Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Improving Student Learning Outcomes Using the Index Card Match Method in Asmaul Husna Materials in Elementary School Susana, Eti Eta; Kamal, Musthafa; Zuhri, Achmad
Research Journal on Teacher Professional Development Vol. 3 No. 01 (2025): Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/rjtpd.v3i01.24938

Abstract

This Classroom Action Research (PTK) aims to improve the learning outcomes of grade II students of SD Negeri Wringinjajar 1 in the subject of Islamic Religious Education in Asmaul Husna material through the application of the Problem Based Learning (PBL) model and the Index Card Match method. The research was carried out in two cycles with the research subject of grade II A students for the 2024/2025 academic year. Based on the results of the study, there was a significant increase in the aspects of readiness, attention, activeness, and completeness of students' learning. The average value of learning outcomes increased from pre-cycle by 53.33% to 66.67% in cycle I and 76.67% in cycle II. In addition, the use of Asmaul Husna card media also supports student understanding, where the average score increased from 63 (pre-cycle) to 72.5% in cycle I and 79.67% in cycle II, accompanied by an increase in learning completeness from 46.67% to 73.33%, then 93.33%. The conclusion of this study shows that the combination of the PBL model and the Index Card Match method is effective in improving student learning outcomes, both qualitatively and quantitatively, so that it is suitable for application in PAIBP learning, especially in Asmaul Husna material.
How Madrasahs Build Students’ Character in Indonesia's Society 5.0 Era: Emerging Challenges Zuhri, Achmad; Alnashr, M Sofyan; Nihayah, Hamidatun; Ihsan, Ihsan; Ulumuddin, Imam Khoirul; Darnoto, Darnoto; Munjiat, Siti Maryam
Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Transformative Islamic Education in Pesantren and Madrasah
Publisher : Universitas Pesantren Kh abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/nzh.v9i1.412

Abstract

This study aims to analyze how madrasas develop students' character in the Society 5.0 era and to identify the various challenges and strategies implemented to strengthen moral values amid technological disruption. Using a qualitative case study approach, the research was conducted across three levels of madrasah education: Ibtidaiyyah, Tsanawiyah, and Aliyah. Data were collected through in-depth interviews with three madrasah principals, three deputy heads of curriculum who also serve as teachers, students, and parents, complemented by participant observation and document analysis. Data analysis followed the stages of data reduction, data display, and verification. The findings reveal that character education challenges in madrasahs are multidimensional, encompassing technological, social, cultural, and institutional factors. In response, madrasahs implement holistic and integrative strategies, including strengthening religious foundations, transforming Islamic values into social ethics, integrating local wisdom, developing character-based digital literacy, and fostering synergy among teachers, families, and communities. These strategies demonstrate that madrasahs operationalize SDG 4.7 by promoting ethical digital citizenship, moral responsibility, and humanistic values within a technology-driven learning environment. This study contributes to theory by expanding the understanding of how Islamic educational institutions contextualize global frameworks such as Society 5.0 and SDG 4 within local religious and cultural settings. In practice, the findings provide policy-relevant insights for educators and policymakers in designing adaptive, values-based character education models that support sustainable, inclusive, and high-quality education in the digital age.
FENOMENA FEAR OF MISSING OUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Afiyah, Syifa Nur; Ramdani, Bahir; Zuhri, Achmad; Kurniawan, Ahmad Ramdani
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) pada remaja serta menganalisis dampaknya terhadap kesehatan mental dalam perspektif Agama Islam. Penelitian ini juga menelusuri bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi landasan dalam mengatasi kecemasan, ketidakstabilan emosi, dan perilaku impulsif yang muncul akibat FOMO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur psikologi modern, kajian kesehatan mental remaja, serta sumber-sumber keislaman seperti Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama. Analisis dilakukan dengan teknik deskriptif-analitis untuk mengaitkan temuan empiris dengan perspektif nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berkontribusi terhadap meningkatnya kecemasan, penurunan kepercayaan diri, kecanduan media sosial, dan gangguan konsentrasi pada remaja. Dalam perspektif Islam, FOMO berkaitan dengan lemahnya kontrol diri (mujahadah an-nafs), kurangnya rasa syukur, dan dominasi perbandingan sosial yang dilarang karena dapat menimbulkan kecemasan dan iri hati. Nilai-nilai Islam seperti tawakal, qana’ah, pengendalian hawa nafsu, serta pemanfaatan waktu secara produktif terbukti relevan sebagai strategi preventif dan kuratif untuk menekan dampak negatif FOMO. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan lembaga keagamaan dalam memberikan pendidikan literasi digital dan pembinaan spiritual guna memperkuat kesehatan mental remaja secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 CIREBON Zahro, Fathimatuz; Royyana, Daniya; Nurghifari, Fiqih; Zuhri, Achmad
Khazanah: Jurnal Mahasiswa Vol. 17 No. 2 (2025): Khazanah: Jurnal Mahasiswa
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/khazanah.vol17.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam implementasi nilai-nilai akhlak dalam pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Cirebon. Latar belakang penelitian ini berangkat dari semakin kompleksnya tantangan moral yang dihadapi peserta didik akibat perkembangan teknologi digital, arus informasi yang tidak terbatas, serta pengaruh lingkungan sosial yang kian beragam. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga memperkuat dimensi afektif dan perilaku sebagai bagian dari pembentukan karakter akhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan untuk menggali proses implementasi nilai akhlak secara natural dalam konteks madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta telaah dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak utama, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, tawadhu’, dan sikap hormat kepada guru serta sesama, diintegrasikan melalui berbagai strategi pembelajaran. Proses implementasi tersebut diwujudkan melalui keteladanan guru sebagai figur moral, pembiasaan perilaku positif dalam aktivitas harian madrasah, penguatan nilai melalui materi ajar, serta pembudayaan lingkungan sekolah yang religius dan berkarakter. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan implementasi nilai akhlak sangat dipengaruhi oleh konsistensi guru, dukungan lingkungan sekolah, serta keterlibatan orang tua dalam mengontrol perilaku siswa di luar madrasah. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi yang lebih kuat antara madrasah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan sehingga penguatan nilai-nilai akhlak dapat terbentuk secara menyeluruh dan berkesinambungan.