Ardhyananta, Hosta
Departement Of Materials And Metallurgical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Grafit terhadap Sifat Tarik, Stabilitas Termal dan Konduktivitas Listrik Komposit Vinil Ester/Grafit sebagai Pelat Bipolar Membran Penukar Proton Sel Bahan Bakar (PEMFC) Galang Wisnu Wardana; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.223 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v3i1.5877

Abstract

Sel bahan bakar merupakan sel elektrokimia yang mampu mengkonversi bahan bakar menjadi energi listrik. Lebih dari 80% dari volume, 70% dari total berat dan 60%  biaya dalam  fuel cell berupa pelat bipolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh grafit terhadap sifat, stabilitas termal  dan konduktivitas listrik komposit vinil ester/grafit. Matriks yang digunakan adalah epoxy vinil ester (EVE) dan novolac vinil ester (NVE). Filler yang digunakan adalah grafit dengan kadar grafit 20 dan 40%.  Bahan campuran dimatangkan dalam furnace pada temperatur  50, 100,  150, 200, 250oC selama dua jam. Pengujian yang dilakukan yaitu FT-IR, tarik, SEM, TGA dan konduktivitas listrik. Hasil pengujian menunjukkan penambahan grafit  dapat menurunkan Modulus Young, sifat tarik dan elongasi. Kekuatan tarik  tertinggi EVE adalah 16.6 MPa sedangkan NVE 10.7 MPa, sedangkan 40% 3.0 MPa untuk EVE dan 2.95 MPa untuk NVE. Stabilitas thermal meningkat dengan penambahan grafit, data 40% grafit menunjukkan  berat sisa pada 800⁰ C senilai 47% untuk EVE maupun NVE. Penambahan grafit juga dapat menaikkan konduktivitas listrik. Data tertinggi diperoleh pada komposisi 40% grafit  yaitu 1,1 S.Cm-1 untuk EVE dan 0.93 untuk NVE.
Isolasi Selulosa dari Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit untuk Nano Filler Komposit Absorpsi Suara: Analisis FTIR Axel Gian Aditama; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.799 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24098

Abstract

Komposit berpenguat nanofiller merupakan salah satu material yang sedang dikembangkan. Salah satu aplikasinya dapat digunakan sebagai bahan akustik. Penggunaan serat alam sebagai penguat pada komposit mendukung regulasi tentang persyaratan habis pakai produk untuk komponen otomotif dengan mengurangi konsumsi polimer. Indonesia merupakan salah satu negara  yang membudidayakan kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit mengandung selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penguat pada komposit polimer. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis ikatan kimia serat setelah diberi perlakuan kimia. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian yaitu FTIR. Pembuatan nanoselulosa dengan menggunakan tiga tahap perlakuan kimia yaitu alkalisasi, bleaching dan hidrolisis asam. Setelah dilakukan tiga tahap perlakuan kimia pada serat tandan kosong kelapa sawit, hasil FTIR menunjukkan tiga daerah serapan utama yaitu 3288.08 cm-1, 1636.43 cm-1 dan 1089.92 cm-1 yang menunjukkan ikatan O-H stretching, O-H deformasi dan C-C stretching. Daerah serapan yang muncul menunjukkan bahwa telah dihasilkan selulosa dan kandungan lignin menghilang.
Pemisahan Selulosa dari Lignin Serat Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Alkalisasi untuk Penguat Bahan Komposit Penyerap Suara Muhammad Aditya Pradana; Hosta Ardhyananta; Mohammad Farid
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.126 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24559

Abstract

Komposit merupakan salah satu material yang dikembangkan sebagai material penyerap suara. Sebelumnya sudah diteliti mengenai penguat dalam komposit penyerap suara menggunakan serat tandan kosong kelapa sawit. Akan tetapi, penelitian sebelumnya masih dilakukan penelitian untuk prosesnya dan belum diaplikasikan untuk penguat komposit penyerap suara. Sehingga dibuatlah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses alkalisasi pada serat tandan kosong kelapa sawit terutama pada pemisahan selulosa dari lignin serat tersebut. Penelitian ini menggunakan NaOH 2% sebagai pelarut pada proses alkalisasi serat tandan kosong kelapa sawit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji FTIR pada serat tandan kosong kelapa sawit tanpa perlakuan dan dengan perlakuan alkalisasi. hasil uji FTIR menunjukkan serat tandan kosong kelapa sawit dialkalisasi secara kurang optimal dengan masih menyisakan sebagian kadar lignin yang ditunjukkan dengan masih terdapatnya peak gugus aromatik C=C pada rentang 1200-1300 cm-1.
Pengaruh Penambahan Serat Cangkang Kelapa Sawit (Palm Kernel Fiber) Terhadap Sifat Mekanik Dan Stabilitas Termal Komposit Epoksi/Serat Cangkang Kelapa Sawit Olga Leonev Vasdazara; Hosta Ardhyananta; Sigit Tri Wicaksono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.814 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28200

