Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Deskripsi Tari Jaran Buto Dalam Perspektif Tata Rias dan Busana di Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan Wahyuni, Defi Tri; Rochayati, Rully; Siswanto, Silo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.169

Abstract

Tari Jaran Buto adalah tari yang diartikan “ Kuda Lumping Raksasa” adanya kesenian Jaran Buto terinspirasi dari cerita rakyat yang melegenda di Banyuwangi yakni seorang Menak Jinggo seorang raja kerajaan Blambangan, konon Raja Menak Jinggo yang memiliki kepala buto dan berbadan besar kekar bagaikan raksasa. Tari Jaran Buto merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh bapak Yono Santoso yang terinspirasi dari Tari Jaran Buto yang berada di Banyuwangi dan diciptakan oleh seniman Setro Asnawi pada tahun 1963. Tata rias menjadi hal paling penting dalam tari ini karna tata riasnya yang dominan seram disetiap karakter tokoh yang diperankan dan memiliki makna tersediri dan busana yang digunakan menyerupai raksasa tetapi dengan perpaduan warna-warna dan accessories yang unik dan khas. Tata rias merupakan hal yang sangat penting juga merupakan hal yang paling peka dihadapan penonton. Tata Rias tari Jaran Buto menggunakan tata rias karakter yang berarti tata rias denganmengubah keseluruhan wajah dan karakter penari yang sesuai dengan kebutuhan tema tari, sedangkan busana tari jaran buto dibagi menjadi lima bagian yakni busana dasar, tubuh, kaki, kepala dan aksesoris. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data pada tulisan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan pengelolahan dan analisis data, hasil analisis dari metode kualitatif adalah deskriptif tata rias dan busana tari Jaran Buto.  
Struktur Tari Kuda Lumping di Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin Tiani, Nurlaila; Rochayati, Rully; Siswanto, Silo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 5 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.186

Abstract

Kesenian Kuda Lumping adalah kesenian yang berasal dari suku Jawa yang hidup dan dijaga kelestarianya oleh warga desa Saleh Mukti dan salah satu Komunitas yang masih melestarikanya yaitu Komunitas Suro Singo Joyo. Tari Kuda Lumping menceritakan tentang perjuangan para prajurit dalam melawan para penjajah pada masa perang Pangeran Diponegoro. Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu ingin mendapatkan hasil deskripsi Struktur Tari Kuda Lumping yang ada di Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif atau deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Struktur tari merupakan susunan adegan-adegan tari yang digabung menjadi suatu karya seni tari. Struktur tari Kuda Lumping Komunitas Suro Singo Joyo terdiri dari beberapa bagian yaitu struktur tari bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Tari Kuda Lumping memiliki 13 ragam gerak yang mana terdiri dari gerak tangan, kepala, kaki, dan badan.
Manajemen Pelaminan Modern pada Sanggar Musi Wedding Gallery di Kota Palembang Sari, Desi Ratna; Rochayati, Rully; Kurniawan, Irfan
Indo Green Journal Vol. 2 No. 3 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i3.75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pelaminan modern di Sanggar Musi Wedding Gallery Kota Palembang yang meliputi Planning, Actuating, Organizing, Controlling dan Sumber Daya Manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data digunakan oleh peneliti dengan cara: observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pada sanggar musi wedding gallery ini menerapkan manajemen modern dengan prinsip-prinsip yang jelas dalam melaksanakan pelaksanaan yakni, perencanaan yang baik, organisasi yang tersetrukturkan, pelaksanaan dengan tahapan yang baik, serta adanya sistem evaluasi(controlling) dalam peroses pelaksanaan, dan sistem rekrukren serta pengembangan sumber daya manusia yang baik.
Struktur Tari Bubu di Sanggar Tari Putri Kelana Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumantri, Pino; Rochayati, Rully; Hasan, Hasan
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 5 (2022): Vol 1 No 5. Page: 240 - 293
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.857 KB) | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.45

