Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengalaman Adaptasi Survivor Schizophrenia Pasca Perawatan di Rumah Sakit Niman, Susanti; Christian, Febri
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.07 KB) | DOI: 10.26714/jkj.8.2.2020.203-210

Abstract

Schizophrenia adalah gangguan jiwa berat ditandai dengan perubahan pada persepsi, pikiran, afek, dan perilaku seseorang. Gejala schizophrenia berlangsung selama jangka waktu minimum  satu  bulan dan kemunduran  fungsi  berlangsung minimum selama enam bulan dengan tingkat kekambuhan 70 - 82%. Penderita schizophrenia sering ditemukan kurang mendapat dukungan sosial dalam mengoptimalkan proses rehabilitasi setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit. Tujuan studi untuk mengekplorasi pengalaman survivor schizophrenia beradaptasi pasca rawat. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi terhadap 10  informan. Hasil  ditemukan 5 tema adaptasi pasca perawatan di rumah sakit yaitu cara menghadapi suatu permasalahan, memiliki pekerjaan setelah keluar dari rumah sakit jiwa, dukungan keluarga, dukungan lingkungan dan dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan adaptasi survivor schizophrenia pasca perawatan di rumah sakit  membutuhkan kemampuan problem solving, dukungan dari keluarga dan masyarakat. Kata kunci: adaptasi, pengalaman, schizophrenia, survivor THE EXPERIENCE OF SCHIZOPHRENIA SURVIVOR ADAPTATION POST-CARE IN HOSPITAL    ABSTRACTSchizophrenia is a severe mental disorder characterized by changes in a person's perceptions, thoughts, affect, and behaviour. Schizophrenia symptoms last for a minimum period of one month and deterioration of function lasts for a minimum of six months with a recurrence rate of 70 - 82%. Schizophrenia sufferers are often found to lack social support in optimizing the rehabilitation process after undergoing treatment at the hospital. Purpose to explore the experience of survivor schizophrenia adapting post-treatment. Method Qualitative with a phenomenological descriptive approach to 10 informants. Results found 5 adaptation post-treatment themes in the hospital namely how to deal with a problem, having a job after leaving the mental hospital, family support, environmental support and support of health workers. Conclusion: Adaptation of post-treatment schizophrenia survivors in hospital requires problem- solving skills, support from family and community.  Keywords: adaptation, experience, schizophrenia, survivor
Relationship of Verbal Violent Behavior with Student Learning Achievement Tina Shinta Parulian Siahaan; Febri Christian Trisna Putra; Susanti Niman
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 2 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bocp.v4i3.202

Abstract

The child is the asset and successor of the ideals of the nation's struggle for the future. Children are entitled to service to develop the ability, and social life, by following per under the culture, and personality of the nation, to become good, and useful citizens. Children are entitled to maintenance and protection, while in the womb or after birth, and children are entitled to protection against the environment that endangers or hinders their growth and development. Child abuse comes in many forms. This study to find out the relationship between verbal violence and student’s learning achievement. We used descriptive quantitative correlation, cross-sectional, for instruments we used questionnaires for verbal violence. Data analysed was a bivariate test that used the chi-square test. Technic sampling used stratified random sampling with lottery technique based on student ID number amount 225 people. There is a significant relationship between verbal abuse and student learning achievement.
Pengalaman Lanjut Usia dalam Menghadapi Situasi Paska Tsunami Febri Christian; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.2 KB) | DOI: 10.31539/jks.v6i2.5648

Abstract

This study aims to explore the experiences of older people in dealing with post-tsunami situations. The research method used is a qualitative method with a descriptive approach. The study results obtained five main themes: the feelings that emerged during the tsunami, the impact of the tsunami, efforts to deal with post-tsunami trauma, sources of support for participants, and how to build self-confidence after the tsunami. In conclusion, the tsunami was a disaster that caused fear, sadness, anxiety, and trauma to those who experienced it. In addition to negative feelings, the tsunami caused the loss of lives of loved ones and property for the victims. Efforts were made to eliminate trauma and build self-confidence (self-efficacy) by telling each other stories to neighbors, praying and surrendering, and being optimistic about living a post-Tsunami life because of family members who survived. Keywords: Elderly, Post Tsunami, Experience
Seni Beradaptasi Meningkatkan Kualitas Hidup Dimasa Tua dalam Proses Tumbuh Kembang Lanjut Usia Tiveni, Elisabhet; Putra, Febri Christian Trisna; Awaludin, Robi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Januari 2025
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v7i1.5612

Abstract

Proses penuaan adalah hal yang normal terjadi pada setiap individu, proses penuaan ini dapat mempengaruhi kondisi fisik, mental dan kualitas hidup lansia yang dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait tentang proses adaptasi, penuaan secara fisik yang terjadi mempengaruhi psikologis, pengetahuan tentang tugas perkembangan yang harus dicapai lanjut usia sehingga memiliki kualitas hidup yang baik. Metode penelitian ini berupa ceramah dan diskusi melalui pendidikan kesehatan secara langsung di Desa Rangkasbitung dengan jumlah lansia 35 orang, proses kegiatan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Rangksbitung kemudian pemberian materi dilanjut dengan diskusi dan diakhiri evaluasi tugas perkembangan lansia serta pemeriksaan kesehatan gratis. Hasil yang didapatkan adalah masyakarat khususnya lansia mengetahui dan dapat menjelaskan kembali terkait dengan proses adaptasi, penuaan secara fisik yang terjadi mempengaruhi psikologis, pengetahuan tentang tugas perkembangan yang harus dicapai lanjut usia sehingga memiliki kualitas hidup yang baik.
Penerapan Terapi Kelompok Terapeutik dalam Peningkatan Perkembangan Industry Anak Usia Sekolah Christian, Febri; Elisabhet, Tiveni
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5564

Abstract

Anak usia sekolah sudah mengembangkan kekuatan internal dan tingkat kematangan yang memungkinkan mereka untuk bergaul di luar rumah. Tugas perkembangan utama pada tahap ini adalah menanamkan interaksi yang sesuai dengan teman sebaya dan orang lain, meningkatkan keterampilan intelektual khususnya di sekolah, meningkatkan keterampilan motorik halus dan ekspansi keterampilan motorik kasar. Upaya yang dapat dilakukan secara kesehatan jiwa adalah dengan membentuk dan memberikan terapi kelompok terapeutik pada anak usia sekolah untuk meningkatkan pancapaian tugas perkembangan anak usia sekolah. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah case series dengan pemberian terapi spesialis keperawatan jiwa yaitu Terapi Kelompok Terapeutik (TKT) anak usia sekolah dengan tugas perkembangan industry. Jumlah anak usia sekolah yang diberikan terapi kelompok terapeutik ini sebanyak 7 orang anak usia sekolah (6-12 tahun) beserta dengan orang tuanya (ibu). Sebaran usia peserta terapi kelompok terapeutik ini berkisar dari usia 9 – 11 tahun. Terapi kelompok terapeutik ini dilakukan selama 6 kali pertemuan dalam 1 bulan yang terdiri dari 6 sesi. Durasi pelaksanaan setiap sesi dalam terapi kelompok terapeutik selama 45-60 menit. Hasil case series ini menunjukan peningkatan perkembangan industry pada anak usia sekolah dan peningkatan respons aspek perkembangan: motoric, kognitif, Bahasa, emosi, keperibadian, moral, spiritual, dan psikososial setelah dilakukan terapi kelompok terapeutik.