Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

AKU DAN PERASAANKU: UPAYA PENGENALAN EMOSI DASAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN EDUKATIF Fasim Hasibuan, Wilda; Amelia, Cevy; Prameswari, Yuditia; Maryana, Maryana; Rismaida, Rismaida; Ariyanti Napitupulu, Pariang; Rochma, Izura
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v3i1.2030

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peranan penting dalam pembentukan kecerdasan emosional yang dapat menunjang keberhasilan anak dalam aspek sosial, akademik, dan psikologis. Program psikoedukasi yang dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah bertujuan untuk mengenalkan emosi dasar pada anak-anak usia 4-5 tahun melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan kaget. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penggunaan media visual, permainan peran, dan lagu edukatif yang melibatkan gerakan tubuh, yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara kepada murid untuk mengukur perubahan pemahaman anak-anak sebelum dan setelah intervensi. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak berhasil mengenali emosi dasar dan lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan mereka. Kesimpulannya, program psikoedukasi ini berhasil mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan dampak positif dalam perkembangan emosional anak-anak, serta memberikan rekomendasi agar program serupa dapat diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan di PAUD lainnya.
Sosialisasi Pendidikan Seksual Guna Mencegah Kekerasan Seksual pada Anak Sekolah Dasar Hirasti, Anindya Ayu; Prameswari, Yuditia; Chairunnisa, Arsila; Fitri, Nur Hafidza; Nabilla, Shintya
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v4i1.301

Abstract

Fenomena kekerasan seksual semakin meningkat dari tahun sebelumnya. Berdasarkan hasil temuan, pemahaman anak mengenai pendidikan seksual dinilai masih kurang. Kondisi tersebut terjadi karena lingkungan sekitar menganggap bahwa membahas terkait pendidikan seksual merupakan sesuatu yang tabu. Padahal memahami pendidikan seksual sangatlah penting maka pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mensosialisasikan pendidikan seksual supaya anak-anak usia sekolah dasar lebih mengenali tubuhnya sendiri dan mewaspadai orang yang ingin melakukan kejahatan kepada mereka. Pendidikan seksual dilaksanakan di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Batam. Metode yang dilakukan adalah psikoedukasi berupa pemaparan yang dikemas melalui lagu, gambar atau poster, serta permainan sehingga membuat siswa tidak canggung untuk membahasnya. Materi berisi tentang memperkenalkan bagian tubuh pribadi, mana yang boleh dan tak boleh disentuh orang lain, siapa yang boleh dan tak boleh menyentuh serta cara menjaganya akan bisa menjadi pengenalan Pendidikan seksual yang baik untuk anak usia dini. Hasil program pengabdian masyarakat ini, anak-anak dapat menyebutkan nama kelamin sesuai dengan kaidah Pendidikan seksual sehingga tidak memiliki persepsi negatif mengenai bagian tubuhnya sendiri. Anak-anak juga lebih memahami bagian-bagian tubuh yang boleh dan tak boleh disentuh orang lain, serta langkah supaya terhindar dari kekerasan seksual. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan.