Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Pematang Johar, Deli Serdang Mujahiddin; Yurisna Tanjung; Sahran Saputra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2021): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v5i3.4316

Abstract

The implementation of the Community Partnership Program (PKM) was carried out in Pematang Johar Village. This village was chosen because the waste management activities still use the Kumpul-Angkut-Dispose system. In addition, it is still a community member who manages waste by completing receiving waste, This PKM is carried out by providing training on waste management to the people in Pematang Johar Village. The method in this PKM activity is carried out with two approaches namely; socialization, training and FGD. The results of the PKM implementation show that: community group consisting of PKK Group and BUMDes Management Group have understood the practice of household scale waste management using the 3-R Principle. In addition, community groups have understood and are able to practice organic waste management into compost through the composter method. Community groups also understand and are able to practice inorganic waste management into creative goods such as piggy banks.
Religious Voluntarism in The Youth Muslim Philanthropy Movement In Medan Sahran Saputra; Nirwansyah Putra
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 10 No. 2 (2021): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2021.102-05

Abstract

This research discusses religious voluntarism in the philanthropic movement carried out by the Muslim youth hijrah community. The purpose of this study is to find out how the patterns of voluntarism in the philanthropic movement of Muslim youth in Medan. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and literature study. The results of the study reveal the idea of the movement that has been carried out by the younger generation of Muslims refers to religious attitudes. This condition is a response to the social conditions and religiosity of Muslim youths in the city of Medan. This community conducts a voluntary recruitment pattern. This is a motivation for young Muslims in the city of Medan to improve themselves towards piety, both individually and socially by referring to religious teachings in the Qur'an and hadith. Building Islamic values as a transitional spirit in the commitment and shared values of the organization and all its managers. These organizational values and commitments lead to the spirit of religious voluntarism.Keywords: Religious voluntarism, Hijrah movement, Muslim youth
Optimalisasi Ekonomi Ibu-Ibu PKK Melalui Pemberdayaan dan Pengolahan Coconut Oil di Mandailing Natal Romi Disman; Aini Tasya Nadria; Wahyuni; Reyhana Alviemuna Nasution; Dina Rahaditya; Sahran Saputra
Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Intisari: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/intisari.v1i1.21

Abstract

Desa Buburan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, dengan sumber kekayaan alam perkebunan kelapa yang melimpah. Namun kurangnya skill serta pengetahuan masyarakat menjadikan sumber daya alam tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelatihan pengolahan coconut oil bagi ibu-ibu PKK sebagai solusi peningkatan ekonomi di masa pandemi covid-19, sehingga menambah lapangan pekerjaan dan terbentuknya sentra industri minyak kelapa di desa ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode survei partisipatif, observasi, ceramah dan diskusi interaktif, serta praktik langsung, dengan melibatkan beberapa orang mitra. Pelaksanaan ini dilakukan secara hybrid, melalui Zoom, Whatsapp, dan Youtube, serta pelatihan praktik langsung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di masa pandemi. Hasil dari program menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 75% dibanding sebelum pelatihan yang ditunjukkan saat sesi praktik implementasi pengolahan kelapa menjadi minyak kelapa yang memberikan manfaat untuk memajukan perekonomian ibu-ibu PKK di masa pandemi covid-19.
PENGEMBANGAN MICROVOLUNTEER BERBASIS APLIKASI GUNA MENSTIMULUS KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING DIFABEL NETRA Sahran Saputra; Mujahiddin Mujahiddin; Yurisna Tanjung
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21882

