Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Pernikahan Usia Muda Pada Pasangan Suami Istri di Desa Tanjung Mompang Kec. Panyabungan Utara Kab. Mandailing Natal Lubis, Desy Hermarani; Suroyo, Razia Begum; Sibero, Jitasari Tarigan
Window of Health : Jurnal Kesehatan Vol. 3 No. 2 (April, 2020)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.843 KB) | DOI: 10.33368/woh.v0i0.327

Abstract

Young marriage is marriages performed by men under the age of 19 years and women under the age of 16 years. According to WHO in 2014 showed amount 16 million women gave birth aged 15-19 years or 11% of all births in the World this study aims to analyze the factors that influence young marriage in a married couple at Tanjung Mompang Village, North Panyabungan District of Mandailing Natal Regency in 2019. This research uses a mix method research. The populations were husband and wife couples with fertile age status who engaged in young marriage amount 79 couples. The quantitative approach sample was 79 married couples. The qualitative approach was 3 married couples, 1 village head, 1 village midwife, 1 traditional leader. Quantitative analysis was done by univariate, bivariate, multivariate analysis. Qualitative analysis performed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed the majority of knowledge variables lack p-value .038, majority education low value p-value .013, parenting majority lack p-value .011, majority culture supports p-value .025. The conclusion shows that there is the influence of knowledge, education, parenting, and culture. The most dominant variable affecting young marriage is culture. It is expected that traditional leaders can provide a way of life for adolescents not to engage in young marriage and suggestion for adolescents to study to college to be useful adolescents, thus the teenager knows the negative effects of young marriage that are vulnerable to reproductive health problems.
ANALISIS KEPUASAN PENGGUNAAN LABORATORIUM KLINIK DI RSUD SIJUNJUNG SUMATERA BARAT TAHUN 2019 Sosmira, Eri; Harahap, Juliandi; Suroyo, Razia Begum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1489

Abstract

Pelayanan yang berkualitas dapat memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan penyedia jasa. Berdasarkan data mutu dan efisiensi pelayanan serta tingkat keberhasilan Laboratorium RSUD Sijunjung dapat dijelaskan tingkat pemanfaatan sarana pelayanan masih kurang, human error, peralatan yang sering terjadi kerusakan, reagensia yang tak mencukupi, banyaknya keluhan baik dari pasien dan complain dari petugas yang terkait tertang hasil yang terlambat keluar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Kepuasan Pelayanan Pasien terhadap Instalasi Laboratorium Klinik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sijunjung Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif metode yang digunakan wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan sarana pelayanan masih kurang, human error, peralatan yang sering terjadi kerusakan, reagensia yang tak mencukupi, banyaknya keluhan baik dari pasien dan complain dari petugas yang terkait tertang hasil yang terlambat keluar. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi teknis; Informan  pada kepuasan pelayanannya ada yang sesuai harapan dan ada yang tidak sesuai standart kompetensi. Akses; perlu disediakan lift yang memadai. Efektivitas dan efisien; ruang tunggu pasien yang kurang nyaman. Keamanan dan kenyamanan; ruangan tunggu yang kurang dan AC yang sering bocor. Hendaknya untuk  kemajuan rumah sakit, kepada segenap karyawan dan menjadikan pemeriksaan laboratorium sebagai media promosi.Kata utama : Kepuasan Pengguna Laboratorium
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN KEMATIAN PERINATAL DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN DAN KELUARGA BERENCANA KABUPATEN PIDIE JAYA TAHUN 2020 Juwita, Ratna; Suroyo, Razia Begum; Sibero, Jitasari Tarigan
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 1 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i1.1407

Abstract

Kematian perinatal adalah kematian yang terjadi pada periode kehamilan 28 minggu sampai dengan 7 hari setelah kelahiran. Kematian perinatal meliputi kematian periode akhir janin dan kematian periode neonatal dini. Angka kematian bayi secara global masih mengkhawatirkan sebanyak 7000 bayi baru lahir di dunia meninggal setiap harinya (Indonesia 185/hari, dengan AKN 15/1000 kelahiran hidup), Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis faktor yang memengaruhi kejadian kematian perinatal diwilayah kerja Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya Tahun 2020. Jenis penelitian ini menggunakan Mix Methods dengan menggunakan Strategi Explanatory Sekuensial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mengalami kematian perinatal berjumlah 40 sampel kasus dan 40 kasus control, sedangkan untuk informan kualitatif 3 ibu dari sampel kasus, 3 ibu dari sampel kontrol, 1 bidan koordinator, 1 dokter, 1 pengambil kebijakan. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh pada pendidikan p = 0,004, paritas p = 0,000, penyakit penyerta p = 0,000, pemeriksaan ANC p = 0,780, BBLR p = 0,000, asfiksia neonatorum p = 0,039, kelainan kongenital p = 0,018. Secara kualitatif didapatkan bahwa faktor yang memengaruhi  kematian perinatal adalah dari pendidikan ibu yang rendah, paritas yang beresiko, adanya penyakit penyerta, BBLR, Asfiksia dan kelainan Kongenital. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan, paritas, penyakit penyerta, BBLR, asfiksia dan kelainan kongenital dengan kematian perinatal dan tidak ada pengaruh ANC dengan kematian perinatal di Dinas Kesehatan Dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya. Variable yang paling berpengaruh terhadap kematian perinatal adalah BBLR. Kata Kunci        : Kematian Perinatal dan Faktor Resiko
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELECEHAN SEKSUAL DI SMK KESEHATAN GALANG INSAN MANDIRI BINJAI TAHUN 2023 Siregar, Nurhawati; Harapap, Juliandi; Suroyo, Razia Begum
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v12i1.1945

