Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PEMETAAN IDEOLOGI PERFORMATIF DAN REPRESIF DALAM VIDEO DOKUMENTER DI KANAL YOUTUBE: SEBUAH PERSPEKTIF MULTIMODALITAS BUDAYA KOTA LASEM Harry, Harry; Marta, Rustono Farady; Bahruddin, Muhammad; Bangun, Nurlina; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol. 8 No. 01 (2022): March 2022
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v8i01.4727

Abstract

AbstrakPenanaman akulturasi budaya di Pulau Jawa telah terjalin sejak 600 tahun silam dan tertuang dalam video dokumenter. Dokumentasi dari sejumlah perspektif komunikator disampaikan dengan menggunakan teknik visual yang berbeda. Khalayak yang menerima video dokumenter kemudian memperluas pengetahuan mereka berdasarkan perspektif tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan persatuan budaya di Kota Lasem, Jawa Tengah, melalui dua video dokumenter dari akun IndonesiaKaya dan Klenteng Lasem yang ditayangkan di kanal Youtube. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif konstruktivis dengan metode analisis diskursus multimodalitas. Elemen teori yang digunakan adalah metafora visual dan performa kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat persamaan dan perbedaan ideologi performatif dan represif sineas komunikator kedua akun Youtube dalam menyampaikan pesan pelestarian budaya Lasem kepada khalayak. Persamaan tersebut terdapat dalam penayangan sinergisitas visual yang membahas klenteng Gie Yong Bio sebagai pusat pelestarian sejarah Lasem. Sementara perbedaannya terdapat dalam ideologi yang digunakan untuk menyampaikan makna kepada khalayak. Akun IndonesiaKaya menggunakan ideologi performatif budaya dalam penyampaian pesannya. Sementara akun Klenteng Lasem menggunakan ideologi sejarah penjajahan pemerintahan VOC terhadap rakyat Pulau Jawa dari cuplikan film. Kata Kunci: analisis teks, budaya, dokumenter, Lasem, multimodalitas AbstractAcculturation of Javanese cultures has been planted around 600 years ago and was delivered through a documentary. Communicator’s perspective is built through documentation and distributed in form of video. Audiences receiving the documentary video will then be able to expand their knowledge through a specific perspective. The purpose of this research is to find out how documentary proves a unity of differing cultures in Lasem City, Central Java, from 2 different accounts, which is IndonesiaKaya and Klenteng Lasem. The research is conducted in qualitative method with constructivist paradigm, as well as multimodality discourse analysis technique. The mapping of visual metaphor theory and cultural performance theory is used in this research. It is discovered in the research that the two accounts have their similarity and difference in two account’s communicator ideology to inform audience about conserving Lasem’s culture. The similarity lies within the visual synergy that discusses Gie Yong Bio Temple as Lasem’s history conservation center. The difference is the ideology, both performative and repressive, of the two accounts to create meaning to audience, where IndonesiaKaya account used cultural performance to deliver their ideology, while Klenteng Lasem account used Javanese’s suffering from VOC’s colonialism from a film’s cutscene to construct audience’s ideology.  Keywords: culture, documentary, Lasem, multimodality, text analysis
Pengaruh Content Marketing Reels Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Followers (Survei Terhadap Brand Fashion Tenue De Attire) Anindito, Firstya; Soenaryo, Rohmiati; Bangun, Nurlina
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.110-115