Abstract

Epoksi adalah jenis polimer termoseting dengan kekuatan tarik, stabilitas termal yang tinggi dibandingkan jenis polimer lainnya. Tetapi pada aplikasi yang dibutuhkan sifat fleksibilitas tinggi, epoksi menunjukkan performa yang rendah. Maka dibutuhkan material tambahan berupa pengisi serat alam untuk meningkatkan sifat mekanik dan stabilitas termal dari epoksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan material Biopolimer dan memiliki sifat mekanik, dan stabilitas termal yang baik pada aplikasi Papan Partikel. Produk polimer ini menggunakan bahan dasar Epoksi dengan variasi pengisi Serat Cangkang Sawit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji Morfologi SEM, Uji FTIR, Uji Kekerasan Shore D, Uji kekuatan tarik, dan Uji TGA. Pengujian kekerasan menunjukkan peningkatan nilai kekerasan dengan variasi pengisi Serat Cangkang Sawit 20, 40, 60% dengan nilai tertinggi pada variasi Cangkang Kelapa Sawit 60% sebesar 79 HD. Pengujian kekuatan tarik menunjukkan penurunan dengan variasi pengisi serat cangkang sawit 20, 40, 60% dengan nilai 29,6 MPa, 23,19 MPa, dan 24,45 MPa. Pengujian stabilitas temperatur menunjukkan peningkatan dengan variasi pengisi serat cangkang sawit 20, 40, dan 60%. Stabilitas temperatur tertinggi terdapat pada variasi pengisi serat cangkang sawit 20% dengan T5 360 oC. Berdasarkan  hasil tersebut terdapat pengaruh penambahan serat cangkang sawit terhadap sifat mekanik dan stabilitas termal untuk resin epoksi pada aplikasi papan partikel.
Analisis Pengaruh Komposisi Aluminium (Al) Terhadap Struktur Mikro, Kekerasan dan Laju Korosi Anoda Tumbal Berbasis Seng (Zn) untuk Kapal dengan Metode Pengecoran Herald Matius Unggul; Hosta Ardhyananta; Alvian Toto Wibisono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.085 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.31835

Abstract

Baja telah digunakan dalam bidang pembuatan kapal, akan tetapi, baja rentan terhadap korosi yang menyebabkan penurunan kualitas suatu bahan akibat reaksi antara bahan dengan lingkungannya. Untuk mengatasi masalah korosi pada logam tersebut salah satunya dapat dilakukan dengan proteksi katodik, yaitu salah satu metodenya adalah dengan anoda tumbal. Salah satu material yang banyak digunakan sebagai anoda tumbal pada kapal adalah seng(Zn). Seng murni dapat digunakan sebagai anoda jika kadar kotoran besi kurang dari 0,0014%. Dari penelitian terdahulu telah diketahui bahwa kadar Fe meski sangat kecil jumlahnya, misalnya 0,001%, berbahaya bagi kinerja anoda tumbal seng dimana dapat menyebabkan pengurangan arus keluaran dan daya dukung potensial anoda, karena pembentukan lapisan dari produk korosi seng terisolasi(menumpuk) di permukaan anoda. Namun, penambahan aluminium sebagai paduan pada anoda seng dapat secara efektif mengurangi dan menghilangkan efek dari Fe serta dapat mentolelir jumlah kadar Fe yang terdapat pada logam seng. Proses pemaduan logam aluminium dan seng dapat dilakukan dengan teknik pengecoran, salah satu metodenya, yaitu dengan sand casting. Dalam prosesnya peleburan logam seng(Zn) dan aluminium(Al) dilakukan dengan menggunakan electric furnace. Peleburan logam dilakukan hingga pada temperature ± 700oC. Untuk mengurangi atau mencegah adanya logam yang teroksidasi akan ditambahkan gas inert(Argon) pada proses peleburan. Dari penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kekerasan, struktur mikro dan laju korosi dari paduan Zn-Al. Komposis daripada aluminium yang akan dipadukan adalah 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% yang kemudian akan dilakukan pengujian, yaitu Optical Emission spectroscopy, metallografi, dan X-RD untuk mendapatkan komposisi kimia, struktur mikro dan fasa kristalin dari logam paduan Zn-Al. Dari uji kekerasan didapatkan Zn tanpa penambahan Al mempunyai kekerasan terendah, yaitu 50,53 HB dan Zn-0,6Al dengan kekerasan tertinggi, yaitu 59,26 HB. Dari uji Tafeldidapatkan data laju korosi tertinggi, yaitu Zn-0,6Al sbesar 1,63 mm/year dan laju korosi terendah dimiliki Zn tanpa penambahan Al, yaitu sebesar 0,82 mm/year.
Tinjauan Pengaruh Jenis Material Sizing Poliuretan, Silane Coupling Agent, dan Poliimida pada Serat Karbon terhadap Morfologi dan Sifat Mekanik Komposit Epoksi/Serat Karbon untuk Aplikasi Bilah Turbin Angin Hardina Putri Kinanty Z; Hosta Ardhyananta; Amaliya Rasyida
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53873