Abstract

Abstrak: Perlindungan sosial dan pemberdayaan penyandang disabilitas netra akan memperkuat kehidupan penyandang disabilitas dengan mengedepankan lingkungan sosial dan mengembangkan potensinya sehingga mereka dapat menjadi individu atau kelompok penyandang disabilitas yang tangguh dan berdaya. Program ini akan mengusung penerapan model microvolunteer berbasis aplikasi digital yang nantinya akan menjadi media yang menghubungkan relawan untuk membantu aktivitas keseharian penyandang tunanetra. Program ini merupakan langkah awal dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada mitra dalam mengatasi permasalahan yang mereka hadapi dengan menawarkan solusi berupa empat aspek dalam microvolunteer yakni aspek keamanan, kenyamanan, perasaan independent, dan efisien. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode partisipatif, pelatihan penggunaan aplikasi, dan praktik langsung, dengan melibatkan beberapa 25 orang dengan kategori kepesertaan 7 orang relawan dan 18 orang difabel netra. Melalui FGD, dan pretest dan posttest terkait hasil kegiatan menunjukkan munculnya kemandirian dalam aktifitas keseharian difabel netra yang di ukur dalam 4 aspek sistem microvolunteer yang dikembangkan, yakni aspek keamanan 47%, kenyamanan 30%, perasaan independent 8%, dan efisiensi 69%.Abstract: Social protection and empowerment of people with visual disabilities will strengthen the lives of people with disabilities by prioritizing the social environment and developing their potential so that they can become strong and empowered individuals or groups of people with disabilities. This program will implement a digital application-based microvolunteer model which will later become a medium that connects volunteers to help with the daily activities of blind people. This program is the first step in providing knowledge and understanding to partners in overcoming the problems they face by offering solutions in the form of four aspects of microvolunteering, namely security, comfort, feeling independent and efficient. This activity was carried out through participatory methods, training in application use, and direct practice, involving some 25 people with participation categories of 7 volunteers and 18 people with visual disabilities. The results of the activity show the emergence of independence in the daily activities of blind people who are measured in 4 aspects of the microvolunteer system developed, namely aspects of safety, comfort, feeling of independence, and efficiency.
Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Desa Dalam Pengelolaan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Deli Serdang Mujahiddin; Yurisna Tanjung; Sahran Saputra
Sospol Vol. 9 No. 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jurnalsospol.v9i2.28286

Abstract

Fokus utama pada penelitian ini adalah bentuk sinergitas antara Pemerintah Desa dan Komunitas Masyarakat Desa dalam pengelolaan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal di Desa Denai Lama. Pembahasan pada penelitian memberikan konstribusi pada tatanan akademis dan praktis dalam pemberdayaan masyarakat desa. Konsep kemitraan dalam pemberdayaan masyarakat menggunakan konsep empowerment as co-production yaitu konsep yang menekankan pentingnya nilai bersama untuk mendorong perubahan hubungan antara negara dan masyarakat lokal agar lebih setara. Secara praktis penelitian ini dapat memberikan contoh bagi banyak pemerintahan desa dan komunitas masyarakat dalam membangun sinergitas pada program pemberdayaan masyarakat di wilayah perdesaan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Adapun informan penelitian yang diwawancarai adalah kepala desa, Founder Sanggar Lingkaran dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bentuk sinergitas yang dilakukan antara Pemerintah Desa Denai Lama dan komunitas masyarakat adalah bentuk sinergitas yang mendorong setiap steakholder untuk saling tumbuh bersama. Hubungan sinergitas ini menekankan pentingnya kerjasama kemitraan, di mana setiap komunitas/steakholder saling berkonstribusi untuk pengembangan sumber daya yang subtansial pada program pembedayaan masyarakat di Agrowisata Paloh Naga. Adanya bentuk sinergitas tersebut di Desa Denai Lama menjadi tanda adanya hubungan yang lebih professional, setara dan timbal balik antara Pemerintahan Desa dan komunitas masyarakat di dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.
Masojid Ni Boru; Anti Tesis Hegemoni Patriarki Berbasis Kearifan Lokal pada Etnis Batak Angkola Ramadhanti, Zayyan; Rionaldo, Muhammad; Nadria, Aini Tasya; Wegina, Tita Wilda; Saputra, Sahran
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 5, No 2 (2024): SOCIAL INTERVENTION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jisp.v5i2.16894

Abstract

This research aims to reveal forms of gender responsiveness in Angkola Batak culture towards the needs of women in Sipogu Village. Using qualitative methods with an ethnographic approach, this research focuses on social interactions and local wisdom that support gender equality. Informants were selected using purposive sampling, consisting of 15 sources considered most relevant to this research. Data was collected through in-depth interviews, participant observation, and ethnographic recording, which was then analyzed using NVivo software for data visualization. The research results show that the presence of Masojid Ni Boru, a public facility specifically used by women, confirms the existence of gender equality in Angkola Batak culture which refutes the results of previous research regarding patriarchal dominance in Batak society. These findings indicate that local wisdom in Sipogu Village shows unique gender responsiveness.Keywords: Masojid Ni Boru, Gender Responsiveness, Batak Angkola 
Boundary Works as a Mechanism For Forming Collective Identity in The Indonesian Middle Class Muslim Social Piety Movement Saputra, Sahran; Ishomuddin; Wahyudi; Saleh, Arifin
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52728/ijss.v5i1.1061