Abstract

Tenue De Attire merupakan sebuah merek lokal yang bergerak di bidang fashion. Tenue De Attire mulai diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di tahun 2014. Sejak awal munculnya brand bertema Europe ini, mereka membuat sebuah campaign yang bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, yang kemudian dilanjut di tahun 2019 menyesuaikan tema PEMILU di tahun tersebut. Sejak tahun 2020-an awal, Tenue De Attire berkomitmen untuk mengembangkan pasarnya ke ranah media sosial. Mereka mengutamakan platform Instagram dan TikTok untuk memasarkan produknya dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu cara mereka memasarkan produknya di media sosial adalah dengan cara memproduksi konten pemasaran yang bertema komedi. Konten ini diberi hashtag #bukantipegue. Konten tersebut berisikan tentang seorang pria yang terus diminta oleh orang lain untuk berpakaian menyerupai tokoh ternama dengan menggunakan baju ataupun celana milik brand Tenue De Attire. Konten tersebut berhasil meningkatkan kesadaran merek Tenue De Attire di kalangan pengguna media sosial. Karena konten tersebut berhasil meningkatkan awareness dari Tenue De Attire, penulis akan meneliti apakah konten tersebut memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian terutama bagi followers Instagram @tenuedeattire yang menyaksikan konten reels #bukantipegue.
Pengaruh brand personality melalui Instagram @Tomorocoffee.Id terhadap brand trust dan brand affect konsumen pada tomoro Bangun, Nurlina; Pardede, Daud Carlos Gabriel; Karo, Sadakita Br. Karo3 Br.; Wirasati, Wiwien; Fakhrana, Zahra Natty
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244888

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi brand personality (brand sincerity, brand competence, brand excitement, brand sophistication, brand ruggedness) melalui Instagram @tomorocoffee.id terhadap brand trust dan brand affect konsumen pada Tomoro. Metode penelitiannya kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel berjumlah 50 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling pada konsumen Tomoro yang merupakan followers Instagram. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian brand sincerity dan brand competence informasi Instagram @tomorocoffee.id berkontribusi 74,9 % terhadap terbentuknya brand trust consumer pada Tomoro. Brand sophistication dan brand ruggedness informasi Instagram @tomorocoffee.id berkontribusi 83,2 % terhadap terbentuknya brand affect consumer pada Tomoro. Brand excitement Instagram @tomorocoffee.id tidak berkontribusi terhadap brand affect consumer pada Tomoro. Hal ini terjadi karena konsumen menilai Tomoro belum menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan dengan brand lain, meskipun Tomoro sudah menawarkan dengan rasa buah-buahan, dan varian kopi musiman. Tomoro Coffee harus lebih bebas, dinamis, ekspresif, dan penuh semangat dalam menyajikan produk dan layanannya. Hal lain yang membuat brand excitement tidak berpengaruh terhadap brand affect  adalah adanya variabel lain yang lebih berpengaruh seperti   variabel brand image dan self-congruence. Artinya  Tomoro Coffee harus lebih menyesuaikan citra diri konsumen dengan citra yang dibangun oleh Tomoro. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah dalam pengelolaan instagram organisasi agar mampu membangun persepsi yang positif dan kepercayaan adalah  memperkuat positioning dari misi bisnis yang akan dicapai, menyajikan informasi yang cerdas dan lengkap berkaitan dengan kualitas dan keunggulan produk yang inovatif dan berbeda dari yang lain, layanan berorientasi kebutuhan konsumen, meningkatkan keterlibatan brand dalam masalah sosial dan lingkungan.
The Ideological Upheaval of Stakeholders in Online News about AI as CEO Farady, Rustono Marta; Panggabean, Hana; Sunaringsih, Monica Sri; Qorib, Fathul; Bangun, Nurlina
Nyimak: Journal of Communication Vol 9, No 1 (2025): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v9i1.12806