Abstract

Komposit dapat menghasilkan material ringan dengan kekuatan tinggi yang dapat diaplikasikan pada bilah turbin angin. Epoksi adalah salah satu kelompok polimer termoset yang sering digunakan sebagai matriks pada komposit karena sifat mekanik nya yang baik. Serat karbon merupakan salah satu penguat yang paling diminati karena sifat mekanik nya yang luar biasa, menjadikannya sebagai penguat ideal dalam material komposit canggih. Namun serat karbon memiliki permukaan yang halus dan inert yang menghasilkan adhesi pada antarmuka yang lemah dengan epoksi. Sizing adalah salah satu metode perlakuan pada permukaan untuk melindungi permukaan serat, selain itu juga dapat membantu meningkatkan sifat adhesi pada antarmuka dengan matriks nya. Pada tinjauan ini telah di analisis terkait potensi dan keefektifan jenis material sizing yaitu poliuretan, silane coupling agent dan poliimida. Pengujian SEM, FTIR dan XPS dilakukan untuk mengetahui morfologi dari serat karbon dan komposit epoksi/serat karbon, sedangkan untuk mengetahui sifat mekanik komposit epoksi/serat karbon dilakukan dengan pengujian IFSS dan ILSS. Didapatkan bahwa poliuretan adalah material sizing paling efektif untuk komposit epoksi/serat karbon.
Tinjauan Pengaruh Jenis Partikel Halloysite Nanotubes dan Montmorillonite Nanoclay terhadap Morfologi dan Sifat Mekanik pada Komposit Poliester Tak Jenuh/Partikel Nano untuk Aplikasi Lapisan Gel pada Kapal Laut Imam Prayoga; Hosta Ardhyananta; Amaliya Rasyida
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.53995

Abstract

Material baru yang kuat dan ringan merupakan fokus utama pada dunia penelitian maupun industri. Komposit merupakan jenis material baru dengan mengandalkan matriks dan penguatnya. Poliester tak jenuh merupakan salah satu jenis matriks yang memiliki sifat ketahanan terhadap air dan kimia yang baik. Namun, poliester tak jenuh memiliki keterbatasan dalam sifat mekaniknya yang kaku. Nanokomposit dengan penguat nanopartikel merupakan salah satu metode untuk meningkatkan sifat mekanik, serta ketahanan termal pada komposit polimer. Nanopartikel dengan berbagai macam jenis telah diteliti pengaruhnya terhadap polimer poliester tak jenuh. Pada tinjauan ini, telah dipelajari pengaruh dari penambahan nanopartikel terhadap morfologi menggunakan SEM, sifat mekanik berupa kekuatan tarik, kekuatan tekan, dan kekuatan lentur dari bentuk dan jenis partikel halloysite nanotubes dan montmorillonite nanoclay terhadap nanokomposit polimer poliester tak jenuh. Didapatkan bahwa pada semua jenis penambahan nanopartikel telah memengaruhi morfologi dari nanokomposit. Kemudian, didapatkan bahwa jenis nanopartikel pada tinjauan ini juga meningkatkan sifat mekanik dengan penambahan pada rasio tertentu.
Simulasi Delaminasi Laminat Komposit Serat Karbon terhadap Variasi Arah Serat Menggunakan Teknik Cohesive Zone Model (CZM) dan Virtual Crack Closure (VCC) dengan Metode Elemen Hingga Iqbal Bagaskoro; Mas Irfan Purbawanto Hidayat; Hosta Ardhyananta
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55512

