VIDEO DOKUMENTER DI KANAL YOUTUBE: SEBUAH PERSPEKTIF MULTIMODALITAS BUDAYA KOTA LASEM Harry, Harry; Marta, Rustono Farady; Bahruddin, Muhammad; Bangun, Nurlina; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i01.4727

Abstract

AbstrakPenanaman akulturasi budaya di Pulau Jawa telah terjalin sejak 600 tahun silam dan tertuang dalam video dokumenter. Dokumentasi dari sejumlah perspektif komunikator disampaikan dengan menggunakan teknik visual yang berbeda. Khalayak yang menerima video dokumenter kemudian memperluas pengetahuan mereka berdasarkan perspektif tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan persatuan budaya di Kota Lasem, Jawa Tengah, melalui dua video dokumenter dari akun IndonesiaKaya dan Klenteng Lasem yang ditayangkan di kanal Youtube. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif konstruktivis dengan metode analisis diskursus multimodalitas. Elemen teori yang digunakan adalah metafora visual dan performa kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan ideologi performatif dan represif sineas komunikator kedua akun Youtube dalam menyampaikan pesan pelestarian budaya Lasem kepada khalayak. Persamaan tersebut terdapat dalam penayangan sinergisitas visual yang membahas klenteng Gie Yong Bio sebagai pusat pelestarian sejarah Lasem. Sementara perbedaannya terdapat dalam ideologi yang digunakan untuk menyampaikan makna kepada khalayak. Akun IndonesiaKaya menggunakan ideologi performatif budaya dalam penyampaian pesannya. Sementara akun Klenteng Lasem menggunakan ideologi sejarah penjajahan pemerintahan VOC terhadap rakyat Pulau Jawa dari cuplikan film. Kata Kunci: analisis teks, budaya, dokumenter, Lasem, multimodalitas AbstractAcculturation of Javanese cultures has been planted around 600 years ago and was delivered through a documentary. Communicator’s perspective is built through documentation and distributed in form of video. Audiences receiving the documentary video will then be able to expand their knowledge through a specific perspective. The purpose of this research is to find out how documentary proves a unity of differing cultures in Lasem City, Central Java, from 2 different accounts, which is IndonesiaKaya and Klenteng Lasem. The research is conducted in qualitative method with constructivist paradigm, as well as multimodality discourse analysis technique. The mapping of visual metaphor theory and cultural performance theory is used in this research. It is discovered in the research that the two accounts have their similarity and difference in two account’s communicator ideology to inform audience about conserving Lasem’s culture. The similarity lies within the visual synergy that discusses Gie Yong Bio Temple as Lasem’s history conservation center. The difference is the ideology, both performative and repressive, of the two accounts to create meaning to audience, where IndonesiaKaya account used cultural performance to deliver their ideology, while Klenteng Lasem account used Javanese’s suffering from VOC’s colonialism from a film’s cutscene to construct audience’s ideology.  Keywords: culture, documentary, Lasem, multimodality, text analysis
STEREOTIP GENDER PADA BUDAYA PATRIARKI INDONESIA SEBAGAI HAMBATAN PEKERJA PEREMPUAN BERPERAN GANDA Sutarman, Tifanny; Hanifatusholihah, Hanifatusholihah; Panggabean, Hana; Marta, Rustono Farady; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 21, No 02 (2024): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v21i02.1198