Abstract

In today's digital age, a more critical approach is needed to understand the social and ethical implications of Artificial Intelegence (AI) on future corporate governance, including human oversight in the application of AI itself. The aim of this study is to analyze how three international media outlets, DQ India, The Independent and Business Insider, portray the adoption of AI-based Chief Executive Officer or abbriviated as CEO's in the context of corporate governance. Using Entman's framing analysis, it identifies the themes, narratives and ideologies in the news about AI in corporate governance and examines how differences in media ideology influence the view of this technology. Stakeholder and shareholder theory is used to identify how the media connects AI to traditional theories in the world of corporate identity. The findings reveal the existence of the media's political economy as the main axis, showing that DQ India views AI as a solution to improve operational efficiency and reduce reliance on human managers. In contrast, The Independent takes a more cautious view, considering the potential risks and ethical implications of AI adoption. Business Insider, on the other hand, focused on the financial benefits that companies can realize by using AI in business management.Keyword: Corporate Identity; Digital Leadership; Framing Analysis; Political Economy of Media; Stakeholder Theory.ABSTRAKDi era serba digital saat ini perlu ada pendekatan yang lebih kritis dalam memahami dampak sosial dan etika Kecerdasan Artifisial (AI) dalam kepemimpinan masa depan, termasuk pengawasan manusia dalam penerapan AI itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tiga media internasional, DQ India, The Independent, dan Business Insider, membingkai adopsi Chief Executive Officer (CEO) berbasis AI dalam konteks kepemimpinan perusahaan. Penelitian ini menggunakan Analisis Framing Entman, diarahkan untuk mengidentifikasi tema, narasi, dan ideologi yang terkandung dalam berita tentang AI dalam kepemimpinan, serta bagaimana perbedaan ideologi media mempengaruhi perspektif terhadap teknologi ini. Teori pemangku kepentingan dan pemegang saham digunakan untuk melihat bagaimana media menghubungkan AI dengan teori tradisional terkait identitas korporasi. Hasilnya menunjukkan adanya pusara ekonomi politik media sebagai poros utama yang menunjukkan bahwa DQ India memandang AI sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi ketergantungan pada manajer manusia. Sebaliknya, The Independent menyajikan pandangan yang lebih hati-hati dengan mempertimbangkan potensi risiko dan penerapan etis dari adopsi AI. Sementara itu, Business Insider fokus pada manfaat finansial yang dapat diperoleh perusahaan dengan mengadopsi AI dalam kepemimpinan.Kata Kunci: Analisis Pembingkaian; Ekonomi Politik Media; Identitas Korporasi; Kepemimpinan Digital; Teori Pemangku Kepentingan
Application service quality aplikasi maxim berpengaruh terhadap satisfaction, stickiness dan usage intentions pengguna Bangun, Nurlina; Wandani, Filzah Safrina; Haryanto , Haryanto; Rohmiati, Rohmiati; Hakiki, Muhammad Ikhwan
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 12 No. 4 (2024): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1125200

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi application service quality (interaction quality, environment quality, dan outcome quality) Aplikasi Maxim terhadap satisfaction, stickiness dan usage intentions pengguna. Metode penelitiannya kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel berjumlah 60 orang dipilih dengan teknik purposive sampling yaitu pengguna Aplikasi Maxim followers Instagram Maxim. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda, regresi linear sederhana, dan uji Sobel. Hasil penelitian interaction quality Aplikasi Maxim berkontribusi pada satisfaction. Aplikasi dianggap mudah digunakan, respon cepat, efisien, transparansi, informasi jelas, layanan konsisten, interaksi menyenangkan, dan menangani keluhan dengan baik. Environment quality Aplikasi Maxim berkontribusi pada satisfaction. Aplikasi dianggap memiliki desain aplikasi menarik dan user friendly, kinerja cepat, melindungi data pribadi, vitur relevan dan ramah kepada semua pengguna, serta berfungsi dengan baik. Outcome quality Aplikasi Maxim berkontribusi pada satisfaction. Aplikasi dianggap akurat, driver ramah, kondisi kendaraan baik, layanan andal, harga sesuai layanan, dan tanggap atas masalah dan keluhan. Satisfaction pengguna Aplikasi Maxim berkontribusi pada stickiness. Stickiness pengguna Aplikasi Maxim berkontribusi pada usage intentions. Stickiness berpengaruh signifikan dalam memediasi hubungan satisfaction dengan usage intentions. Pengelolaan informasi melalui aplikasi  harus jelas, lengkap, sesuai kebutuhan, mampu memecahkan masalah, relevan, mudah dan cepat dalam pengoperasiannya,  sehingga mampu membangun kepuasan, kesetiaan dan keinginan untuk terus menggunakan layanan. Rekomendasi yang dapat disampaikan bagi peneliti selanjutnya adalah mengkaji variabel lain yang mungkin berkontribusi besar terhadap efektifitas pengelolaan aplikasi yaitu kemampuan dalam mengatasi stabilitas, keterbatasan jaringan driver, kesulitan penentuan lokasi, tampilan maps yang menyulitkan pengguna. Rekomendasi untuk praktisi di masa depan adalah terus berinovasi dalam pengelolaan informasi melalui aplikasi sesuai dengan perkembangan tekonologi terbaru.
Pengaruh Content Marketing Reels Instagram Terhadap Keputusan Pembelian Followers (Survei Terhadap Brand Fashion Tenue De Attire) Anindito, Firstya; Rohmiati, Rohmiati; Bangun, Nurlina
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.110-115