Abstract

Sebuah laporan WHO pada tahun 2020 memperkirakan bahwa 120 juta anak perempuan berusia dibawah 20 tahun telah mengalami beberapa bentuk kontak seksual paksa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pelecehan seksual di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Binjai. Jenis penelitian ini menggunakan Mix Methods dengan pendekatan sequential explanatory. Populasi sebanyak 309 remaja, sampel 76 responden. Berdasarkan hasil bivariat dengan uji chi-square diperoleh variabel nilai p value < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya dan dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual. Pada analisis multivariat yang paling berpengaruh adalah variabel sikap diikuti dengan penggunaan sosial media. Hasil penelitian kualitatif ada pengaruh pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya, dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual. Ada pengaruh pengetahuan, sikap, lingkungan pergaulan, penggunaan sosial media, religius, sosial budaya, dukungan keluarga terhadap pelecehan seksual di SMK Kesehatan Galang Insan Mandiri Binjai Tahun 2023.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM ELIMINASI MALARIA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL TAHUN 2018 Afriadi, Afriadi; Suroyo, Razia Begum; Harahap, Juliandi
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v3i1.757

Abstract

The success of the malaria elimination program in Kabuupaten Aceh Singkil, the Annual Parasite Incident (API) per 1000 population will reach 0%. Nowadays, the frequency of implementing the program has decreased so that it is suspected that it can cause people to suffer from malaria. The purpose of the study was to analyze the evaluation of the implementation of the malaria elimination program. This type of research is qualitative. The informants consisted of 5 key informants namely the person in charge of P2P, malaria management officers, village midwives and 4 main informants namely the head of the puskesmas and village head and 6 additional informants namely the community, pregnant women, cadres. Data were analyzed by interactive methods through the stages of data reduction, presentation and drawing conclusions. The results showed that blood tests were not carried out unless the community had a fever. Distribution of delivery nets, screening for pregnant women is reduced, and biological vector control is not monitored. Epidemiological surveillance and epidemic prevention are not carried out because there are no outbreaks so monitors are made in the form of monthly reports. Educational activities in the form of outreach continue to the present and responsibilities are more focused on village midwives/cadres. Training and guidance activities for officers have never been done. The percentage of API reaches 0% in 2018. It is recommended that health workers remain vigilant and prioritize programs supporting malaria elimination programs along with other health programs through community empowerment today.
Analysis of Factors Affecting Parenting on the Incidence of Sibling Rivalry in Children Aged 3-6 Years in Batang Ayumi Julu Village, North Padang Sidempuan Harahap, Annisar; Suroyo, Razia Begum; Nasution, Ramadhani Syafitri
PROMOTOR Vol. 7 No. 3 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i3.696

Abstract

Sibling rivalry is a problem that affects children's development due to the gap between siblings. This research aims to determine the factors that influence parenting patterns on the incidence of sibling rivalry in children aged 3-6 years. The research design uses a quantitative and qualitative approach (mixed method) with a cross-sectional approach. The research population was mothers who had children aged 3-6 years in Ward I, Batang Ayumi Julu District, Padangsidempuan. The research results show that there is an influence of authoritarian, democratic, permissive, and passive parenting on the incidence of sibling rivalry, with passive parenting as the most dominant factor. It is recommended for parents, especially mothers, to involve and interact with siblings in daily life to avoid sibling rivalry.
Faktor yang Memengaruhi Suami Siaga Pada Masa Kehamilan di Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Murniati, Murniati; Nyorong, Mappeaty; Suroyo, Razia Begum
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2378