Abstract

Women have their own challenges facing gender stereotypes in the workplace. For Indonesian people who are generally close to a patriarchal culture, men and women are considered to have different roles and natures. The assumption of society that is created from the existence of gender stereotypes makes women have limitations in getting the same opportunities and rights as men in the public sphere. This gender stereotype later becomes an invisible barrier for working women or called as the glass ceiling. The glass ceiling that women get from the existence of gender stereotypes is divided into two, self-concept as an internal factor and patriarchal culture and multiple role as an external factor. The glass ceiling effect in companies has an impact on the tendency of companies to choose men for top positions, the practices of recruitment of gender-based recruitment, the existence of behavior and culture resulting from gender stereotypes that underestimate women's abilities, and the strengthening formation of cultural structures within a company based on gender roles. This paper is a conceptual idea that uses the literature review method to determine the extent to which gender stereotypes in Indonesia are seen as creating barriers for female workers.Keywords: gender stereotypes, glass ceiling, multiple roles, patriarchal culture, self-conceptPerempuan memiliki tantangan tersendiri menghadapi stereotip gender dalam lingkungan pekerjaan. Bagi masyarakat Indonesia yang secara umum erat dengan budaya patriarki, laki-laki dan perempuan dinilai memiliki peran dan kodrat yang berbeda-beda. Anggapan masyarakat yang tercipta dari adanya stereotip gender membuat perempuan memiliki keterbatasan dalam mendapatkan kesempatan dan hak yang sama dengan laki-laki di ranah publik. Stereotip gender ini nantinya menjadi hambatan yang tidak terlihat bagi perempuan pekerja atau dalam istilah disebut dengan glass ceiling. Glass ceiling yang didapatkan perempuan dari adanya stereotip gender terbagi menjadi dua yaitu konsep diri sebagai faktor internal dan budaya patriarki serta peran ganda sebagai faktor eksternal. Efek glass ceiling dalam perusahaan dapat berdampak pada kecenderungan perusahaan dalam memilih laki-laki untuk posisi-posisi atas, terjadinya praktek rekrutmen yang berbasis gender, adanya perilaku dan budaya hasil dari stereotip gender yang menyepelekan kemampuan perempuan, dan semakin kuatnya pembentukan struktur budaya di dalam sebuah perusahaan dengan berlandaskan pada peran gender. Tulisan ini merupakan gagasan konseptual yang menggunakan metode kajian literatur untuk mengetahui sejauh mana stereotip gender di Indonesia dipandang bisa menghasilkan hambatan bagi pekerja perempuan. Kata Kunci : stereotip gender, glass ceiling, peran ganda, budaya patriarki, konsep diri.
Komparasi Tiga Bingkai Media sebagai Implementasi Precede-Proceed untuk Kegiatan Game Lokal Kreasi Indonesia 2020 Marta, Rustono Farady; Kurniawan, Johannes; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya; Bangun, Nurlina; Cholifah, Cholifah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i1.4176

Abstract

Pemanfaatan teknologi dan komunikasi berbasis daring tengah menjadi sorotan publik, mengingat semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran hidup sehat dengan tema pencegahan COVID-19 yang diadakan oleh Kemenparekraf melalui media daring dengan bingkaian informasi sesuai kepentingan institusi yang berbeda-beda. Studi yang dikonduksi akan menggunakan Teori Precede Proceed dari Green Lawrence dan metode analisis framing Entman untuk memperlihatkan perencanaan penyajian informasi melalui Tirto,id, Agi.or.id, dan Jakpusnews.pikiran-rakyat.com yang diharapkan mampu memberikan persuasi kepada masyarakat khususnya orang tua kepada anak. Hal menarik yang tampak dalam data penelitian ini adalah ketiganya tetap mampu memberikan informasi mendukung tujuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai apresiasinya terhadap permainan daring bagi anak masa kini dan upaya dalam sosialisasi pentingnya kebersihan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan taat protokol kesehatan yang berlaku. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada komunikator media digital agar media daring dapat terus mengedepankan kegiatan edukatif seperti acara Gelora 2020 serta informasi mengenai pengenalan virus COVID-19 dan pencegahannya, serta kepada penulis karya ilmiah selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian terutama pada media daring yang terus mengedepankan kegiatan edukatif serta informasi mengenai pengenalan virus COVID-19 dan pencegahannya seperti beberapa permainan daring yang dibawakan dalam tiga portal berita diatas.