Abstract

Tenue De Attire merupakan sebuah merek lokal yang bergerak di bidang fashion. Tenue De Attire mulai diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia di tahun 2014. Sejak awal munculnya brand bertema Europe ini, mereka membuat sebuah campaign yang bertepatan dengan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, yang kemudian dilanjut di tahun 2019 menyesuaikan tema PEMILU di tahun tersebut. Sejak tahun 2020-an awal, Tenue De Attire berkomitmen untuk mengembangkan pasarnya ke ranah media sosial. Mereka mengutamakan platform Instagram dan TikTok untuk memasarkan produknya dari sudut pandang yang berbeda. Salah satu cara mereka memasarkan produknya di media sosial adalah dengan cara memproduksi konten pemasaran yang bertema komedi. Konten ini diberi hashtag #bukantipegue. Konten tersebut berisikan tentang seorang pria yang terus diminta oleh orang lain untuk berpakaian menyerupai tokoh ternama dengan menggunakan baju ataupun celana milik brand Tenue De Attire. Konten tersebut berhasil meningkatkan kesadaran merek Tenue De Attire di kalangan pengguna media sosial. Karena konten tersebut berhasil meningkatkan awareness dari Tenue De Attire, penulis akan meneliti apakah konten tersebut memiliki pengaruh terhadap Keputusan Pembelian terutama bagi followers Instagram @tenuedeattire yang menyaksikan konten reels #bukantipegue
Pengaruh brand personality melalui Instagram @Tomorocoffee.Id terhadap brand trust dan brand affect konsumen pada tomoro Bangun, Nurlina; Pardede, Daud Carlos Gabriel; Karo, Sadakita Br. Karo3 Br.; Wirasati, Wiwien; Fakhrana, Zahra Natty
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244888

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kontribusi brand personality (brand sincerity, brand competence, brand excitement, brand sophistication, brand ruggedness) melalui Instagram @tomorocoffee.id terhadap brand trust dan brand affect konsumen pada Tomoro. Metode penelitiannya kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel berjumlah 50 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling pada konsumen Tomoro yang merupakan followers Instagram. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian brand sincerity dan brand competence informasi Instagram @tomorocoffee.id berkontribusi 74,9 % terhadap terbentuknya brand trust consumer pada Tomoro. Brand sophistication dan brand ruggedness informasi Instagram @tomorocoffee.id berkontribusi 83,2 % terhadap terbentuknya brand affect consumer pada Tomoro. Brand excitement Instagram @tomorocoffee.id tidak berkontribusi terhadap brand affect consumer pada Tomoro. Hal ini terjadi karena konsumen menilai Tomoro belum menunjukkan sesuatu yang sangat berbeda dibandingkan dengan brand lain, meskipun Tomoro sudah menawarkan dengan rasa buah-buahan, dan varian kopi musiman. Tomoro Coffee harus lebih bebas, dinamis, ekspresif, dan penuh semangat dalam menyajikan produk dan layanannya. Hal lain yang membuat brand excitement tidak berpengaruh terhadap brand affect  adalah adanya variabel lain yang lebih berpengaruh seperti   variabel brand image dan self-congruence. Artinya  Tomoro Coffee harus lebih menyesuaikan citra diri konsumen dengan citra yang dibangun oleh Tomoro. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah dalam pengelolaan instagram organisasi agar mampu membangun persepsi yang positif dan kepercayaan adalah  memperkuat positioning dari misi bisnis yang akan dicapai, menyajikan informasi yang cerdas dan lengkap berkaitan dengan kualitas dan keunggulan produk yang inovatif dan berbeda dari yang lain, layanan berorientasi kebutuhan konsumen, meningkatkan keterlibatan brand dalam masalah sosial dan lingkungan.
Komparasi Tiga Bingkai Media sebagai Implementasi Precede-Proceed untuk Kegiatan Game Lokal Kreasi Indonesia 2020 Marta, Rustono Farady; Kurniawan, Johannes; Kurniawati, Laurencia Steffanie Mega Wijaya; Bangun, Nurlina; Cholifah, Cholifah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 20 No 1 (2022)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v20i1.4176

