Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Korelasi Ukuran Panjang Penis Dan Lingkar Penis Anak Usia 2 Hingga 5 Tahun Dengan Riwayat Kelahiran Lubis, Irfan Darfika; Nasution, Nazmah Anggia
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.24093

Abstract

Abstrak : Ukuran penis merupakan salah satu indikator yang penting untuk masa pertumbuhan dan perkembangan dari anak laki-laki sejak dalam janin. Penilaian pada ukuran penis terbagi dua yaitu ukuran panjang penis dan ukuran lingkar penis. Panjang penis pada anak usia 0-5 tahun mempunyai nilai normal 5-6 cm dan ukuran lingkar penis yaitu 3,9-4,1 cm. Kelainan pada penis terdiri dari mikropenis dan makropenis. Perkembangan pada penis anak terdapat dua tahap yaitu masa kehamilan dan masa prapubertas. Pada saat minggu ke 8-12 fetus mengalami pembentukan genitalia eksternal. Perkembangan anak untuk mencapai perkembangan kognitif, motorik, emosional, bahasa dan perkembangan genitalia ekternal dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan postnatal atau disebut dengan riwayat kelahiran. Riwayat ke- lahiran yaitu jumlah kehamilan keberapa, keguguran (abortus), proses persalinan dan usia kehamilan saat lahir. Usia kehamilan saat lahir adalah usia kehamilan yang diambil dari awal periode menstruasi terakhir wanita, atau usia kehamilan yang sesuai yang diperkirakan dengan metode yang lebih akurat jika tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi ukuran panjang penis dan ukuran lingkar penis anak usia 2-5 tahun dengan usia kehamilan saat lahir di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan  desain studi kasus cross-sectional. Dijumpai adanya korelasi positif antara ukuran panjang penis yang mikropenis dengan riwayat kelahiran preterm  dan dijumpai adanya korelasi positif antara ukuran lingkar penis yang mikropenis dengan riwayat kelahiran preterm. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan Ukuran Panjang Penis Dan Lingkar Penis Anak Usia 2 Hingga 5 Tahun Dengan Riwayat Kelahiran.
Latihan Hand Grip Strength, Umur, Dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Berhubungan Dengan Kekuatan Otot Tangan Pada Atlet Dayung Pacu Jalur Di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Tahun 2025 Putri, Maduri Yaner; Ashri, Royyan; Rahmi, Rahmi; Lubis, Irfan Darfika
JURNAL PANDU HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v7i1.26138

Abstract

Abstrak : Kekuatan otot tangan merupakan komponen penting dalam menunjang performa atlet olahraga dayung pacu jalur. Performa optimal mendayung sangat bergantung pada kekuatan otot tangan yang baik, dipengaruhi beberapa faktor, seperti latihan fisik untuk melatih kekuatan otot dengan hand grip strength, usia, serta indeks massa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi kekuatan otot tangan pada atlet dayung pacu jalur di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 60 atlet dayung pacu jalur yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara, pengukuran antropometri, serta pengukuran hand grip dynamometer. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearmen. Terdapat hubungan signifikan antara frekuensi latihan hand grip strength dengan kekuatan otot tangan (p0,001; r=0.579), hubungan negatif signifikan antara umur dengan kekuatan otot tangan (p=0.002; r=0.384), hubungan signifikan antara IMT dengan kekuatan otot tangan (p0.001; r=0.773). Terdapat hubungan antar variabel bahwa semakin sering latihan dilakukan maka kekuatan otot akan meningkat, sementara peningkatan umur menurunkan kekuatan otot, dan semakin tinggi IMT berkontribusi pada peningkatan kekuatan otot tangan.
Association Between Stress Levels and Waist Circumference Among Medical and Health Sciences Students at Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Harahap, Windy Nabila Royana; Siregar, Fitri Nur Malini; Nurlita, Nanda Sari; Lubis, Irfan Darfika
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v5i2.2684

Abstract

Stress may influence physiological balance through hormonal mechanisms, particularly increased cortisol levels, which are associated with visceral fat accumulation in the abdominal area. Waist circumference is an important anthropometric indicator for assessing central obesity and cardiometabolic risk. Medical students are vulnerable to stress due to high academic demands, which may affect their health status. Objective: This study aimed to determine the association between stress levels and waist circumference among students of the Faculty of Medicine, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Methods: This observational analytic study used a cross-sectional design. A total of 89 students from the 2022–2024 cohorts were selected using quota sampling based on the inclusion criteria. Stress levels were measured using the Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), while waist circumference was measured using a flexible measuring tape according to standard anthropometric procedures. Data were analyzed using an exact statistical test with a significance level of 0.05. Findings: The results showed a statistically significant association between stress levels and waist circumference, with a p-value of 0.011. Students with higher stress levels tended to have a greater proportion of central obesity compared to those with normal stress levels. Implication: These findings highlight the importance of stress management and healthy lifestyle promotion in student health programs. Originality: This study provides empirical evidence on the relationship between psychological stress and waist circumference among medical students in the Indonesian university context.