Abstract

Suami merupakan salah satu orang terdekat yang dapat membantu mempersiapkan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kehamilan istri. Tidak semua suami paham dengan peranannya sebagai calon ayah, bahkan beberapa suami kebingungan menjadi suami siaga baik saat hamil maupun menjelang persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang memengaruhi Suami Siaga pada Masa Kehamilan di Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian berdasarkan uji chi square menunjukkan bahwa sarana prasarana (p (sig) = 0,000 dan OR 34,000), informasi dari petugas kesehatan (p (sig) = 0,015 dan OR 5,200), dukungan keluarga (p (sig) = 0,003 dan OR 6,545) berpengaruh secara signifikan terhadap suami siaga. Sedangkan pekerjaan (p (sig) = 0,610) menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna dengan suami siaga. Berdasarkan uji regresi logistik diketahui bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan suami siaga adalah sarana prasarana dengan nilai odds rasio 0,029 (95% CI: 0,003-0,245). Kesimpulan diperoleh dalam mendukung suami siaga, Poskesdes Keude Aceh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe dapat meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan dan kualitas pelayanan Antenatal Care sehingga dapat meningkatkan partisipasi dan pendampingan suami kepada istrinya pada masa kehamilan.Kata Kunci : Faktor yang memengaruhi Suami Siaga, KehamilanThe husband is one of the closest people who can help prepare everything related to the wife's pregnancy. Not all husbands understand their role as prospective fathers, even some husbands are confused about being alert husbands both during pregnancy and before delivery. The purpose of this study was to analyze the factors that influence Husbands Alert during Pregnancy at Poskesdes Keude Aceh, Banda Sakti District, Lhokseumawe City. Methods: Quantitative analytic research using a cross sectional approach. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the study based on the chi square test showed that infrastructure (p (sig) = 0.000 and OR 34,000), information from health workers (p (sig) = 0.015 and OR 5,200), family support (p (sig) = 0.003 and OR 6.545 ) had a significant effect on husbands on standby. Meanwhile, occupation (p (sig) = 0.610) showed that there was no significant relationship with the standby husband. Based on the logistic regression test, it was found that the most dominant factor related to the standby husband was infrastructure with an odds ratio of 0.029 (95% CI: 0.003-0.245). The conclusion was obtained in supporting standby husbands, Poskesdes Keude Aceh, Banda Sakti District, Lhokseumawe City can improve health facilities and infrastructure and the quality of Antenatal Care services so as to increase the participation and assistance of husbands to their wives during pregnancy.Keywords : Factors Affecting Alert Husband, Pregnancy
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DESA BINJAI KOTA MEDAN TAHUN 2020 Mutiara, Dinda; Suroyo, Razia Begum; Hanum, Rina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1598

Abstract

ABSTRAKDi tingkat United Nations Childrens Fund (UNICEF) tahun 2017, Prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada tahun 2015 sebesar 36,4%. Artinya lebih dari sepertiga atau sekitar 8,8 juta balita mengalami masalah gizi di mana tinggi badannya di bawah standar sesuai usianya. %. Pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) tahun 2030 adalah mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk mencapai target internasional 2025 untuk penurunan anak pendek (stunting) dan anak kurus (wasting) pada balita dan mengatasi kebutuhan gizi remaja perempuan, wanita hamil dan menyusui, serta lansia. penelitian analitik observasional dengan desain case control. Populasi  penelitian adalah seluruh Balita yang tinggal menetap di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Binjai berjumlah 4001 balita, pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah 28 balita, terdiri dari 14 balita kasus dan 14 balita kontrol dan tinggal menetap di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Binjai. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh pada pengetahuan gizi ibu selama hamil p = 0,023, riwayat pola makan 0-6 bulan  p = 0,020, riwayat pola makan 7-12 bulan  p = 0,008, riwayat pola makan 1-3 Tahun  p = 0,033, Berat badan lahir p = 0,703, riwayat penyakit infeksi p = 0,056, jarak kelahiran  p = 0,252, tinggi badan orang tua p = 0,122, dan pendapatan p = 0,008. ada hubungan pengetahuan gizi ibu selama hamil, riwayat pola makan 0-6 bulan, riwayat pola makan 7-12 bulan, riwayat pola makan 1-3 tahun dan pendapatan terhadap kejadian stunting dan tidak ada hubungan berat badan lahir, riwayat penyakit infeksi, jarak kelahiran, tinggi badan orang tua terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Binjai Kota Medan Tahun 2020.Kata Kunci          : Faktor risiko, Stunting, Balita
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS PIJORKOLING KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN TENGGARA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020 Hafni, Seri; Suroyo, Razia Begum; Sibero, Jitasari Tarigan; Nasution, Zuraidah; Wulan, Mayang
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1664