Abstract

Perkembangan teknologi material komposit terutama di material komposit laminat sangat pesat. Material komposit laminat tersusun dari beberapa gabungan lamina-lamina yang berikatan sehingga sering menyebabkan terjadinya deformasi. Salah satu dari model kerusakan kritis pada komposit laminat yaitu delaminasi. Untuk mengetahui proses delaminasi, dimodelkan double centilever beam dengan pembebanan beban berupa displacement. Dalam penelitian ini dilakukan analisa delaminasi laminat terhadap variasi arah serat yaitu [0/+45/+45/0]2s dan [0/+45/+90/-45]2s dengan menggunakan teknik Cohesize Zone Model (CZM) dan Virtual Crack Closure (VCC) menggunakan ANSYS Workbench 19.I dengan modal static structural. Kemudian dilakukan analisa dari hasil simulasi numerik delaminasi pada material sesuai dengan teori. Dengan menggunakan 3750 elemen, 7500 elemen dan 15000 elemen didapatkan hasil bahwa nilai critical force dari variasi [0/+45/+90/-45]2s jauh lebih besar daripada [0/+45/+45/0]2s dan juga dianalisis karakterisasi stress-strain hasil dari simulasi.
The Effect of Chemical Substance and Immersion Time to Tensile Strength of Bamboo Betung (Dendrocalamus asper) as Chemical Preservation Treatment Afif Rizqi Fattah; Ken Ninez Nurpramesti Prinindya; Hosta Ardhyananta
IPTEK Journal of Proceedings Series Vol 1, No 1 (2014): International Seminar on Applied Technology, Science, and Arts (APTECS) 2013
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23546026.y2014i1.580

Abstract

Bamboo is one of the materials which availability is overflow and easy to renewable. However, in use of bamboo, it often degraded by biotic and abiotic factors. Preservation is required to keep service life from bamboo that more durable. This research aims to analyze tensile strength of bamboo after have chemical preservation treatment and weather. Bamboo which researched is bamboo Betung (Dendrocalamus asper). This research use a method as this. First, bamboo be cut into tensile test sample, then makes a preserve liquid borax 0,05 M in 1 liters of water, boric acid 0,05 M in 1 liters of water, and mixture borax liquid with boric acid, with volume increase of boric acid liquid in every borax liquid amount as 20, 40 and 60%. Then, bamboo immerse in preserve liquid. After that, do tensile test to bamboo sample without weathering, and bamboo sample with weathering. From the result of this research, chemical substance of preserve raise a tensile strength. More time of immersion, tensile strength is drop. Tensile strength of bamboo Betung has not decreased on three days of weathering.
Rancang Bangun Mini Boat Sebagai Pemanas dan Pendeteksi Kualitas Air Kolam untuk Budidaya Ikan Air Tawar di Kecamatan Ngunut, Tulungagung Diah Susanti; George Endri Kusuma; Benedicta Dian Alfanda; Hariyati Purwaningsih; Haniffudin Nurdiansah; Lukman Noerochim; Tubagus Noor Rohmannudin; Hosta Ardhyananta; Yeny Widya Rakhmawati; Elok Amaylia Swasthika Candra
Sewagati Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5393.946 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i3.240

Abstract

Usaha budidaya ikan air tawar termasuk di dalam sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang mampu menyumbang perekonomian daerah dan nasional. Namun usaha kelompok pembibitan ikan ini tidak mampu memproduksi bibit ikan sepanjang tahun, karena terdapat perubahan suhu ekstrim yang menyebabkan ikan banyak yang mati kedinginan sehingga peternak mengalami kerugian. Di samping suhu, faktor lain yang berpengaruh terhadap kehidupan ikan air tawar adalah pH dan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) dari air kolam. Selama ini peternak ikan kebanyakan masih mengandalkan pengalaman dan bergantung pada kondisi alami serta belum banyak yang menggunakan teknologi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga dalam program pengabdian masyarakat (abmas) berbasis produk ini, tim abmas ITS berusaha membuat rancang bangun mini boat sebagai pemanas yang menggunakan bahan bakar limbah organik kering seperti kayu dan bambu yang dilengkapi dengan sistem monitoring suhu, pH, dan DO yang terhubung dengan telepon genggam peternak yang memberikan informasi kondisi terkini, sehingga peternak dapat menentukan sikap dan tindakan untuk memodifikasi kondisi kolam agar lebih ideal. Pada saat uji coba ditunjukkan bahwa mini boat berhasil meningkatkan suhu air kolam dan memonitor nilai suhu, pH dan DO air kolam. Dengan demikian, abmas ini sangat membantu peternak dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang selalu dihadapi setiap tahun.