Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cendikia Pendidikan

SEJARAH RINGKAS KOREA: AWAL MASUK DAN PERKEMBANGAN KONFUSIANISME Rustamana, Agus; Nurhidayat, Wahyu; Maulana, Aldi; Elfhani, Nadia
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i6.1797

Abstract

Jurnal ini mengkaji dampak filosofi Konfusianisme terhadap perkembangan politik, sosial, dan budaya Korea, khususnya selama periode Choson. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan kritik sumber untuk menyelidiki pengaruh Konfusianisme dalam perubahan budaya dan kebijakan pemerintah. Hasil penelitian menyoroti peran utama pemikir Konfusianisme seperti Yulgok dan Yi Hwang dalam membentuk ideologi politik Korea. Selain itu, penerapan Konfusianisme sebagai dasar sistem perpajakan dan kontrol pemerintah mempengaruhi landasan ekonomi negara. Perubahan signifikan juga terlihat dalam hukum keluarga dan standar wanita sebagai hasil masuknya Konfusianisme ke Korea.
PETANI MELAWAN: SEJARAH PEMBERONTAKAN PETANI BANTEN (GEGER CILEGON 1888) Rijkia Alpianti, Putri; Maulana, Aldi; Mafulah, Lailatul; Ribawati, Eko
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i3.3995

Abstract

Pemberontakan petani merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang mencerminkan perjuangan rakyat melawan penindasan dan ketidak adilan. Artikel ini mengkaji secara mendalam terkait pemberontakan petani di Banten yang dikenal sebagai Geger Cilegon 1888, sebagai studi kasus yang signifikan dalam memahami dinamika sosial-ekonomi dan gerakan perlawanan masyarakat pedesaan pada masa kolonial. Melalui analisis sumber-sumber sejarah dan pendekatan multidisiplin, artikel ini menelusuri akar-akar pemberontakan, mengungkap faktor faktor penyebab utama, seperti kebijakan pemerintah kolonial yang membebankan petani dengan pajak berat, serta praktik-praktik eksploitatif yang merampas hak-hak petani atas tanah dan hasil pertanian mereka. Selain itu, artikel ini juga menyoroti peran tokoh-tokoh penting seperti Haji Wasid dan juga Haji Tubagus Ismail yang memimpin gerakan perlawanan dan mengorganisir aksi protes massal petani diwilayah Cilegon dan sekitarnya. Dengan didukung oleh data-data historis yang kuat, artikel ini mengungkapkan bagaimana pemberontakan petani Banten merupakan menifesti dari akumulasi kekecewaan, ketidakpuasan, dan perlawanan rakyat terhadap pemerintah kolonial. Dengan demikian, hasil penelitian ini menjelaskan terkait perspektif yang mendalam dan mencerahkan tentang sejarah pemberontakan petani Banten, sekaligus memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika sosial-politik masyarakat Indonesia pada masa kolonial dan perjuangan para petani dalam memperjuangkan keadilan dan kebebasan.