Abstract

Abstract Bubu Dance is a new creation dance in Putri Kelana Dance Studio, Penukal Abab Lematang Ilir Regency, created in 2018. The problem formulation in this study is "How is the Bubu Tariff Structure in Putri Kelana Dance Studio, Penukal Abab Lematang Ilir Regency". The purpose of this study was to determine the structure of the dance which includes motion motifs, motion phrases, motion sentences, and movement groups. Qualitative descriptiveresearch method that involves observation. The interview data obtained include the questions posed by obtaining more complete data, while the documentation is in the form of photos. The results of the analysis of the data obtained are a comparison of the Bubu dance consisting of 3 movement groups, 23 motion sentences, 42 movement phrases, and 87 movement motifs. In Bubu dance, one movement motif and the next are intertwined to form a movement sentence, and the next phrase forms a movement sentence and the next sentence forms a movement group. The basic element of dance is that the body is divided into four parts, namely the head,posture, hands, and feet, each part is divided into two, namely the elements of posture and elements of motion. the head consists of 6 elements of posture and 3 elements of movement, the hands consist of 9 elements of posture and 7 movements, the feet consist of 8 elements ofposture and 6 elements of movement and the body consists of 6 elements of posture and 4 elements of movement.
Deskripsi Tari Jaran Buto Dalam Perspektif Tata Rias dan Busana di Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan Wahyuni, Defi Tri; Rochayati, Rully; Siswanto, Silo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 4 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v2i4.169

Abstract

Tari Jaran Buto adalah tari yang diartikan “ Kuda Lumping Raksasa” adanya kesenian Jaran Buto terinspirasi dari cerita rakyat yang melegenda di Banyuwangi yakni seorang Menak Jinggo seorang raja kerajaan Blambangan, konon Raja Menak Jinggo yang memiliki kepala buto dan berbadan besar kekar bagaikan raksasa. Tari Jaran Buto merupakan tari kreasi baru yang diciptakan oleh bapak Yono Santoso yang terinspirasi dari Tari Jaran Buto yang berada di Banyuwangi dan diciptakan oleh seniman Setro Asnawi pada tahun 1963. Tata rias menjadi hal paling penting dalam tari ini karna tata riasnya yang dominan seram disetiap karakter tokoh yang diperankan dan memiliki makna tersediri dan busana yang digunakan menyerupai raksasa tetapi dengan perpaduan warna-warna dan accessories yang unik dan khas. Tata rias merupakan hal yang sangat penting juga merupakan hal yang paling peka dihadapan penonton. Tata Rias tari Jaran Buto menggunakan tata rias karakter yang berarti tata rias denganmengubah keseluruhan wajah dan karakter penari yang sesuai dengan kebutuhan tema tari, sedangkan busana tari jaran buto dibagi menjadi lima bagian yakni busana dasar, tubuh, kaki, kepala dan aksesoris. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengumpulan data pada tulisan ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka dan pengelolahan dan analisis data, hasil analisis dari metode kualitatif adalah deskriptif tata rias dan busana tari Jaran Buto.  
Struktur Tari Kuda Lumping di Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin Tiani, Nurlaila; Rochayati, Rully; Siswanto, Silo
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 2 No 5 (2023): Anthor 2023
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i5.186

Abstract

Kesenian Kuda Lumping adalah kesenian yang berasal dari suku Jawa yang hidup dan dijaga kelestarianya oleh warga desa Saleh Mukti dan salah satu Komunitas yang masih melestarikanya yaitu Komunitas Suro Singo Joyo. Tari Kuda Lumping menceritakan tentang perjuangan para prajurit dalam melawan para penjajah pada masa perang Pangeran Diponegoro. Tujuan penelitian ini dilaksanakan yaitu ingin mendapatkan hasil deskripsi Struktur Tari Kuda Lumping yang ada di Desa Saleh Mukti Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif atau deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Struktur tari merupakan susunan adegan-adegan tari yang digabung menjadi suatu karya seni tari. Struktur tari Kuda Lumping Komunitas Suro Singo Joyo terdiri dari beberapa bagian yaitu struktur tari bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Tari Kuda Lumping memiliki 13 ragam gerak yang mana terdiri dari gerak tangan, kepala, kaki, dan badan.