Abstract

ABSTRAKHipertensi didefenisikan sebagai tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg yang terjadi pada seorang klien pada tiga kejadian terpisah. Angka kasus hipertensi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pijorkoling Kota Padangsidimpuan pada tahun 2019 berjumlah 134 kasus dengan usia 60-80 tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Puskesmas Pijorkoling Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan.Penelitian ini menggunakan metode mixed methode dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah lansia yang berumur 60-80 tahun sebanyak 134 orang, dengan rumus Slovin diambil sampel sebanyak 57 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square (bivariat), dan uji binary regression logistic (multivariat). Analisis kualitatif di analisa secara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara faktor konsumsi makanan asin dengan kejadian hipertensi p=0,001, faktor kebiasaan olahraga  dengan kejadian hipertensi p= 0,031, dan faktor pola tidur dengan kejadian hipertensi p=0,001. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor konsumsi makanan asin ≥ 1kali/hari mempunyai pengaruh yang lebih besar (paling dominan) terhadap kejadian hipertensi p=0,015dengan nilai Exp(B) = 11,204.Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa adanya pengaruh faktor konsumsi makanan asin, kebiasaan olahraga dan pola tidur terhadap kejadian hipertensi. Disarankan kepada UPTD Puskesmas Pijorkoling untuk terus melaksanakan program prolanis, program posbindu, serta terus memberikan promosi kesehatan seperti diit pada penderita hipertensi untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi. Kata Kunci        : Faktor-faktor, Kejadian hipertensi, Lansia
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Terhadap Tubuh Bayi Sesudah 2 Jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan Tahun 2021 Sari, Novita; Suroyo, Razia Begum; Harahap, Fatma Sylvana Dewi; Asriwati, Asriwati; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2827

Abstract

Bayi Baru Lahir (BBL) harus menyesuaikan diri dari kehidupan intrauterin ke kehidupan ekstrauterin. Salah satu adaptasi BBL normal adalah mengatur suhu tubuh walaupun BBL sangat rentan untuk mengalami hipotermi, yanag menjadi penyebab yang sangat serius terhadap kesakitan dan kematian BBL. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Temperatur Tubuh Bayi Sesudah 2 jam Post Partum di Rumah Sakit Columbia Asia Medan tahun 2021. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien bayi baru lahir di Rumah Sakit Columbia Asia Medan sebanyak 185 orang pada kurun waktu februari sampai dengan april 2021. Jumlah sampel yang akan di teliti adalah 65 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian uji chi square menunjukkan bahwa variabel proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score  nilai p-value = 0,000 < α 0,05, artinya ada pengaruh antara proses persalinan , terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum, dari hasil analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel metode skin to skin. Kesimpulan ada pengaruh antara proses persalinan, suhu ruangan, lampu penghangat, metode skin to skin, mengeringkan bayi dengan seksama, selimut tubuh bayi dan tutup kepala bayi, menunda memandikan bayi 6 jam setelah lahir, bantalan penghangat, apgar score terhadap perubahan temperature tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. sedangkan analisa multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor yang paling dominan adalah variabel metode skin to skin terhadap terhadap perubahan temperatur tubuh bayi sesudah 2 jam post pastum. Disarankan kepada pihak rumah sakit agar dapat meningkatkan kompetensi metode skin to skin kepada perawat atau bidan di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan cara mengadakan pelatihan dan workshop baik internal maupun eksternal, juga Rumah sakit Columbia Asia medan harus mendukung metode skin to skin dari segi kelengkapan sarana dan prasarana yang menunjang pelayanan metode skin to skin.Kata Kunci : Bayi baru lahir, proses persalinan, metode skin to skinNewborns must adjust from intrauterine life to extrauterine life. One of the adaptations of normal newborns is to regulate body temperature even though they are very susceptible to hypothermia, which is a very serious cause of morbidity and mortality in newborn babies. The purpose of the study was to determine the Factors Affecting Changes in Infant Body Temperature After 2 hours Post Partum at Columbia Asia Hospital Medan in 2021. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study were all newborn patients at Columbia Asia Hospital Medan as many as 185 people from February to April 2021. The number of samples to be studied was 65 people. Data analysis was carried out by univariate, bivariate and multivariate analysis. The statistical test used is the chi square test and logistic regression. The results of the chi square test showed that the variables of the labor process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score p value -value = 0.000 < 0.05, meaning that there is an influence between the labor process and changes in the baby's body temperature after 2 hours post-pastum, from the results of multivariate analysis, the most influential variable in this study is the skin-to-skin method variable. The conclusion is that there is an influence between the delivery process, room temperature, heating lamp, skin to skin method, drying the baby thoroughly, baby blanket and baby headgear, delaying bathing the baby 6 hours after birth, heating pads, Apgar score on changes in the baby's body temperature after birth. 2 hours post pastum. while the multivariate analysis showed that the most dominant factor was the skin to skin method variable on changes in the baby's body temperature after 2 hours post-paste. It is recommended to the hospital to be able to improve the competence of the skin to skin method for nurses or midwives at Columbia Asia Hospital Medan by conducting training and workshops both internally and externally, also Columbia Asia Medan Hospital must support the skin to skin method in terms of completeness of facilities. and infrastructure that supports the service of the skin to skin method.Keywords : Newborn, delivery process, skin to skin method