Abstract

Indonesia's title as the most generous country in the world is supported by the strengthening spirit of social piety movements among the Muslim middle class. Social piety movements are of course also supported by the power of the social movement's collective identity in forming the basis that provides the "structure," foundation for engagement, and guidance for individual participation in its expansion. Unfortunately, the strong link between the development of collective identity in social movement groups has not been explained by previous studies. The aim of this research is to describe how the boundary work mechanism contributes to the development of collective identity in the Muslim middle class social piety movement in the Tangan di Atas (TDA) community. Using qualitative descriptive research, the research was conducted over a period of one year (December 2022-December 2023) and describes the actors and boundary work mechanisms in forming collective identity. The researcher conducted in-depth interviews with several subjects who were administrators as well as members of the TDA community to explore variations in their experiences related to the social piety movement they engage in. Meanwhile, with a phenomenological approach, researchers explore the role of individual knowledge, thoughts and feelings or internal aspects or individual subjectivity. The results of this research show that there are several aspects that can be used to view boundary works as a mechanism for forming the collective identity of social piety movements in the TDA community; shared values ​​and principles, joint activities, mutual recognition and appreciation, and establishing relationships with external parties.
STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL PENGHUNI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI STUDI KASUS DI DESA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN Defa Renconk Adil; Sahran Saputra
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Juni 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i6.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesejahteraan sosial penghuni rumah tidak layak huni di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, dengan fokus pada pendapatan, pengeluaran, pendidikan, kondisi tempat tinggal, fasilitas rumah, dan status kepemilikan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendapatan harian penghuni bervariasi antara Rp 40.000 hingga Rp 200.000, hal ini masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti gizi dan pendidikan anak. Pengeluaran utama penghuni meliputi biaya listrik, pendidikan anak, dan biaya kesehatan, yang seringkali tidak dapat ditutupi oleh pendapatan mereka, sehingga mereka terpaksa meminjam uang dari keluarga atau tetangga. Pendidikan dianggap sebagai prioritas meskipun terkendala biaya. Kondisi tempat tinggal masih jauh dari layak dan banyak penghuni berharap mendapatkan bantuan pemerintah untuk perbaikan. Meskipun fasilitas dasar seperti listrik dan air bersih telah tersedia, kesejahteraan sosial penghuni rumah tidak layak huni masih memerlukan perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pengemasan Ideologi dalam Gerakan Hijrah: Studi Kasus Gerakan Komunitas Sahabat Hijrahku di Medan Sahran Saputra
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 4 No. 1 (2020): February
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/cc.v4i1.166

Abstract

Penelitian ini membahas tentang gerakan hijrah oleh komunitas Sahabat Hijrakuu sebagai gerakan sosial baru kaum muda Muslim di Kota Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pengemasan ideologi dalam gerakan hijrah kaum muda Muslim di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berkembangnya gerakan hijrah merupakan bentuk dari kesadaran kolektif kaum muda Muslim di Medan pasca gerakan Aksi Bela Islam. Pengemasan ideologi yang baik mampu menggiring ide-ide dan tujuan gerakan hijrah yang diusung bisa diterima oleh masyarakat. Pengemasan ideologi yang dimaksud adalah framing bahwa seseorang yang hijrah harus tercermin dalam sikap beragama yang ramah, yang menyejukkan, bukan yang menakutkan apalagi menyalahkan dan menuding bid’ah pada orang yang tidak sepemahaman. Komunitas Sahabat Hijrahkuu mengedepankan penghargaan terhadap sesama tanpa melihat perbedaan harokah serta latar belakang pemahaman seseorang terhadap Islam. Ideologi ini tercermin dalam moto gerakan hijrah komunitas, yaitu “apapun harokahmu, aku saudaramu”. Pembingkaian semacam ini diwujudkan kedalam bentuk-bentuk tindakan secara kolektif, seperti pengajian, aksi kemanusiaan, serta menerbitkan channel Youtube dan akun Instagram. Kata kunci: Hijrah, framing, Gerakan Sosial