Abstract

Pemanfaatan teknologi dan komunikasi berbasis daring tengah menjadi sorotan publik, mengingat semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran hidup sehat dengan tema pencegahan COVID-19 yang diadakan oleh Kemenparekraf melalui media daring dengan bingkaian informasi sesuai kepentingan institusi yang berbeda-beda. Studi yang dikonduksi akan menggunakan Teori Precede Proceed dari Green Lawrence dan metode analisis framing Entman untuk memperlihatkan perencanaan penyajian informasi melalui Tirto,id, Agi.or.id, dan Jakpusnews.pikiran-rakyat.com yang diharapkan mampu memberikan persuasi kepada masyarakat khususnya orang tua kepada anak. Hal menarik yang tampak dalam data penelitian ini adalah ketiganya tetap mampu memberikan informasi mendukung tujuan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengenai apresiasinya terhadap permainan daring bagi anak masa kini dan upaya dalam sosialisasi pentingnya kebersihan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan taat protokol kesehatan yang berlaku. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada komunikator media digital agar media daring dapat terus mengedepankan kegiatan edukatif seperti acara Gelora 2020 serta informasi mengenai pengenalan virus COVID-19 dan pencegahannya, serta kepada penulis karya ilmiah selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian terutama pada media daring yang terus mengedepankan kegiatan edukatif serta informasi mengenai pengenalan virus COVID-19 dan pencegahannya seperti beberapa permainan daring yang dibawakan dalam tiga portal berita diatas.
Sosialisasi Pilkada 2024 Bagi Pemilih Generasi Z Di SMK Multicomp, Kalimulya, Depok Sunaryo, Rohmiati; Siregar, Irwan; Bangun, Nurlina; Wirasati, Wiwien
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 3 (2025): Renata - Desember 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.169

Abstract

Tri Dharma Perguruan Tinggi: Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat menjadi tugas pokok seorang dosen. IISIP Jakarta terus mendorong dosen-dosennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, seperti yang dilaksanakan kali ini adalah membantu negara Republik Indonesia untuk menggerakkan masyarakat khususnya Gen Z agar memberikan suaranya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan Selasa, 19 Nopember 2024 dengan topik: Sosialisasi Pilkada Bagi Pemilih   Generasi Z di SMK Multicomp, Kalimulya, Depok.  Tujuan PKM adalah 1) Memberikan  pengetahuan dan pemahaman  kepada calon pemilih Generasi Z tentang Pilkada 2024 agar menjadi pemilih yang cerdas, 2) Membangun sikap positif calon pemilih agar ikut serta mencoblos. Metode pelaksanaannya berlangsung selama 2 jam (seratus dua puluh menit) dalam satu hari. Peserta sosialisasi berada di satu tempat di ruang kelas dengan peserta berjumlah 50 siswa/i. Perlengkapan acara adalah backdrop, infocus, wireless, ToA, Laptop (dibawa oleh masing-masing dosen) dan alat peraga Pilkada. Hasilnya dapat menambah pengetahuan dan pemahaman bagi siswa/i tentang Pilkada dan mereka menjadi pemilih yang cerdas untuk mencoblos kandidat yang ada, terlihat dari hasil pretes 85,5% dan setelah selesai sosialsasi dilakukan postes terdapat peningkatan signifikan pengetahuan dan pemahaman Generasi Z menjadi 96,8%.